MPASI, Lebih Dari Sekedar Makanan Pendamping


Dulu, saya sempat berpikir bahwa bayi itu butuh ASI eksklusif sampai usianya dua tahun. Namun kenyataan yang sering saya lihat, terutama dari keluarga saya sendiri, tidak semua orang tua memberikan asupan ASI secara eksklusif. Saya memiliki dua orang kakak yang sudah memiliki anak, dan anak-anaknya malah diberi susu formula. Pemberian ASI hanya di awal-awal ketika baru melahirkan saja.

Sejatinya, pemberian ASI eksklusif sangat penting bagi tumbuh kembang buah hati. Akan tetapi, tak banyak orang tua yang memahami hal ini. Mereka berpikir ASI bisa digantikan dengan susu formula yang dikhususkan untuk balita. Terlebih lagi, tak sedikit orang tua yang paham akan pemberian MPASI (Makanan Pendamping ASI) sesuai pertumbuhan si kecil.

Pada acara talkshow "Resep MPASI Untuk si Kecil" yang diselenggarakan di Modena Experience, Senopati, Jakarta Selatan pada Sabtu (13/10) lalu, Moms and Dads bukan hanya belajar bagaimana cara meracik menu MPASI yang cocok sesuai pertumbuhan anak, tetapi juga memahami asupan gizi yang dibutuhkan oleh buah hati. Jadi, MPASI bukan hanya sekedar makanan pendamping, tetapi ada asupan gizi yang diperlukan demi melengkapi kebutuhan gizi yang sudah terakomodir oleh ASI.


Acara ini terselenggara berkat kerja sama Orami dan Modena serta didukung oleh RS Pondok Indah. Hadir pula Chef Odie Djamil yang membagikan resep MPASI serta dr. Juwalita Surapsari, Sp.Gk, M.Gizi sebagai narasumber yang mensosialisasikan betapa pentingnya pemberian MPASI sesuai tumbuh kembang si kecil.

Apa indikator bayi sudah siap diberi MPASI? Menurut Dokter Juwalita, waktu yang tepat adalah 6 bulan, tapi semua kembali pada kesiapan anak. Bagaimana kita tahu si kecil sudah siap untuk diberi MPASI? Perhatikan, apakah bayi mengecap saat kita sedang makan didekatnya. Jika iya, artinya inilah respon orang tua untuk segera memberikan MPASI.

Syarat utama untuk memberikan MPASI juga mudah, harus ENAK! Percaya atau tidak, sejak usia 4 bulan lidah bayi sudah memiliki preferensi rasa. Hal ini akan terus berkembang sampai usia bayi mencapai dua tahun. Namun bukan berarti orang tua bisa menambahkan bumbu-bumbu seperti garam dan gula dengan sembarangan. Mereka bisa mengganti dengan bahan alami seperti kaldu jamur atau keju.

Setelah usia 6 bulan, moms and dads bisa memberikan MPASI berupa sumber karbohidrat seperti serenalia. Memasuki usia 12 bulan, makanan berzat besi seperti daging, telur dan ikan juga sudah boleh diberikan untuk si kecil. Tak lupa, buah dan sayuran yang dihaluskan juga menjadi asupan wajib.


Moms and dads juga tidak boleh terlambat memperkenalkan tekstur makanan. Biasanya MPASI diolah dengan cara dihaluskan. Namun di usia 7-8 bulan, pertumbuhan gusi serta syaraf motorik juga bisa dirangsang dengan pemberian MPASI yang tepat. Awanya kita bisa memberi makanan yang sudah disaring atau diblender, menjelang 12 bulan kita bisa memberikan makanan yang dicacah. Usia 1 tahun, anak sudah bisa mengkonsumsi nasi tim.

Sejatinya usia 6 bulan adalah masa adaptasi dimana si kecil belajar mengenal makanan yang diberikan. Karena itu peran oramg tua sangat penting untuk aware bukan hanya soal makanan tetapi juga benda-benda yang masuk ke dalam mulut bayi. Bukankah kita sering melihat batita memasukkan apa saja ke mulutnya, bahkan yang bukan makanan.

Senada dengan Dokter Juwita, Chef Odie juga sharing menu makanan yang tepat sebagai pendamping ASI. Menurutnya makanan tersebut harus berasal dari sumber terpercaya, lalu sebelum diolah juga harus dicuci di air yang mengalir. Orang tua juga sering salah kaprah dengan menambahkan susu pada MPASI yang tak perlu diberi tambahan susu, karena itu malah membuat gizinya hilang.



Beliau juga mempraktekkan salah satu menu MPASI, yakni Nasi Putih Daging Sapi Edamame Labu Siam Saus Tomat. Menu ini kaya akan gizi seperti karbohidrat dari beras organik, protein dan lemak dari daging sapi, labu siam dan edamame, vitamin C dari tomat serta EVOO (Extra Virgin Olive Oil) yang sehat dan aman dikonsumsi oleh siapa saja.

Beras dimasak dengan kaldu sapi murni sampai matang dan lunak sehingga cocok dikonsumsi oleh bayi. Dan yang terpenting, moms juga harus mencicipi terlebih dahulu apakah rasanya enak atau tidak. Jangan lupa, lidah si kecil juga sedang beradaptasi akan rasa makanan.

Selain nasi lunak/bubur, si kecil bisa diberikan "desert" penuh gizi seperti Apple Pie Chia Pudding yang terbuat dari apel, susu kedelai, chia seeds dan kayu manis. Moms and dads juga bisa memberikan crackers yang bisa dibuat sendiri. Tentunya dengan tekstur sedikit lunak agar aman dikonsumsi buah hati.



Seperti namanya, Carrots and Cheese Crackers terbuat dari parutan wortel dan keju ditambah bumbu untuk membuat kue seperti oats yang sudah dihaluskan, telur, almond powder dan olive oil. Setelah matang, bisa didinginkan dan segera dikonsumsi untuk cemilan dan MPASI bagi buah hati.

Pemberian MPASI yang tepat adalah kunci untuk mendukung tumbuh kembang si kecil. Ini adalah masa transisi dimana peran orang tua sangat penting dalam memenuhi kebutuhan gizi buah hati lewat MPASI. Semoga moms and dads kini lebih paham akan pentingnya pemberian MPASI. Karena hal ini bukan hanya berlangsung sampai batita saja, tetapi juga saat ia tumbuh dewasa.


MPASI lebih dari sekedar makanan pendamping untuk buah hati saat ia masih kecil. Jadi, kini moms and dads sudah paham kan bagaimana memberikan MPASI yang tepat untuk si kecil? :)

Komentar

Postingan Populer