Langsung ke konten utama

"Tokoh Inspiratif", Membuat Perubahan, Memberi Motivasi


Ketika saya remaja, di televisi booming acara talkshow yang selain mengetengahkan isu-isu terkini, juga mengangkat tokoh-tokoh dengan kisah hidup yang menginspirasi. Acara yang dipandu oleh Andy F. Noya itu dikenal dengan nama "Kick Andy". Tokoh-tokoh inspiratif yang menjadi narasumber berasal dari berbagai kalangan, mulai dari selebritis, politikus, aktivis bahkan rakyat jelata.

Beberapa tahun kemudian, muncul acara dengan konsep serupa yang kali ini dibawakan oleh pria yang dikenal sebagai magician atau pesulap, Deddy Corbuzier. Acara "Hitam Putih" juga selalu mengundang tokoh-tokoh inspirasional lainnya yang mayoritas berasal dari masyarakat menengah ke bawah. Kisah masinis yang mengorbankan nyawa demi penumpang, atau tukang becak yang mengembalikan uang ratusan juta rupiah adalah salah dua contohnya.

Tak dipungkiri, masyarakat kita memang membutuhkan tokoh-tokoh inspiratif seperti ini. Maraknya isu yang memecah belah dan mengkotak-kotakkan, isu yang digoreng demi tujuan tertentu, sampai politik kepentingan membuat masyarakat resah. Mereka membutuhkan contoh nyata dari seseorang yang vokal, berprestasi serta berani melawan ketidakadilan sekalipun tak ada yang mendukungnya.


Inspirasi juga tak harus dari perkara besar. Mereka yang membuat perubahan, meski dalam skala terkecil sekalipun juga bisa menjadi wujud nyata dari tokoh-tokoh inspiratif yang memberi perubahan. Bukalah mata, dan lihatlah mereka yang memotivasi dan menginspirasi kita untuk jadi lebih baik.

Launching tokohinspiratif.id


Karena kepeduliannya terhadap masa depan bangsa, sekumpulan individu dan organisasi mendirikan tokohinspiratif.id untuk menjadi wadah terhubungnya individu-individu yang telah berbuat baik dan memberi inspirasi bagi bangsa dan kemanusiaan.

Melalui wadah tokohinspiratif.id, diharapkan semakin banyak orang yang ambil peran menjadi inspirator untuk Indonesia yang lebih baik dan menularkan semangat agar lebih banyak orang yang terinspirasi untuk menjadi inspirasi.


Dalam acara launching website tokohinspiratif.id di Ocha & Bella Resto, Jakarta Pusat, pada Kamis (9/8/2018), website ini memuat ini banyak tokoh inspiratif dari berbagai kalangan, latar belakang, minat dan usia. Mereka memiliki semangat yang menyala-nyala dan mengajak setiap orang untuk berbuat baik.

Para tokoh inspiratif ini terbagi dalam 11 kategori inspirasi, yaitu: komunitas, akademisi, organisasi non pemerintah/non politik, masyarakat adat, penyelenggara/aparatur negara, guru, kesehatan, difabel, demokrasi, seniman dan nelayan.

Dalam acara itu, hadir beberapa tokoh inspiratif dari beberapa kategori yang memberikan testimoni tentang bagaimana membuat perubahan dan memberi motivasi dan inspirasi bagi banyak orang.


Nur Hidayati atau akrab disapa Bu Yaya adalah aktivis organisasi nonpolitik yang menjabat sebagai Direktur Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) dan dikenal sebagai pejuang lingkungan.

"Tidak ada negara yang baik hati, rakyatlah yang membentuk suatu negara," ujar Bu Yaya dalam pemaparannya.

Hal ini diungkapkannya karena marak isu-isu yang terkait dengan lingkungan hidup dan pembangunan. Ia juga berbicara soal korporasi penguras sumber daya alam, dimana yang mereka lakukan terhadap lingkungan sudah masuk kategori kejahatan luar biasa. Sebab kejahatan di sektor tersebut tidak hanya memberikan dampak negatif untuk saat ini, melainkan juga berdampak buruk bagi generasi penerus.


Selain itu, ada Dr. Ratna Dewi Petalolo, SH, MH sebagai aparatur pemerintah yang merupakan anggota Bawaslu RI Divisi Penindakan. Semangat untuk mengawasi pemilu membuatnya tertarik menjadi anggota Bawaslu untuk menentukan kualitas pemilu dan demokrasi di Indonesia. Baginya, pemilu adalah proses membangun peradaban demokrasi, bukan sekedar datang ke TPS dan menggunakan hak suara.

Dalam kesempatan yang sama, Titi Anggraini, Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) juga menyuarakan pendapatnya mengenai demokrasi.

"Bagi rakyat, demokrasi bisa menjadi tujuan, tetapi demokrasi juga bisa menjadi alat," jelasnya.

Bagi wanita berjilbab ini, demokrasi sebenarnya bukanlah pilihan sistem terbaik. Tetapi dengan segala kekurangannya, demokrasi memungkinkan pelakunya untuk mendebat dan mendiskusikan kelemahan sistemnya agar menjadi lebih baik.


Sebagai satu-satunya kaum adam yang menjadi narasumber, Merah Johansyah Ismail yang kerap disapa Bung Merah menyuarakan pendapatnya mengenai carut-marut pertambangan. Koordinator Nasional Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) sangat lantang, lugas dan tegas dalam menyampaikan pesannya, khususnya untuk kaum milenial.

"Aktor demokrasi adalah rakyat, bukan pemerintah! Saat ini sudah ada 9.700 izin pertambangan dengan tujuan politiknya yang merusak lingkungan. Stop pertambangan!"

Menggeluti bidang yang acap kontra dengan pemangku kepentingan, Bung Merah sering mendapat intimidasi dari lawan-lawannya. Namun idealisme yang menjadi pedoman serta keberanian ekstra dan nyali yang tinggi membuatnya tak gentar demi mendorong demokrasi baru Indonesia yang anti korupsi, pro lingkungan hidup, pro keselamatan rakyat, dan tidak terjebak pada topik SARA yang sangat mengerdilkan martabat bangsa.

Terakhir, mewakili akademisi hadir Prof. Dr. Sulistyowati Irianto, Guru Besar Antropologi Universitas Indonesia yang tak gentar melawan korupsi. Gelar profesor di bidang antropologi tak menghalanginya untuk aktif dalam Gerakan Guru Besar Anti Korupsi. Baginya, korupsi bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga merupakan pelanggaran hak asasi orang lain.

"Seorang guru bukan hanya mengajar, tetapi memberi contoh agar muridnya dapat berpikir kritis," katanya menjelaskan aktivitasnya.


Bagaimana menjadi tokoh inspiratif


Satu perbuatan baik dari setiap penduduk Indonesia akan menjadi tabungan yang sangat besar bagi kemajuan bangsa. Sebagai wadah yang memberi inspirasi bagi bangsa dan kemanusiaan, tokohinspiratif.id juga memberi kesempatan kepada setiap orang untuk mengusulkan dan ambil bagian dalam menjadi inspirasi bagi bangsa.

Adapun kriteria untuk menjadi tokoh inspiratif adalah:

  1. Memiliki passion, dilihat dari track record serta usia perjuangannya.
  2. Memiliki kapasitas, baik itu ilmu atau akses.
  3. Memiliki integritas, jujur dalam pengabdian.
  4. Memiliki inovasi, sesuatu yang out of the box atau anti mainstream.
  5. Memiliki semangat untuk memberi dan berbagi.



Setiap orang bisa menjadi inspirasi, setiap orang bisa memotivasi untuk menjadi lebih baik di lingkungan sekitarnya. Membuat perubahan tak harus dalam skala besar, tetapi bisa dimulai dari hal kecil. Semoga kita bisa menjadi inpirasi dan motivasi yang memiliki kepedulian dan semangat untuk melakukan kebaikan.

Tabik

Komentar

  1. Balasan
    1. Yup, kita bisa melihat langsung para inspirator 👍🏼

      Hapus
  2. Perlu diperbanyak konten seperti ini tentunya

    BalasHapus
  3. semoga makin banyak orang yang terinspirasi dari tokoh-tokoh yang keren

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin, biar makin banyak yg terinpirasi untuk berbuat baik dan membuat perubahan..

      Hapus
  4. Thanks God acara tipi kita masih ada yang bermanfaat ya.. moga Andy Noya nggak minta pensiun... salut sama tokoh inspiratif yang terpilih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk media televisi masih okelah. Biar web tokohinspiratif.id yang menjadi informasi bermanfaat untuk media online..

      Hapus
  5. Bahasannya lengkap dan keren. Semoga dengan acara dan website seperti ini tergugah keinginan kita untuk menjadi manusia yang penuh inspirasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tengkyu om tarot.. 🙇🏻
      Amin, semoga para pembaca menjadi terinspirasi..

      Hapus
  6. Banyak orang uang bisa dijadikan tokoh inspiratif.
    Dulu ada Kapolri Pak Sutanto, mantan Ketua MK Pak Mahfud MD, dan banyak lagi yang lainnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dari politikus dan negarawan banyak juga yang menginspirasi..
      Semoga2 tokoh inspiratif tersebut bisa menjadi panutan untuk generasi muda..

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tak Hanya Outfit, Jam Tangan Juga Bisa "Saltum"

Beberapa waktu lalu di suatu acara resmi, saya bertemu dengan seorang kawan. Ia memakai outfit batik lengkap dengan pantofel, namun ada sesuatu yang sedikit mengganjal. Ternyata ia memakai jam tangan digital bertipe sport. Tentu ini sedikit mengurangi tingkat "kekerenan"-nya hanya karena "saltum" jam tangan.

Lain halnya dengan seorang kawan lainnya dimana ketika kami traveling trekking ke curug, ia menggunakan jam tangan dengan bracelet stainless steel. Memang tipe ini tahan air, tapi untuk kegiatan outdoor sangat tidak disarankan karena selain lebih berat, bahan stainless steel juga berpotensi mencederai tangan dan tidak nyaman untuk heavy activity.

Berkaca pada kedua kasus ini, ternyata bukan hanya outfit saja yang bisa salah kostum. Aksesoris seperti jam tangan juga harus memiliki penempatan yang sesuai agar tidak saltum. Jangan sampai penampilan sempurna kita dari atas sampai bawah ternoda hanya karena menggunakan jam tangan yang kurang tepat. Jam tangan yang …

Semangkuk Soto, Segelas Anggur dan Peragaan Busana

Beberapa waktu lalu Kementerian Pariwisata telah menetapkan lima makanan yang menjadi kuliner nusantara. Selain menjadi ikon kuliner, makanan-makanan tersebut juga menjadi salah satu media promosi untuk memperkenalkan Indonesia ke seluruh dunia. Menariknya, Rendang yang saya kira berada di urutan pertama, ternyata ada di posisi kedua. Nomor satu yang menjadi ikon kuliner Indonesia adalah SOTO.
Mengapa soto bisa jadi nomor satu, dibandingkan rendang yang sudah mendunia (apalagi ketika dinyanyikan oleh Bule yang jatuh cinta pada masakan khas Minang itu). Jawabannya adalah selain merupakan kuliner asli Indonesia, soto mudah ditemukan di dimana-mana, bahkan setiap daerah punya ciri khas soto masing-masing. Sebut saja Soto Kudus, Soto Lamongan atau Soto Banjar dengan bumbu, rempah serta kearifan lokal dari kota asalnya.
Selaras dengan momen tersebut, Summarecon Mal Kelapa Gading bersama Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta kembali menyelenggarak…

Ariana dan Kata Hatinya

Malam itu hujan deras turun. Dengan tergesa-gesa gue langsung menuju restoran dimana teman-teman janjian kumpul disana. Seperti biasa, yang janji mau ngumpul ada enam-tujuh orang, yang baru nongol baru satu orang. Dari jauh terlihat Cindy sedang sibuk membuka buku menu sambil sesekali melirik smartphone yang ditaruh tepat di sampingnya.

"Baru lu doang nih yang dateng? Yang lain pada kemana?" tanya gue sambil menarik kursi.

"Eh, Wil. Baru nyampe lu? Tau nih, yang lain pada ngaret," jawab Cindy sambil menggerutu.

"By the way kemana aja lu? Sok sibuk banget sih. Kemarin pas mau nonton bareng, bilangnya lagi lembur. Pas diajak CFD, malah meeting sama klien di luar. Sibuk banget lu kerja, kaya juga nggak. Hahhaha.." Cindy tertawa sambil meledek.

"Iya, iya.. sorry. Lagi banyak kerjaan nih," kata gue memelas sambil memanggil pelayan untuk pesan minuman.

Tak berapa lama, terlihat seorang wanita berlari kecil menghampiri kami dengan pakaian yang sedikit lep…