Langsung ke konten utama

Menuju Transportasi Publik yang Aman, Nyaman dan Modern



"Negara yang maju bukanlah negara yang dimana orang miskinnya memiliki mobil pribadi, melainkan dimana orang kayanya menggunakan transportasi umum."

Kalimat ini benar adanya. Suatu negara dikatakan maju dan makmur, tolok ukurnya bukanlah warganya memiliki dan menggunakan kendaraan pribadi, tetapi warganya mau menggunakan transportasi publik. Hal ini terlihat di negara-negara maju yang memiliki transportasi publik yang aman dan nyaman.

Kini, negara berkembang sedang berlomba-lomba membangun akses dan transportasi publik miliknya. Alasan utama tentu untuk mengurangi kemacetan. Indonesia adalah salah satu negara yang sedang membangun transportasi publik yang aman dan nyaman tersebut.

Sedekade lalu, transportasi publik disini jauh dari kata layak untuk keamanan dan kenyamanan. Beruntunglah, pemkot setempat berusaha membangun layanan transportasi yang terintegrasi dan modern.

Untuk saat ini, kita sudah memiliki Transjakarta serta Commuter Line sebagai sarana transportasi publik modern. Ditambah pembangunan LRT dan MRT yang sebentar lagi rampung, transportasi publik modern bukan lagi mimpi.

***

Negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura sudah lebih dulu memiliki MRT atau Mass Rapid Transit yang merupakan Angkutan Cepat Terpadu. Transportasi ini memiliki banyak kelebihan, selain aman dan nyaman, pastinya anti macet karena menggunakan jalur bawah tanah.

Kini, Jakarta akan memiliki salah satu transportasi cepat, terpadu dan modern tersebut. Proyek MRT Jakarta Fase 1 dengan jalur Lebak Bulus - Bundaran HI kini sudah rampung sekitar 97%. Diharapkan pada Maret 2019, MRT sudah beroperasi melayani masyarakat.

Bukan hanya pengerjaan MRT Fase 1 saja yang segera selesai. Proyek MRT Jakarta Fase 2 juga akan segera dimulai. Pada acara Market Forum The Commencement of Jakarta MRT Phase 2 yang digelar di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta Pusat, Selasa (6/11/2018), PT. MRT Jakarta di bawah naungan Pemkot DKI Jakarta akan bekerjasama dengan JICA (Japan International Cooperation Agency) dalam proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 2.


Rencananya, MRT Fase 2 akan dibangun dari Bundaran HI sampai ke Kampung Bandan. Heru Nugroho, selaku Manager Proyek MRT Jakarta mengatakan bahwa pembangunan tahap kedua ini lebih sulit dari yang pertama. Alasannya antara lain:

  • Bila dibandingkan dengan jalan Sudirman - Tamrin (Fase 1), Kondisi jalan Gajah Mada (Fase 2) lebih sempit.
  • Keberadaan sungai Ciliwung di sepanjang jalan Harmoni - Mangga Besar. Meski jalur kereta akan berada di sisi barat, namun akses jalur penumpang akan melintasi jalur sungai tersebut.
  • Kondisi tanah di area Gajah Mada yang tidak sama seperti di area Sudirman.
  • Jalur fase 2 ini akan melewati beberapa bangunan bersejarah sehingga pengerjaannya harus hati-hati agar tidak menimbulkan kerusakan.
  • Jalur Fase 2 juga akan melewati bangunan dengan tingkat keamanan tinggi seperti Istana Negara dan Gedung Bank Indonesia, sehingga proses pengerjaannya harus dilakukan dengan lebih hati-hati dan dengan aturan ketat.


Tantangan dan kesulitan inilah yang membuat pengerjaan proyek MRT Fase 2 jadi lebih lama. Penggalian dan konstruksi akan dilakukan pada akhir Desember 2018 dan diperkirakan selesai pada 2024. MRT Fase 2 barulah beroperasi dan bisa digunakan untuk melayani publik pada 2025.

***

Meski harus menunggu lama, setidaknya transportasi publik yang aman, nyaman dan modern kini bukan lagi mimpi. Jakarta sebagai kota yang padat tentu membutuhkan layanan transportasi publik agar jumlah penggunaan kendaraan pribadi tidak makin melonjak.



Kehadiran MRT serta transportasi lain yang sudah dan akan segera beroperasi akan membantu mengurangi kemacetan. Pemkot pun berusaha memberikan berbagai macam fasilitas demi meningkatkan keamanan dan kenyamanan transportasi publik tersebut sehingga naik kendaraan umum tak kalah bergengsi dengan naik kendaraan pribadi.

Semoga proyek pembangunan MRT segera rampung dan kita bisa menikmati akses dan transportasi publik yang modern tersebut. Indonesia juga akan lebih bangga karena akan memiliki sarana transportasi yang lengkap, tak kalah dengan negara maju dan berkembang lainnya.

Komentar

  1. Jadi gak sabar menunggu MRT selesai, pingin nyobain gimana rasanya naik MRT.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tak Hanya Outfit, Jam Tangan Juga Bisa "Saltum"

Beberapa waktu lalu di suatu acara resmi, saya bertemu dengan seorang kawan. Ia memakai outfit batik lengkap dengan pantofel, namun ada sesuatu yang sedikit mengganjal. Ternyata ia memakai jam tangan digital bertipe sport. Tentu ini sedikit mengurangi tingkat "kekerenan"-nya hanya karena "saltum" jam tangan.

Lain halnya dengan seorang kawan lainnya dimana ketika kami traveling trekking ke curug, ia menggunakan jam tangan dengan bracelet stainless steel. Memang tipe ini tahan air, tapi untuk kegiatan outdoor sangat tidak disarankan karena selain lebih berat, bahan stainless steel juga berpotensi mencederai tangan dan tidak nyaman untuk heavy activity.

Berkaca pada kedua kasus ini, ternyata bukan hanya outfit saja yang bisa salah kostum. Aksesoris seperti jam tangan juga harus memiliki penempatan yang sesuai agar tidak saltum. Jangan sampai penampilan sempurna kita dari atas sampai bawah ternoda hanya karena menggunakan jam tangan yang kurang tepat. Jam tangan yang …

Perjalanan Menuju Pagi

Gelap gulita menyergap, namun tak menyurutkan kaki untuk melangkah..

Ribuan derap langkah kaki merayap dalam sendu, sebagian terantuk sebagian tertatih..

Cahaya kecil menerangi jalan, dengan keringat yang terhapus dinginnya pagi..

Setapak demi setapak, selangkah demi selangkah, tak ada kata untuk mundur..

Dari balik daun, semburat jingga terbangun dari tidur lelapnya..

Sedikit lagi..

Sedikit lagi..

Hanya tinggal beberapa tapak langkah kaki lagi..

Di atas sana, kaki-kaki yang sudah lelah melangkah beristirahat..

Menunggu..

Menunggu..

Dan menunggu..

Cahaya keemasan itu akhirnya muncul, membayar lelah ribuan pasang mata yang menantinya..

Sebagian terdiam..

Sebagian terkejut..

Sebagian bersikap tak acuh dan menyibukkan diri..

Tak ada yang lebih indah daripada melihat anugerah Tuhan, ciptaanNya yang sempurna..

Yang menandakan, hari ini adalah hari baru, semangat baru dan harapan baru..

Lupakan yang telah berlalu, mari songsong hari baru dengan senyuman..

Selamat pagi dunia..

JNE Kini Bisa Kirim Paket ke Luar Negeri

Pernahkah Anda terpikir untuk touring ke luar negeri dengan kendaraan kesayangan? Para pecinta motor klasik dan legendaris pastinya tak ingin jauh dari tunggangannya. Namun perkara membawa motor ke luar negeri bukan hal yang mudah. Apalagi jika jaraknya terbentur laut, bukan daratan yang bisa dilalui kendaraan roda dua.

Jangan khawatir. JNE sebagai perusahaan kurir terbesar di Indonesia kini memiliki layanan untuk mengirimkan kendaraan roda dua ke luar negeri. Tentu saja keperluan pengiriman juga harus jelas, untuk keperluan pribadi, komersil, atau untuk eksebisi, alat profesional atau kemanusiaan. Karena itu dibutuhkan dokumen ATA Carnet atau CPD Carnet yang berfungsi layaknya paspor sebagai pengganti dokumen pabean nasional.

Dokumen ATA Carnet berfungsi sebagai dokumen impor dan ekspor sementara untuk barang-barang dengan keperluan pameran/eksebisi, alat profesional, pendidikan, keperluan pribadi wisatawan, keperluan pribadi olahraga dan untuk tujuan kemanusiaan. Sementara dokumen …