Langsung ke konten utama

Sayangi Jantungmu dengan Hidup CERDIK dan PATUH


Tahukah Anda bahwa penyakit jantung koroner (PJK) adalah penyebab kematian tertinggi kedua setelah stroke. Di Indonesia, 12,9% penyebab kematian disebabkan oleh PJK (data diambil dari Sample Registration System pada 2014).  Penyakit jantung koroner adalah penyakit pembuluh darah pada jantung yang diakibatkan penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah jantung sehingga terjadi serangan jantung yang mengakibatkan kematian.

Faktanya, hanya setahun berselang atau pada 2015, PJK naik level menjadi penyebab nomor 1 kematian di seluruh dunia (menurut WHO). Di dunia, setiap 3 detik ada yang meninggal karena PJK atau stroke. Bahkan 1 dari 10 orang di Indonesia meninggal karena PJK. Penyakit jantungpun menjadi penyakit yang menghabiskan biaya pelayanan terbanyak dari seluruh jenis penyakit dengan total Rp 7,4 trilyun pada 2016 (data BPJS 2017).

Kenali Tanda, Gejala dan Faktor Risiko PJK


Saat ini penyakit tidak mengenal usia. Mereka yang masih muda dan tergolong produktif juga berpotensi terkena serangan jantung atau biasa disebut "angin duduk". Tanda dan gejala khas dari PJK adalah keluhan di dada seperti nyeri, rasa berat, rasa terbakar atau tertekan di daerah dada, bisa juga dengan rasa mual atau nyeri di ulu hati.



Rasa nyeri ini akan berlangsung selama lebih dari 20 menit saat istirahat atau saat beraktivitas yang disertai gejala keringat dingin. Gejala lainnya adalah pusing, mual dan badan lemah. Tempat nyeri pada gangguan jantung juga beragam seperti:
- Belakang tulang dada
- Belakang tulang dada menjalar ke leher
- Dari dada menjalar ke bahu dan dada
- Dari dada menjalar ke rahang
- Dari dada bawah di ulu hati
- Sekitar punggung, di antara kedua belikat

Faktor risiko dari PJK terdiri dari dua macam, baik yang dapat dimodifikasi maupun yang tak dapat dimodifikasi. Usia, jenis kelamin dan keturunan/ras adalah risiko yang tak dapat dimodifikasi. Kelompok usia 65 - 74 tahun menjadi kelompok usia dengan risiko tertinggi dengan persentase 3,6%, dilanjutkan > 75 tahun (3,2%), 55 - 64 tahun (2,8%), 45 -54 tahun (2,1%), 35 - 44 tahun (1,3%), 25 - 34 tahun (0,9%), dan 15 - 24 tahun (0,7%). Sementara perempuan berisiko lebih tinggi (1,6%) daripada lelaki (1,3%).



Adapun risiko yang dapat dimodifikasi antara lain: merokok, dislipidemia, hipertensi, diabetes melitus, kurang aktivitas fisik, obesitas atau berat badan berlebih, diet yang tidak sehat, stres serta konsumsi alkohol berlebih. Faktor yang bisa dimodifikasi juga biasa disebut faktor perilaku yang menyebabkan Penyakit Jantung Koroner.

Bagaimana Mencegah PJK


Siklus atau proses terjadinya PJK sebenarnya sudah dimulai sejak usia dini, dimana terjadi penyumbatan darah arteri melalui pola hidup yang kurang baik. Dalam siklus mulai dari bayi/balita, remaja, dewasa sampai lansia, risiko PJK mulai terjadi. Menjaga pola hidup sehat sejak usia dini akan menurunkan risiko terjadinya PJK.

Lalu bagaimana caranya agar kita terhindar, atau setidaknya meminimalisir risiko terkena serangan jantung dan PJK. Pada peringatan Hari Jantung Sedunia tahun 2018, kita diajak untuk melakukan perubahan kecil dalam hidup kita, membuat sebuah janji sederhana untuk kesehatan jantung kita dab kesehatan jantung orang yang kita sayangi dengan tema "My Heart, Your Heart".


Pencegahan penyakit jantung koroner dapat dilakukan dengan meningkatkan gaya hidup sehat dengan perilaku "CERDIK", yaitu:

Cek kesehatan secara rutin
- sehat/berisiko penyakit tidak menular (PTM): minimal 1 kali setahun
- sudah menderita PTM: 1 kali sebulan

Enyahkan asap rokok
- perokok/bentuk lainnya segera berhenti
- bukan perokok tidak memulai untuk merokok
- penerapan Kawasan Tanpa Rokok

Rajin aktivitas fisik
- minimal 30 menit/hari selama 5 hari/minggu (150 menit/minggu)
- di rumah, di perjalanan atau di tempat kerja

Diet yang sehat dengan kalori seimbang
- batasi konsumsi gula (4 sendok makan), garam (1 sendok teh) dan lemak (5 sendok makan minyak)/hari
- konsumsi buah dan sayur 5 porsi/hari

Istirahat cukup
- tidur 7-8 jam/hari

Kelola Stres
- seimbang antara waktu untuk bekerja, istirahat, olahraga/rekreasi dan sosial
- beribadah sesuai agama/keyakinan
- bersikap terbuka dan berpikiran positif

Lalu bagaimana dengan penyandang PTM (penyakit tidak menular), terutama PJK? Caranya dengan melakukan pola hidup "PATUH", yaitu:
- Periksa kesehatan secara rutin
- Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat
- Tetap aktivitas fisik dengan aman
- Upayakan diet sehat dan gizi seimbang
- Hindari asap rokok, minuman beralkohol dan zat karsinogenik lainnya

Perubahan sederhana dalam aktivitas sehari-hari tentunya akan semakin menekan risiko terjadinya PJK. Dengan perilaku CERDIK kita akan mendapatkan jantung yang sehat. Pola hidup PATUH juga akan mengendalikan PJK agar tidak berakibat fatal. Dengan gaya hidup sehat, bukan tidak mungkin PJK bisa dicegah bahkan diobati. Sayangi jantungmu sejak dini, dan jagalah masa mudamu untuk masa tuamu.

"Hidup CERDIK, JANTUNG Sehat"



Komentar

  1. Satu lagi penyebab sakit jantung yaitu begadang. Gak percaya? Dicoba saja, sering-sering begadang, nanti terbukti kok hehehe...

    BalasHapus
  2. Cerdiik dan patuh ya.. Baiklah. Cintai kesehatan jantung kita ya bang...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup teh, rawatlah kesehatan di masa muda agar jantung sehat di masa tua..

      Hapus
  3. bermanfaat...nambah wawasan.
    Thank you for sharing

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tak Hanya Outfit, Jam Tangan Juga Bisa "Saltum"

Beberapa waktu lalu di suatu acara resmi, saya bertemu dengan seorang kawan. Ia memakai outfit batik lengkap dengan pantofel, namun ada sesuatu yang sedikit mengganjal. Ternyata ia memakai jam tangan digital bertipe sport. Tentu ini sedikit mengurangi tingkat "kekerenan"-nya hanya karena "saltum" jam tangan.

Lain halnya dengan seorang kawan lainnya dimana ketika kami traveling trekking ke curug, ia menggunakan jam tangan dengan bracelet stainless steel. Memang tipe ini tahan air, tapi untuk kegiatan outdoor sangat tidak disarankan karena selain lebih berat, bahan stainless steel juga berpotensi mencederai tangan dan tidak nyaman untuk heavy activity.

Berkaca pada kedua kasus ini, ternyata bukan hanya outfit saja yang bisa salah kostum. Aksesoris seperti jam tangan juga harus memiliki penempatan yang sesuai agar tidak saltum. Jangan sampai penampilan sempurna kita dari atas sampai bawah ternoda hanya karena menggunakan jam tangan yang kurang tepat. Jam tangan yang …

Perjalanan Menuju Pagi

Gelap gulita menyergap, namun tak menyurutkan kaki untuk melangkah..

Ribuan derap langkah kaki merayap dalam sendu, sebagian terantuk sebagian tertatih..

Cahaya kecil menerangi jalan, dengan keringat yang terhapus dinginnya pagi..

Setapak demi setapak, selangkah demi selangkah, tak ada kata untuk mundur..

Dari balik daun, semburat jingga terbangun dari tidur lelapnya..

Sedikit lagi..

Sedikit lagi..

Hanya tinggal beberapa tapak langkah kaki lagi..

Di atas sana, kaki-kaki yang sudah lelah melangkah beristirahat..

Menunggu..

Menunggu..

Dan menunggu..

Cahaya keemasan itu akhirnya muncul, membayar lelah ribuan pasang mata yang menantinya..

Sebagian terdiam..

Sebagian terkejut..

Sebagian bersikap tak acuh dan menyibukkan diri..

Tak ada yang lebih indah daripada melihat anugerah Tuhan, ciptaanNya yang sempurna..

Yang menandakan, hari ini adalah hari baru, semangat baru dan harapan baru..

Lupakan yang telah berlalu, mari songsong hari baru dengan senyuman..

Selamat pagi dunia..

Ayo, Kurangi Penggunaan Plastik!

Beberapa waktu lalu ramai di media sosial mengenai sampah plastik yang ditemukan dalam perut ikan. Ada pula biota laut yang habitatnya tercemar plastik sehingga mengiranya sebagai makanan. Atau cerita plastik kemasan makanan instan yang ditemukan masih utuh meski sudah lebih dari dua dekade terombang-ambing dan mengapung di laut.

Permasalahan sampah plastik sudah menjadi masalah internasional. Banyak negara yang mengupayakan berbagai cara untuk menekan angka jumlah sampah plastik. Salah satunya dengan memproduksi plastik ramah lingkungan yang mudah hancur dalam waktu relatif singkat. Selain itu, juga dengan cara meminimalisir penggunaan plastik.

Sebagai wujud cinta terhadap bumi yang kita pijak dan hirup udaranya ini, sudah sepatutnya kita berperan serta dalam upaya menekan jumlah sampah plastik. Bukankah banyaknya sampah plastik juga akibat perbuatan manusia. Karena itulah kita bisa turut aktif dalam kampanye minimalisir penggunaan plastik, yaitu dengan cara:


1. Mengganti plastik de…