Langsung ke konten utama

Kampanye "SUPEAR" & Hari Buah Pir Sedunia


1 Desember biasanya diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia. Hari dimana semua orang mengampanyekan tentang bahaya penyakit HIV AIDS, cara mencegahnya, serta dukungan kepada ODHA (Orang Dengan HIV AIDS). Tapi tahukah Anda kalau tanggal 1 Desember juga diperingati sebagai Hari Buah Pir Sedunia?

Kampanye kreatif dengan tema "SUPEAR" diprakarsai demi menggenjot jumlah konsumsi buah di Indonesia yang masih rendah. Padahal, pasokan buah kita sangat melimpah. Pada panen raya, ada banyak buah yang dipanen namun sayangnya tidak semuanya dikonsumsi oleh masyarakat, termasuk buah pir.

Berbicara mengenai sejarah buah pir, tercatat umur buah ini diperkirakan mencapai lebih dari 4.000 tahun. Pada tahun 10 SM (sebelum masehi), Homer menyebut buah pir yang merupakan salah satu buah-buahan di Taman Alcinous sebagai "karunia keajaiban para Dewa". Sejarah mencatat ketika peradaban menyebar, buah pir telah tersebar di seluruh Persia, Cina, Roma dan dibudidayakan di seluruh Eropa.


Di beberapa negara, secara sombolik pir dianggap mewakili beberapa aspek kehidupan. Misalnya, orang Cina kuno percaya bahwa pir newakili keabadian dan kemakmuran karena pohon pir hidup untuk waktu yang lama. Di Korea, pir melambangkan rahmat, kebangsawanan, simbol kenyamanan dan memberi kesuburan wanita.

Dalam sejarah Kristen, rasa manis buah pir melambangkan Perawan dan Anak. Dalam novel "Mata Mereka Mengawasi Tuhan" karangan Zora Neale Hurston, pohon pir melambangkan kedamaian batin. Dalam bahasa mandarin, pir disebut li yang berarti pemisahan. Karena itu pada tahun baru, orang-orang Cina tidak boleh membagi pir di antara teman atau kekasih demi menghindari perpisahan (cerai, mati, dll).

USA PEAR 

Buah pir yang asli berasal dari Eropa Tenggara dan Asia Barat yang menjadi leluhur varietas populer saat ini. Pada 1765, ditemukan Bartlett Pears di Inggris atau dikenal di luar Amerika Utara sebagai "Williams" pir. Saat pir tiba di Amerika Utara, tepatnya di masa kolonial ketika orang Inggris dan Eropa lainnya menetap, buah pir modern mulai dibudidayakan dengan varietas yang dihasilkan teksturnya gemuk, beraroma penuh serta berair juice melimpah.

Wilayah Northwest Pacific atau negara bagian Washington, Oregon dan sekitarnya disebut sebagai penghasil varietas utama mulai dari varietas musim panas, musim gugur hingga musim dingin. Negara bagian ini menghasilkan pir segar di Amerika Utara dan buah pir terbaik di dunia serta mudah diidentifikasi di bawah label Pir USA (USA PEAR).


Pada 1931, didirikan Pear Bureau Northwest sebagai organisasi pemasaran nirlaba untuk mempromosikan, mengiklankan dan mengembangkan pasar untuk pir segar yang tumbuh di Washington dan Oregon. Kedua negara bagian ini mendistribusikan buah pir di bawah merek koperasi USA Pear.

Washington dan Oregon menghasilkan sekitar 88% pir segar yang ditanam di Amerika Serikat, dan lebih dari 96% semua pir di musim dingin. Pear Bureau Northwest memproduksi buah pir segar kelas atas untuk pasar dunia dengan ekspor mencapai 92%.

Pir segar adalah pilihan buah yang lezat dan populer di kalangan konsumen dari segala usia. Konsumsi Pir USA di seluruh dunia juga meningkat setiap tahun. Pear Bureau Northwest mengoordinasi kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan konsumsi pir segar, salah satunya lewat Hari Buah Pir Sedunia.

Kampanye "SUPEAR"

Pada musim buah pir dari Amerika tahun 2018, maka diprakarsailah sebuah kampanye kreatif "SUPEAR" oleh Sembutopia. Dibentuk setahun silam oleh Kafi Kurnia, Sembutopia adalah gerakan kemasyarakatan yang bertujuan memotivasi dan mengispirasi masyarakat Indonesia untuk memberdayakan kemampuan diri sendiri dalam menyembuhkan diri masing-masing dari segala gangguan baik masalah jiwa dan raga.


Tujuannya adalah agar hidup penuh kesembuhan dengan gaya hidup yang lebih holistik dan berenergi. Rencananya, Sembutopia akan terus mengadakan sejumlah aktifitas dalam pemberdayaan sumber daya diri masyarakat untuk hidup lebih produktif dan memiliki gaya hidup sehat yang bermanfaat bagi bangsa dan negara, salah satunya lewat kampanya SUPEAR.

Sembutopia juga sudah membagikan ribuan pir lewat aktifitas dan kegiatan sosial di lokasi strategis (contohnya saat Car Free Day/CFD) serta mengedukasi masyrakat akan kesegaran dan manfaat dari buah pir. Sebagai salah satu buah yang cukup digemari olah banyak orang, buah pir memberi manfaat dan khasiat bila dikonsumsi secara rutin, antara lain:

  1. Melawan radikal bebas karena kandungan antioksidan yang tinggi.
  2. Memperkuat sistem imun.
  3. Mengurangi risiko terkena kanker.
  4. Melancarkan pencernaan.
  5. Menyehatkan otak.
  6. Menurunkan berat badan.
  7. Mengatasi penyakit kardiovaskular (kanker dan obesitas).
  8. Menurunkan kadar kolestrol.
  9. Mengurangi risiko terkena diabetes.
  10. Membuang racun/Detox.


Nah, sudah tahu kan manfaat dan khasiat dari buah pir. Mari mulai gaya hidup sehat dengan banyak mengonsumsi buah pir lewat kampanye SUPEAR dan kehidupan sehari-hari.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tak Hanya Outfit, Jam Tangan Juga Bisa "Saltum"

Beberapa waktu lalu di suatu acara resmi, saya bertemu dengan seorang kawan. Ia memakai outfit batik lengkap dengan pantofel, namun ada sesuatu yang sedikit mengganjal. Ternyata ia memakai jam tangan digital bertipe sport. Tentu ini sedikit mengurangi tingkat "kekerenan"-nya hanya karena "saltum" jam tangan.

Lain halnya dengan seorang kawan lainnya dimana ketika kami traveling trekking ke curug, ia menggunakan jam tangan dengan bracelet stainless steel. Memang tipe ini tahan air, tapi untuk kegiatan outdoor sangat tidak disarankan karena selain lebih berat, bahan stainless steel juga berpotensi mencederai tangan dan tidak nyaman untuk heavy activity.

Berkaca pada kedua kasus ini, ternyata bukan hanya outfit saja yang bisa salah kostum. Aksesoris seperti jam tangan juga harus memiliki penempatan yang sesuai agar tidak saltum. Jangan sampai penampilan sempurna kita dari atas sampai bawah ternoda hanya karena menggunakan jam tangan yang kurang tepat. Jam tangan yang …

Perjalanan Menuju Pagi

Gelap gulita menyergap, namun tak menyurutkan kaki untuk melangkah..

Ribuan derap langkah kaki merayap dalam sendu, sebagian terantuk sebagian tertatih..

Cahaya kecil menerangi jalan, dengan keringat yang terhapus dinginnya pagi..

Setapak demi setapak, selangkah demi selangkah, tak ada kata untuk mundur..

Dari balik daun, semburat jingga terbangun dari tidur lelapnya..

Sedikit lagi..

Sedikit lagi..

Hanya tinggal beberapa tapak langkah kaki lagi..

Di atas sana, kaki-kaki yang sudah lelah melangkah beristirahat..

Menunggu..

Menunggu..

Dan menunggu..

Cahaya keemasan itu akhirnya muncul, membayar lelah ribuan pasang mata yang menantinya..

Sebagian terdiam..

Sebagian terkejut..

Sebagian bersikap tak acuh dan menyibukkan diri..

Tak ada yang lebih indah daripada melihat anugerah Tuhan, ciptaanNya yang sempurna..

Yang menandakan, hari ini adalah hari baru, semangat baru dan harapan baru..

Lupakan yang telah berlalu, mari songsong hari baru dengan senyuman..

Selamat pagi dunia..

Ayo, Kurangi Penggunaan Plastik!

Beberapa waktu lalu ramai di media sosial mengenai sampah plastik yang ditemukan dalam perut ikan. Ada pula biota laut yang habitatnya tercemar plastik sehingga mengiranya sebagai makanan. Atau cerita plastik kemasan makanan instan yang ditemukan masih utuh meski sudah lebih dari dua dekade terombang-ambing dan mengapung di laut.

Permasalahan sampah plastik sudah menjadi masalah internasional. Banyak negara yang mengupayakan berbagai cara untuk menekan angka jumlah sampah plastik. Salah satunya dengan memproduksi plastik ramah lingkungan yang mudah hancur dalam waktu relatif singkat. Selain itu, juga dengan cara meminimalisir penggunaan plastik.

Sebagai wujud cinta terhadap bumi yang kita pijak dan hirup udaranya ini, sudah sepatutnya kita berperan serta dalam upaya menekan jumlah sampah plastik. Bukankah banyaknya sampah plastik juga akibat perbuatan manusia. Karena itulah kita bisa turut aktif dalam kampanye minimalisir penggunaan plastik, yaitu dengan cara:


1. Mengganti plastik de…