Langsung ke konten utama

Welcome to The Station, Welcome to CGV Cinemas Central Park


"Sometimes the wrong train takes you to the right station.."

Kurang lebih tiga tahun lalu, untuk pertama kalinya saya menonton bioskop di salah satu mall di kawasan Jakarta Barat ini. Dahulu masih bernama Blitzmegaplex dan interior bioskop dibuat bernuansa futuristik. Setelah dibeli oleh CJ CGV, bioskop ini sempat berganti nama menjadi CGV Blitz dan terhitung sejak tahun kemarin resmi menjadi CGV Cinemas. 

Penyegaran dan rebranding tentu perlu dilakukan, salah satunya CGV Cinemas Central Park yang sempat ditutup beberapa bulan lalu untuk renovasi. Jumat (6/4/2018) silam, CGV Cinemas Central Park resmi memperkenalkan tampilan barunya. Tak seperti bioskop pada umumnya, bahkan dengan CGV Cinemas di tempat lain, CGV disini memiliki konsep retro vintage bergaya ala stasiun luar negeri sehingga lebih fresh dan comfortable.





Lobi tampak lebih luas dan lebih terang. Ada banyak spot-spot cantik dan instagramable di tiap sudut. CGV juga tetap mempertahankan konsep cultureplex untuk memberikan pengalaman lebih pada pengunjung yang bukan hanya sekedar datang untuk menonton. Disini ada spot khusus untuk live music dimana saat itu ada siaran on air dari stasiun radio Trax FM yang menghadirkan penyanyi Calvin Jeremy.

CGV Cinemas Central Park juga memiliki beragam fasilitas, salah satunya Warung Kopi yang bisa menjadi tempat nongkrong sambil bekerja atau menunggu film. Ada pula Crunchy Zone, booth yang menjual aneka cemilan gorengan dengan harga terjangkau. Virtual Game juga bisa dinikmati disini untuk membunuh waktu.

***







Bersama teman-teman dari komunitas pecinta film, saya berkesempatan untuk merasakan pengalaman berbeda di bioskop yang sudah delapan tahun berdiri ini. Kami turut hadir dalam premiere screening film berjudul "Please Stand By" yang dibintangi oleh Dakota Fanning. Hadir pula komunitas fanboy Star Trek karena memang film ini bercerita tentang seorang gadis autis penggemar Spock dkk.

Secara garis besar tampilan teater tak jauh berubah. Hanya saja di labirin menuju teater kini dihiasi dengan mural-mural cantik, cocok untuk sekedar selfie atau berfoto demi memenuhi feeds instagram. CGV Cinemas Central Park memiliki 11 layar, diantaranya 1 auditorium 4DX, 1 auditorium Satin dan 2 auditorium Velvet. Pengunjung juga diberi kemudahan dalam membeli tiket baik melalui aplikasi, website, juga self-ticketing machine dengan menggunakan member card maupun E-Card.

Bagi Anda yang berdomisili di Jakarta Barat, menghabiskan waktu di tempat ini sangat recomended karena CGV Cinemas Central Park memberikan pengalaman lebih dari sekedar menonton. Jangan lupa untuk mengabadikan tiap sudut bioskop dengan lensa kamera karena memang sangat cantik dan sayang untuk dilewatkan begitu saja. Kitapun bisa memilih, ingin menonton atau sekedar nongkrong saja.

Last but not least, seperti kutipan di awal artikel ini. Wrong station takes You to the right station. Jika kita 'salah' memilih film atau menonton film yang membosankan, setidaknya kita masih bisa merasakan pengalaman menyenangkan di bioskop ini. Karena CGV Cinemas Central Park memang lebih dari sekedar menonton.

Yes, welcome to the station..










Komentar

  1. wah tempat nonton yang bisa dipakai buat arena berfoto juga ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yups, bisa buat nongkrong sambil ngopi2 juga..

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tak Hanya Outfit, Jam Tangan Juga Bisa "Saltum"

Beberapa waktu lalu di suatu acara resmi, saya bertemu dengan seorang kawan. Ia memakai outfit batik lengkap dengan pantofel, namun ada sesuatu yang sedikit mengganjal. Ternyata ia memakai jam tangan digital bertipe sport. Tentu ini sedikit mengurangi tingkat "kekerenan"-nya hanya karena "saltum" jam tangan.

Lain halnya dengan seorang kawan lainnya dimana ketika kami traveling trekking ke curug, ia menggunakan jam tangan dengan bracelet stainless steel. Memang tipe ini tahan air, tapi untuk kegiatan outdoor sangat tidak disarankan karena selain lebih berat, bahan stainless steel juga berpotensi mencederai tangan dan tidak nyaman untuk heavy activity.

Berkaca pada kedua kasus ini, ternyata bukan hanya outfit saja yang bisa salah kostum. Aksesoris seperti jam tangan juga harus memiliki penempatan yang sesuai agar tidak saltum. Jangan sampai penampilan sempurna kita dari atas sampai bawah ternoda hanya karena menggunakan jam tangan yang kurang tepat. Jam tangan yang …

Perjalanan Menuju Pagi

Gelap gulita menyergap, namun tak menyurutkan kaki untuk melangkah..

Ribuan derap langkah kaki merayap dalam sendu, sebagian terantuk sebagian tertatih..

Cahaya kecil menerangi jalan, dengan keringat yang terhapus dinginnya pagi..

Setapak demi setapak, selangkah demi selangkah, tak ada kata untuk mundur..

Dari balik daun, semburat jingga terbangun dari tidur lelapnya..

Sedikit lagi..

Sedikit lagi..

Hanya tinggal beberapa tapak langkah kaki lagi..

Di atas sana, kaki-kaki yang sudah lelah melangkah beristirahat..

Menunggu..

Menunggu..

Dan menunggu..

Cahaya keemasan itu akhirnya muncul, membayar lelah ribuan pasang mata yang menantinya..

Sebagian terdiam..

Sebagian terkejut..

Sebagian bersikap tak acuh dan menyibukkan diri..

Tak ada yang lebih indah daripada melihat anugerah Tuhan, ciptaanNya yang sempurna..

Yang menandakan, hari ini adalah hari baru, semangat baru dan harapan baru..

Lupakan yang telah berlalu, mari songsong hari baru dengan senyuman..

Selamat pagi dunia..

Ayo, Kurangi Penggunaan Plastik!

Beberapa waktu lalu ramai di media sosial mengenai sampah plastik yang ditemukan dalam perut ikan. Ada pula biota laut yang habitatnya tercemar plastik sehingga mengiranya sebagai makanan. Atau cerita plastik kemasan makanan instan yang ditemukan masih utuh meski sudah lebih dari dua dekade terombang-ambing dan mengapung di laut.

Permasalahan sampah plastik sudah menjadi masalah internasional. Banyak negara yang mengupayakan berbagai cara untuk menekan angka jumlah sampah plastik. Salah satunya dengan memproduksi plastik ramah lingkungan yang mudah hancur dalam waktu relatif singkat. Selain itu, juga dengan cara meminimalisir penggunaan plastik.

Sebagai wujud cinta terhadap bumi yang kita pijak dan hirup udaranya ini, sudah sepatutnya kita berperan serta dalam upaya menekan jumlah sampah plastik. Bukankah banyaknya sampah plastik juga akibat perbuatan manusia. Karena itulah kita bisa turut aktif dalam kampanye minimalisir penggunaan plastik, yaitu dengan cara:


1. Mengganti plastik de…