Langsung ke konten utama

Semangkuk Soto, Segelas Anggur dan Peragaan Busana


Beberapa waktu lalu Kementerian Pariwisata telah menetapkan lima makanan yang menjadi kuliner nusantara. Selain menjadi ikon kuliner, makanan-makanan tersebut juga menjadi salah satu media promosi untuk memperkenalkan Indonesia ke seluruh dunia. Menariknya, Rendang yang saya kira berada di urutan pertama, ternyata ada di posisi kedua. Nomor satu yang menjadi ikon kuliner Indonesia adalah SOTO.

Mengapa soto bisa jadi nomor satu, dibandingkan rendang yang sudah mendunia (apalagi ketika dinyanyikan oleh Bule yang jatuh cinta pada masakan khas Minang itu). Jawabannya adalah selain merupakan kuliner asli Indonesia, soto mudah ditemukan di dimana-mana, bahkan setiap daerah punya ciri khas soto masing-masing. Sebut saja Soto Kudus, Soto Lamongan atau Soto Banjar dengan bumbu, rempah serta kearifan lokal dari kota asalnya.

Selaras dengan momen tersebut, Summarecon Mal Kelapa Gading bersama Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta kembali menyelenggarakan Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF). Festival tahunan ini diselenggarakan untuk ke-15 kalinya mulai tanggal 5 April - 6 Mei 2018 bertempat di La Piazza, Summarecon Mal Kelapa Gading, Jakarta Utara. Sama seperti tahun lalu, Food Festival direpresentasikan oleh Kampoeng Tempo Doeloe (KTD) dengan konsep UKM dan back to nature.







Kesuksesan "Kompetisi Mie Warisan Nusantara" tahun lalu menjadi dasar KTD untuk mengangkat Soto sebagai kuliner nusantara lainnya. Ini sekaligus bentuk dukungan program Berkraf (Badan Ekonomi Kreatif) untuk mempromosikan dan memperkenalkan Soto "A Spoonful of Indonesian Warmth" ke dunia. Penyelenggara juga telah mengkurasi 10 Soto yang mewakili beberapa wilayah di Indonesia, antara lain:
  1. Coto Makassar H. Daeng Tayang
  2. Pallubasa Onta Makassar
  3. Soto Betawi H. Mamat
  4. Soto Kadipiro Yogyakarta
  5. Soto Kesawan Medan
  6. Soto Madura H. Ngatidjo
  7. Soto Padang H. Sutan Mangkuto
  8. Soto Jakarta Pak H. Yus
  9. Soto Trisakti Solo
  10. Tauto Bumbu Pekalongan
Jumat (13/4) lalu, saya dan teman-teman sempat mencicipi beberapa sajian soto khas ini. Coto H. Daeng Tayang adalah pilihan saya dengan sambal tauco serta ketupat yang menjadi ciri khas. Seorang kawan memilih Soto Betawi H. Mamat dengan kuah santannya yang lezat. Ada yang mencicipi Soto Sapi Trisakti khas Solo, ada pula yang menyukai Tauto Bumbu Pekalongan yang merupakan perpaduan unik antara daging kerbau, soto dan sambal goreng tauco dalam satu mangkok.





Namun KTD bukan hanya menyediakan soto saja. Terhitung ada beberapa makanan, minuman serta kudapan yang kami nikmati seperti Bolbi Bola Ubi, Es Nona, Rujak Beubeuk, Cempedak Harum & Colenak, Empal Gentong Mang Darmo, Es Kelapa Butir, Roti Cane Aceh Seulawah, dll. Btw, untuk transaksi pembayaran, KTD menggunakan kartu yang bisa di reload sesuai kebutuhan dan bisa di refund jika sudah tak digunakan lagi. Setiap kali transaksi kita juga bisa mengecek berapa sisa saldonya.

JFFF mendukung UKM dalam mengembangkan usahanya, terbukti dari sekitar 100 booth kuliner di Kampoeng Tempo Doeloe 60% berasal dari peserta UKM. Sajian kuliner khasnya pun beragam, mencapai 200 varian menu. Tak heran saya dan teman-teman sampai kebingungan memilih makanan saking banyaknya pilihan dan semuanya menggoda selera.







Tahun ini KTD mengusung tema back to nature dengan dekorasi "Tropical Garden", senada dalam iklan JFFF 2018 dimana Taman Wisata Alam Mangrove, Taman Suropati dan Taman Langsat menjadi latar belakangnya. Selain menambah suasana hijau, iklan tersebut juga turut mempromosikan area atau Ruang Terbuka Hijau (RTH) di ibukota.

Karena itulah tiap sudut selalu ada pohon dan tanaman guna menambah kesan asri, belum lagi nuansa kayu-kayuan dalam tiap booth, bahkan pintu masuk KTD didekorasi dengan daun-daunan cantik dan menjadi spot foto yang instagramable. Saat matahari terbenam, lampu-lampu yang menyala semakin mempercantik dan membuat suasana kian romantis. Pengunjung tak perlu takut bila tak mendapat tempat duduk karena panitia juga menyediakan meja tinggi untuk prasmanan.





Kampoeng Tempo Doeloe berlokasi Summarecon Mal Kelapa Gading. Jam operasional pukul 16.00 - 22.00 WIB (Senin-Kamis), pukul 16.00 - 23.00 WIB (Jumat), pukul 11.00 - 23.00 WIB (Sabtu & Hari Libur), pukul 11.00 - 22.00 WIB (Minggu). Di dalamnya terdapat 51 Booth, 19 Gerobak dan 20 Booth Go Food. Selain berkuliner ria, pengunjung juga bisa menyaksikan hiburan seperti Acoustic Music, Cooking Demo, Local Artisan Crafters, Traditional Contemporer Dance, Exotic Bird Show, dll.

So, bagi Anda yang ingin menghabisakan waktu atau akhir pekan di ibu kota, Kampoeng Tempo Doeloe adalah pilihan yang tepat. Disini kita bisa Quality Time bersama rekan-rekan, sahabat, pasangan dan juga keluarga.

Wine & Cheese Expo dan Fashion Festival

JFFF bukan hanya menghadirkan beragam makanan di Kampoeng Tempo Doeloe. Sebagai perwakilan dari sektor industri kuliner, Food Festival turut menyelenggarakan Wine & Cheese Expo sebagai pertukaran antar budaya mancanegara. Acara ini hadir mulai 5 - 29 April 2018 di Multi Purpose Hall, La Piazza.






Di Wine & Cheese Expo kita bisa menyaksikan kompetisi para Sommelier atau seniman penyaji wine dalam Jakarta Best Sommelier Competition. Ada juga Wine Dinner bersama Chef Andhika Maxi dari Union Braserrie dan Chef Stefu Santoso dari Yukmakan. Masih ada Cooking Demo, Eating Competition, Colouring Competition dan Thai Cooking Food Contest yang semakin menyemarakkan perhelatan ini.

Untuk melengkapi kemeriahan Wine & Cheese Expo, ajang lomba lari Jakarta Wine & Cheese Run kembali hadir dengan nama baru, JF3 RUN. Meski berganti nama, konsepnya masih mengusung #RunForFun yang unik dimana para peserta akan mengenakan kostum sesuai tema tahun ini "Carnival Around The World". Kategori lomba terdiri dari 10 Km, 5 Km, dan 1,2 Km KidsDash untuk anak-anak. Berkat dukungan dari Kedutaan Hungaria, enam pemenang berdasarkan kategori Best Timing, Best Costume dan lucky Draw akan mendapatkan Grand Prize mengikuti Budapest Marathon di Hungaria.




Tersedia pula hadiah menarik lainnya seperti uang tunai jutaan rupiah dan merchandise. Pemenang akan mendapatkan paket wine dengan berat yang sama dengan berat pemenang dewasa, dan pemenang KidsDash akan mendapatkan paket buah dengan berat yang sama dengan berat badannya.

Sementara itu, Fashion Festival diselenggarakan pada 11 - 29 April 2018. Acara ini diinisiasi demi menjadi wadah kreativitas dan inovasi para pelaku industri fashion. Fashion Festival juga menghadirkan peragaan busana para desainer Tanah Air dalam merepresentasikan tren terkini dengan sentuhan budaya dan tradisi Nusantara.

Rangkaian program ini diawali dengan Fashion Village pada 11 - 29 April 2018 di sepanjang koridor lantai dasar Summarecon Mal Kelapa Gading 3-5 dalam konsep bazar trade show. Terdapat sekitar 90 booth UKM dan juga bekerjasama dengan Dekranasda Provinsi DKI Jakarta dan institusi fashion seperti Cita Tenun Indonesia, Yayasan Batik Indonesia, desainer Indonesia yang tergabung dalam APPMI dan IPMI, serta desainer independen. Disini kita bisa melihat beragam koleksi busana terbaru para desainer ternama Indonesia, koleksi busana ready to wear, pilihan kain Nusantara hingga produk aksesori dari para UKM maupun brand lokal.







Rangkaian Fashion Show juga diselenggarakan di The Forum, Mal Kelapa Gading 3 pada 20 - 29 April 2018. Sementara Fashion Show di Ballroom Harris Hotel & Conventions Kelapa Gading dimulai pada 19 - 26 April 2018. 'On Fleek' menjadi peragaan busana pembuka dimana tiga desainer muda berbakat (Albert Yanuar, Patrick Owen, Yosafat Dwi Kurniawan) akan merepresentasikan tren busana kekinian. Selain itu, ada juga pengumuman pemenang Gading Model Search (GMS), GMS Kids dan Next Young Promising Designers (NYPD).

Beberapa desainer kondang yang akan tampil dalam show tunggal JFFF 2018 adalah Eddy Betty, Jenahara, Marga Alam dan Mel Ahyar. Tak ketinggalan, ada mini show dan parade show yang akan menyemarakkan panggung JFFF dengan lebih dari 50 desainer kenamaan Indonesia.








Acara puncak Fashion Festival akan dihelat pada 26 April dalam JFFF Awards dengan memberikan penghargaan Fashion Icon Awards kepada tiga tokoh fashion Indonesia. JFFF Awards juga menampilkan fashion show bertema 'Kinasih' dari Eddy Betty yang bertema kebaya dan didukung dengan kain-kain batik produksi Sida Mukti.

Tunggu apa lagi? Jakarta Fashion & Food Festival menyajikan hiburan yang komplit, mulai dari kuliner sampai busana zaman now. Dengan beragam acara yang menarik kita tidak akan bosan atau mati gaya. Kapan lagi bisa menikmati semangkuk soto, segelas anggur sambil melihat peragaan busana sekaligus. Don't miss it!

15th Jakarta Fashion & Food Festival

Website:



Twitter: @JFFF_Info

Instagram: @JFFF_Info

Komentar

  1. Kalo ingat Kelapa Gading pasti event larinya Jakarta Wine and Cheese Run. Walaupun belum pernah ikut tapi kostum pelarinya selalu menarik.

    Kalo pas peragaan busana bisa berjam-jam dong ya, betah ngeliat para model lenggak-lenggok di catwalk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa mas bisa, kalo laper tinggal ke kampung tempo dulu. Hahha

      Hapus
  2. Lengkap ya Bsng Den acaranya
    .. Ndak jauh nih dari tempat tinggal saya.. Cuzz ah. Terimakasih informasinya ya...

    BalasHapus
  3. Bang Den, aku berasa dibawa jalan-jalan ke sana, padahal dah maksi tadi, tapi laper lagi lihat jengkol atulaah...
    Aku demen banget makanan2 nusantara, bakalan betah deh di KTd ini, mau nasi lengkoo, mau sepatu batiik, ahh banyaj maunya deh hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahhha.. Iya nih rasanya jadi pengen kesini lg dan nikmati semua kulinernya..

      Hapus
  4. Sukses bikin laper dan keliling ke berbagai tempat acaranya. Keren!

    BalasHapus
  5. Sukses bikin aku lapar nih, Bang Den!!
    Btw, salam kenal yaa. Kayaknya aku baru sekarang ini mampir ke blognya hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehheh.. Blog yg ini memang baru dipromisikan oleh adminnya mbak. Hahha

      Hapus
  6. Huwooo, kulinernya menggugah selera!

    Kindly visit my blog: bukanbocahbiasa(dot)com

    BalasHapus
  7. baru inget udah enggak ke MKG hampir setahunan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kuy kesana lagi buat makan soto atw minum anggurnya.. 😉

      Hapus
  8. Aq blm pernah datang ke acara ini, padahal pingin bgt... selalu bentrok jadwal.. jd cm bs ngiler doang liatin foto aneka kulineran soto...

    BalasHapus
  9. Itu bukan semangkuk deh kakak, kan lebih dari satu.
    Kalau semangkuk itu = satu mangkuk.
    Lah itu kan ada 9. Saya siap banget buat nyobainnya, apalagi pas laper kayak gini ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makan mah cmn 1 mangkuk, yg lainnya cmn numpang foto. Wkwkkw

      Hapus
  10. Soto makanan favorit akuuu,,btw aku suka banget fashion vilage produknya cantik-cantik yaaa. 😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thats right! Produknya banyak yg unik dan menarik.

      Hapus
  11. JFFF acara ruyin tahunan kayaknya, tp sayangnya dr rmh jauh jd aga berat ke sana heheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih ada waktu sampe minggu (6/5) pak..

      Hapus
  12. Kulineran emang wajib banget di datengin, la piazza deket banget dari rumah mama padahal tapi aku tidak sempat kesana

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, sekarang kan ada alasan buat kesitu mbak..
      Cuss daripada nunggu tahun depan lagi..

      Hapus
  13. kalau ingat kelapa gading memang ingatnya makanan sih..
    saya kalau kesana pasti khilaf deh..
    doyan ngunyah soalnya.. cuma berhenti ngunyah pas liat isi dompet.
    wkwkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ketika nafsu makan terhalang isi dompet. Wkkwkw

      Hapus
  14. den kok elu ga ngajak2 sih pas icip anggur?.. hahaha

    BalasHapus
  15. Soto + segelas teh anget. Juara!

    BalasHapus
  16. aku soto-licious banget, soale gampang masuk angin, duh coto-nya bikin ngecesss

    BalasHapus
    Balasan
    1. Soto2nya banyak yg menggoda selera mbak. Hehe

      Hapus
  17. Aku paling suka soto, kuahnya panas ditambah sambel pedes sama kucrutan air jeruk nipisnya wooohh ngeces deh 😄

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sambel dan jeruk nipis. Kombinasi sempurna..

      Hapus
  18. Iya bener soto tuh selalu ada dimana-mana kalau di Indonesia dan saya sendiri kalau jajan kemana pun yang dicari soto selain bakso. Apalagi kalau suda kuliner gini ya, jadi pengen nyobain semuanya/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaps..
      Makanya soto jadi ikon kuliner nusantara..

      Hapus
  19. setuju sih kalo soto yang jadi nomor 1 :)

    soto bandung gak masuk yang dilombain ya? :D

    BalasHapus
  20. JFFF ga pernah terlewatkan dari dulu, bahkan uang2annya pun dikoleksi juga. Baru tau kalau soto jadi ikon kuliner Indonesia. Thanks infonya Den

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pakai kartu mbak sekarang buat transaksi. Hahaha

      Hapus
  21. Tauto Bumbu Pekalongannya menggoda sangat mas, rasa-rasanya belum pernah nih menikmati daging kerbau :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi sayang pas kemaren kesana daging kerbaunya habis. Jd diganti sama daging sapi..

      Hapus
  22. Ya ampuuun nyesel ga datang eventnya. Padahal klp gading mah dekeeet banget ama rumahku di rawamangun. Cuma karena di gading skr lg ada pembangungan mrt itu lo, yg bikin males ksana krn macetnya jd luaaaar biasaa -_-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apalagi ada pembangunan LRT yg bikin tambah macet. Haha

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ariana dan Kata Hatinya

Malam itu hujan deras turun. Dengan tergesa-gesa gue langsung menuju restoran dimana teman-teman janjian kumpul disana. Seperti biasa, yang janji mau ngumpul ada enam-tujuh orang, yang baru nongol baru satu orang. Dari jauh terlihat Cindy sedang sibuk membuka buku menu sambil sesekali melirik smartphone yang ditaruh tepat di sampingnya.

"Baru lu doang nih yang dateng? Yang lain pada kemana?" tanya gue sambil menarik kursi.

"Eh, Wil. Baru nyampe lu? Tau nih, yang lain pada ngaret," jawab Cindy sambil menggerutu.

"By the way kemana aja lu? Sok sibuk banget sih. Kemarin pas mau nonton bareng, bilangnya lagi lembur. Pas diajak CFD, malah meeting sama klien di luar. Sibuk banget lu kerja, kaya juga nggak. Hahhaha.." Cindy tertawa sambil meledek.

"Iya, iya.. sorry. Lagi banyak kerjaan nih," kata gue memelas sambil memanggil pelayan untuk pesan minuman.

Tak berapa lama, terlihat seorang wanita berlari kecil menghampiri kami dengan pakaian yang sedikit lep…

Tak Hanya Outfit, Jam Tangan Juga Bisa "Saltum"

Beberapa waktu lalu di suatu acara resmi, saya bertemu dengan seorang kawan. Ia memakai outfit batik lengkap dengan pantofel, namun ada sesuatu yang sedikit mengganjal. Ternyata ia memakai jam tangan digital bertipe sport. Tentu ini sedikit mengurangi tingkat "kekerenan"-nya hanya karena "saltum" jam tangan.

Lain halnya dengan seorang kawan lainnya dimana ketika kami traveling trekking ke curug, ia menggunakan jam tangan dengan bracelet stainless steel. Memang tipe ini tahan air, tapi untuk kegiatan outdoor sangat tidak disarankan karena selain lebih berat, bahan stainless steel juga berpotensi mencederai tangan dan tidak nyaman untuk heavy activity.

Berkaca pada kedua kasus ini, ternyata bukan hanya outfit saja yang bisa salah kostum. Aksesoris seperti jam tangan juga harus memiliki penempatan yang sesuai agar tidak saltum. Jangan sampai penampilan sempurna kita dari atas sampai bawah ternoda hanya karena menggunakan jam tangan yang kurang tepat. Jam tangan yang …

Hidupkan MalamMu dengan Brilliant Portrait Oppo F11 Pro

Sekitar 10-15 tahun lalu kita mungkin tidak pernah menduga kalau posisi camera digital akan tergantikan oleh kamera ponsel. Memang, saat itu bentuk ponsel masihlah konvensional dimana keyboard fisik masih mendominasi. Kamera dengan layar penuh yang mengandalkan fitur touchscreen (layar sentuh) masih bisa dihitung dengan jari.

2010-an awal, era ponsel pintar (smartphone) dengan layar sentuh mulai menunjukkan tajinya. Dengan fisik yang lebih besar dan layar lebih luas, smartphone menjadi alat telekomunikasi andalan kaum urban.

Fitur yang paling memanjakan pengguna tentu adalah kamera yang semakin canggih serta display layar yang lebih luas. Hal inilah yang membuat kamera digital semakin tergerus, apalagi fitur-fiturnya telah diadopsi oleh smartphone.

Akan tetapi, sebagus atau secanggih apapun kamera smartphone tetaplah memiliki kekurangan. Salah satunya memotret di malam hari. Seperti kita tahu, di ruangan yang gelap dan minim cahaya, kamera ponsel akan menunjukkan "kelemahan"…