Membangun Infrastruktur, Membangun SDM Berkualitas


Pembangunan infrastruktur gencar dilakukan oleh pemerintah saat ini. Pulau-pulau serta daerah terpencil menjadi target pembangunan demi pemerataan. Tak perlu menyebut pembangunan seperti jalan tol, bandara atau pelabuhan. Fokus pemerintah adalah infrastruktur dasar yang meliputi irigasi, pertanian, bendungan, sanitasi dan listrik skala kecil.

Masifnya pembangunan infrastruktur adalah demi pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Pada diskusi media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 di acara OPSI dengan tema "Bekerja Membangun Keadilan", yang digelar di Studio Metro TV, Senin (17/12/2018) silam, Dirjen Anggaran Kemenkeu Askolani menegaskan bahwa ada perubahan fokus pembangunan dari yang dulunya tidak produktif menjadi produktif.

Salah satu prioritas pembangunan produktif adalah pembangunan infrastruktur karena dipandang dapat memenuhi kegiatan ekonomi dasar. Selain itu, Askolani menyebut bahwa pembangunan bukan hanya fisik saja tetapi juga nonfisik.

"Selain pembangunan fisik, ada juga nonfisik yang terbagi dua, yaitu SDM dan perlindungan sosial dan kesehatan," ujarnya.

Menurut Askolani, bila pembangunan nonfisik dikombinasikan dengan infrastruktur, maka akan tercipta SDM yang berkualitas. Dengan demikian, infrastruktur juga dapat meningkatkan kualitas hidup.


Untuk dapat membangun SDM berkualitas tidaklah mudah. Pemerintah harus fokus pada infrastruktur dasar untuk pemerataan yang terbagi dalam pelayanan dasar (listrik, sanitasi, irigasi, dll) serta konektivitas. Setelah itu, pemerintah bisa mulai membangun SDM dengan meningkatkan kualitas pendidikan dan kualitas ketenagakerjaan.

Pada kesempatan yang sama, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyampaikan, pemerintah terus mendorong pemerataan perekonomian yang berkeadilan. Pemerintah juga akan terus berupaya memperbaiki keadilan dalam kesempatan atau pemerataan kesempatan bagi seluruh masyarakat.

"Selama ini, paradigma pembangunan hanya bertumpu pada pemerataan pendapatan bukan pemerataan kesempatan," ujar Bambang.

Pemerataan pendapatan berbeda dengan pemerataan kesempatan. Karena masyarakat, terutama dari kalangan bawah masih sulit mendapatkan kesempatan yang sama dan merata. Hal ini diamini oleh Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia Rhenald Kasali.

"Adanya pemerataan kesempatan, membuat peluang kelompok masyarakat terbawah untuk naik ke tingkat pendapatan yang lebih tinggi lagi," ujar Rhenald.


Adapun pemerataan kesempatan yang diberikan pemerintah untuk mengembangkan SDM berkualitas antara lain kesempatan untuk mendapatkan:

  • Akses lahan
  • Akses atau inklusi keuangan
  • Akses berusaha
  • Akses ilmu pengetahuan 
  • Akses teknologi

"Pemerintah menginginkan lebih banyak lagi pengusaha yang muncul bukan hanya dari kelompok tertentu saja. Hal terpenting lainnya adalah, masyarakat mendapatkan akses ilmu  pengetahuan dan teknologi. Di era digital seperti ini tentu bisa lebih mudah karena Indonesia tercatat sebagai salah satu negara dengan kepemilikan handphone terbesar di dunia," jelas Bambang Brodjonegoro.

Dengan pembangunan infrastruktur fisik yang terus digenjot, diharapkan juga diikuti dengan semakin banyaknya SDM-SDM bekualitas. Dan pemerataan pendapatan dan kesempatan akan menciptakan pembangunan yang berkeadilan dan merata.

Komentar

Postingan Populer