Langsung ke konten utama

Sekotak Cokelat di Ashley Hotel Jakarta


"Life is like a box of chocolates. You never know what you're gonna get.."

Kutipan dari film Forrest Gump yang dibintangi Tom Hanks ini sangat mengena bagi saya pribadi. Hidup memang seperti sebuah kotak cokelat, entah dengan bentuk, rasa dan tampilan seperti apa. Ada rasa sedih, kecewa, marah, bahagia, sukacita dan sebagainya. Namun setidaknya, saya akhirnya mencicipi semua rasa dari kotak coklat itu pada Sabtu (17/3/18) silam.

Bertempat di sebuah hotel di jalan Wahid Hasyim Jakarta Pusat, saya terpilih sebagai salah satu peserta acara BloggerCrony Community 3rd Anniversary. Ashley Hotel Jakarta menjadi  host sebuah acara yang dilabeli sebagai BloggerDay 2018, hari dimana berkumpulnya 100 blogger dari berbagai kalangan, usia dan interest masing-masing dalam suatu wadah komunitas yang didirikan oleh Wardah Fajri atau Mbak Wawa dan Mas Satto Raji ini.

Kesan pertama kala memasuki hotel bisnis ini, saya merasakan nuansa yang elegan namun bersahabat. Interior desainnya juga sangat modern. Oleh resepsionis saya diarahkan ke sebuah ruang meeting dimana saya langsung disambut dengan wewangian beraroma lemongrass. Ruangan sudah mulai padat oleh peserta dan kami dipersilakan untuk mengambil snack berupa roti dari Anns Bakehouse serta aneka minuman seperti kopi dan teh yang disediakan oleh pihak hotel.


Yang paling menyenangkan, di depan meeting room terpajang sebuah booth yang dirancang khusus untuk menyemarakkan BloggerDay 2018. Photobooth Alfa Kreasi dengan tampilan dedaunan ini seolah mengajak kembali para blogger untuk mencintai alam dan lingkungannya. Tak ketinggalan, semua orang mengabadikan momen dengan background photobooth ini demi mempercantik feeds social media mereka.

***

Acara akhirnya dimulai dengan memperkenalkan host tempat acara ini diselenggarakan. Diwakili oleh Bapak Fawzan Aziima, Corporate Marketing Communication Manager, Ashley Hotel dengan bangga memproklamirkan dirinya sebagai hotel untuk kebutuhan bisnis atau business trip.

Tak seperti hotel-hotel lainnya yang memberikan fasilitas seperti kolam renang, gym, spa atau children playground. Hotel yang berada di bawah naungan manajemen Prima Hotel Indonesia ini ingin mengembalikan fungsi utama sebuah hotel, yakni tempat untuk beristirahat atau bermalam.


Inilah cokelat pertama yang saya cicipi dari Ashley Hotel. Tak ada fasilitas yang saya dapatkan jika menginap di hotel lain, namun saya mendapatkan kenyamanan ekstra dengan fasilitasnya yang maksimal. Mengusung konsep 3B, yakni Broadband, Bed dan Breakfast, Ashley Hotel tahu bagaimana memberikan sebuah pelayanan mulai dari kedatangan hingga tamu meninggalkan hotel. Dengan sikap bersahabat layaknya anggota keluarga itulah tamu merasa betah seperti tinggal di rumah sendiri hingga memberikan kesan yang berbeda dan mendalam bagi para tamu.

Untuk "Broadband", Ashley Hotel memberikan akses dan kemudahan agar kita tetap terhubung di dunia maya dengan fasilitas Wi-Fi miliknya. Jika biasanya kita akan diminta password atau di-direct menuju web untuk memasukkan user id dan password, disini kita hanya tinggal meng-connect gawai kita dan langsung terhubung tanpa perlu menggunakan password.

Jaringan wifi inipun dapat dinikmati di seluruh area hotel. Bahkan Pak Fawzan berkelakar bahwa wifi menembus sampai ke area jalan raya di depan hotel yang biasa digunakan oleh ojek online karena mudah mendapatkan order saking kencangnya koneksinya.

Ashley Hotel juga menobatkan diri sebagai hotel dengan jumlah kamar dan ruang meeting terbanyak di Wahid Hasyim Menteng. Total 186 kamar yang terbagi dalam lima pilihan atau type kamar, yaitu Studio, Executive, Deluxe, Superior, dan Ashley Suite. Konsep "Bed" memang manjadi jagoan utama dimana Ashley Hotel Jakarta memang mencoba mengembalikan fungsi utama sebuah hotel.





Seperti sebuah cokelat lainnya dari salah satu butik hotel bergaya ini, Ashley Hotel memanjakan tamu dengan kamar berfasilitas zaman now. Sebut saja smart LED TV 40 di tiap ruangan dengan wifi dan akses internet super cepat di seluruh area. Ada juga mini-bar dengan coffee & tea maker. Amenitasnya sangat eksklusif, lalu tempat tidur juga berstandar Internasional dengan kenyamanan dari King Koil, serta kecanggihan audio JBL Horizon.

BloggerDay 2018 di Ashley Hotel Jakarta juga terselenggara berkat adanya ruang meeting yang dapat menampung hingga 100 orang, cocok dengan tema dan jumlah peserta acara ini. Menurut Pak Fawzan, ada sistem break-out room dan kecanggihan teknologi yang dirancang khusus di ruang meeting ini sehingga dapat disesuaikan dengan berbagai event mulai dari presentasi bisnis, seminar, maupun social event. Terdapat 11 meeting room, dan pada Juli nanti akan ada sebuah Ballroom yang mampu menampung hingga 500 orang.



Menginap di hotel, rasanya tak akan lengkap tanpa sebuah "Breakfast". Lagi-lagi saya seperti mendapat cokelat dengan rasa dan tampilan lain kala menapakkan kaki di Adele Dining Restaurant. Ashley Hotel mencoba memberikan pengalaman breakfast atau sarapan dengan hotel yang sangat terkonsep.

Resto yang berada di lantai dasar ini melayani buffet breakfast dan ala carte dan juga bisa dinikmati kapan saja (bukan hanya terbatas untuk breakfast saja). Tersedia beragam sajian makanan dan minuman yang bervariasi mulai dari masakan khas Indonesia, Asia Tenggara, hingga Western.



Ashley Hotel Jakarta memang diperuntukkan bagi para business traveler dengan keunggulan teknologi, style, dan service. Businees trip Anda pun akan terasa menyenangkan karena kenyamanan dan kecepatan dalam pelayanan.

Dengan lokasi yang strategis dekat pusat perbelanjaan dan perkantoran, Ashley Hotel Jakarta adalah pilihan tepat saat hendak berkunjung ke Jakarta. Hotel ini berada di Jl. KH Wahid Hasyim No 73-75 Jakarta Pusat. Untuk informasi dan pemesanan kamar bisa hubungi (021) 310 0355 atau melalui website di www.ashleyindonesia.com.

***

Setelah sesi perkenalan Ashley Hotel Jakarta, acara selanjutnya tak kalah menarik. Ada sesi BCC BloggerPreneur dimana beberapa member BloggerCrony berkesempatan untuk memperkenalkan bisnisnya masing-masing, seolah mematahkan persepsi bahwa blogger bukan hanya bisa menulis saja.


Kemudian ada sesi lucky draw dengan beragam hadiah menarik  dari Markamarie, Rejuve Skin Lab dan Sandeeva Spa & Reflexology (sayangnya saya tidak menang). Lalu ada Workshop Digital Influencer dengan narasumber Tuhu Nugraha dengan dukungan Indosat Ooredo. Makan siang kamipun juga sangat 'wow' dengan lunch box Tumpeng Ayu Dapur Solo yang dirancang agar tidak tumpah karena memiliki double cover box.

Kemudian ada lagi Workshop Creative Writing & Mind Mapping dari Anwari Natari dilanjutkan pemberian hadiah dengan nilai total 10 juta rupiah untuk Most Wanted Blog Award, Hadiah Live Tweet Competition, Hadiah IG Competition, Lucky Draw dan Doorprize.




Sayangnya saya seperti mendapat cokelat pahit karena tak menang satupun, namun hal itu tak menghilangkan rasa manis dari cokelat yang terus saya lahap selama acara berlangsung. Cokelat berisi kebahagiaan berkumpul dengan teman-teman blogger meski ini adalah pertama kalinya saya mengikuti acara BloggerCrony.

Life is like a chocolate box. Cokelat tak selamanya manis, tak juga pahit melulu. Saya pun merasakan bagaimana rasanya kotak cokelat itu, yang didominasi oleh rasa manis, di BloggerDay 2018. Pada ulang tahunnya yang ketiga ini, semoga BloggerCrony semakin berkembang dan memberikan banyak manfaat bagi orang lain dan juga di sekitarnya.

Terima kasih untuk panitia, rekan blogger serta Ashley Hotel Jakarta yang terus bekerja keras dalam mensukseskan acara ini, semoga kita semua diberi umur dan rezeki berlimpah agar bertemu lagi di anniversary berikutnya. Last but not least, keep Blogging, Networking, Empowering for all of BCC Squad.

See U on Top!


Komentar

  1. Hotelnya asyik dan instagramable...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup, ada banyak spot untuk mempercantik feeds instagram kita..

      Hapus
  2. Wi-Fi di Ashley mantab nih. Ga perlu password, bisa bebas akses seharian.

    salam,
    Myfoottrip dot com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, gk seperti wifi d tempat lain yg riweh mesti masukin password, user id, dll..

      Hapus
  3. Analogi coklatnya keren Mas! Emang acara kemaren top banget yah. Salam kenal ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahha. Iya mbak, ditambah makan roti rasa cokelat juga disana.. 😀😀

      Hapus
  4. hotel nyaman senyaman menikmati coklat :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukannya kita minum jamu yah disana.. 😂😂

      Hapus
  5. Sekotak coklat dalam berbagi rasa, berbagi kebahagian dan banyak keindahan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap, dan berbagi kenangan juga mbak.. 😁

      Hapus
  6. Suguhan coklatnya emang enak ya, sabar ya ga mendapatkan doorprize, tapi mendapatkan hiburan dari MC gemesh kaan.

    Blogger Day 2018 acaranya memang keren habis ya, terutama tempatnya Ashley Hotel Jakarta asyik buat kumpul blogger, Sukses selalu buat BCC.

    Btw salam kenal yaa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal jg mbak..
      Klo c Yosh Aditya mah saya uda beberapa x ikut acara dmn dia jd MC nya... Hehe

      Hapus
  7. gak papa gak dapet doorprize yang penting perut kenyang ye om :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Radarnya belom kuat di BCC tante,
      Tunggu aje tanggal mainnya. wkwkkwkwwk..

      Hapus
  8. Coba coklatnya di tambahin, kan bisa dibawa pulang, bakalan pesta deh yang dirumah juga...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahhaha.. Cokelatnya ada dalam hati aja,jd masih kebawa sampe sekarang 😁

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tak Hanya Outfit, Jam Tangan Juga Bisa "Saltum"

Beberapa waktu lalu di suatu acara resmi, saya bertemu dengan seorang kawan. Ia memakai outfit batik lengkap dengan pantofel, namun ada sesuatu yang sedikit mengganjal. Ternyata ia memakai jam tangan digital bertipe sport. Tentu ini sedikit mengurangi tingkat "kekerenan"-nya hanya karena "saltum" jam tangan.

Lain halnya dengan seorang kawan lainnya dimana ketika kami traveling trekking ke curug, ia menggunakan jam tangan dengan bracelet stainless steel. Memang tipe ini tahan air, tapi untuk kegiatan outdoor sangat tidak disarankan karena selain lebih berat, bahan stainless steel juga berpotensi mencederai tangan dan tidak nyaman untuk heavy activity.

Berkaca pada kedua kasus ini, ternyata bukan hanya outfit saja yang bisa salah kostum. Aksesoris seperti jam tangan juga harus memiliki penempatan yang sesuai agar tidak saltum. Jangan sampai penampilan sempurna kita dari atas sampai bawah ternoda hanya karena menggunakan jam tangan yang kurang tepat. Jam tangan yang …

Ariana dan Kata Hatinya

Malam itu hujan deras turun. Dengan tergesa-gesa gue langsung menuju restoran dimana teman-teman janjian kumpul disana. Seperti biasa, yang janji mau ngumpul ada enam-tujuh orang, yang baru nongol baru satu orang. Dari jauh terlihat Cindy sedang sibuk membuka buku menu sambil sesekali melirik smartphone yang ditaruh tepat di sampingnya.

"Baru lu doang nih yang dateng? Yang lain pada kemana?" tanya gue sambil menarik kursi.

"Eh, Wil. Baru nyampe lu? Tau nih, yang lain pada ngaret," jawab Cindy sambil menggerutu.

"By the way kemana aja lu? Sok sibuk banget sih. Kemarin pas mau nonton bareng, bilangnya lagi lembur. Pas diajak CFD, malah meeting sama klien di luar. Sibuk banget lu kerja, kaya juga nggak. Hahhaha.." Cindy tertawa sambil meledek.

"Iya, iya.. sorry. Lagi banyak kerjaan nih," kata gue memelas sambil memanggil pelayan untuk pesan minuman.

Tak berapa lama, terlihat seorang wanita berlari kecil menghampiri kami dengan pakaian yang sedikit lep…

Semangkuk Soto, Segelas Anggur dan Peragaan Busana

Beberapa waktu lalu Kementerian Pariwisata telah menetapkan lima makanan yang menjadi kuliner nusantara. Selain menjadi ikon kuliner, makanan-makanan tersebut juga menjadi salah satu media promosi untuk memperkenalkan Indonesia ke seluruh dunia. Menariknya, Rendang yang saya kira berada di urutan pertama, ternyata ada di posisi kedua. Nomor satu yang menjadi ikon kuliner Indonesia adalah SOTO.
Mengapa soto bisa jadi nomor satu, dibandingkan rendang yang sudah mendunia (apalagi ketika dinyanyikan oleh Bule yang jatuh cinta pada masakan khas Minang itu). Jawabannya adalah selain merupakan kuliner asli Indonesia, soto mudah ditemukan di dimana-mana, bahkan setiap daerah punya ciri khas soto masing-masing. Sebut saja Soto Kudus, Soto Lamongan atau Soto Banjar dengan bumbu, rempah serta kearifan lokal dari kota asalnya.
Selaras dengan momen tersebut, Summarecon Mal Kelapa Gading bersama Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta kembali menyelenggarak…