Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Website Resmi Sekretariat Kabinet Kini Lebih Milenial

Apa yang ada di benak kalian ketika mendengar atau membuka website pemerintah dengan domain seperti .go.id ? Bayangan akan tampilan laman yang kaku dan membosankan pastinya muncul pertama kali di kepala. Belum lagi tulisan dengan gaya bahasa yang terlalu birokratif.

Padahal, sejatinya kehadiran website pemerintah adalah memberikan informasi kepada publik secara nyata dan transparan. Sayangnya fasilitas informasi dalam bentuk website ini kurang dimaksimalkan oleh warganet. Apa daya, meski jumlah pengguna internet di Indonesia cukup besar, mereka memiliki minat masing-masing terhadap konten yang mereka cari di internet. Terutama warganet dari kalangan milenial yang sangat dominan.

Demi menyajikan informasi kepada masyarakat luas, Sekretariat Kabinet sebagai instansi pemerintah di Lingkungan Lembaga Kepresidenan, melakukan inovasi dengan memperbaharui laman setkab.go.id. Wajah baru website ini mengusung tema "Milenial Berwibawa" dengan target pembaca dari milenial sebagai gene…

Menjadi Konsumen Cerdas Dengan Cek KLIK Sebelum Belanja

Bagaimana caranya agar konsumen terhindar dari mengonsumsi obat dan makanan kedaluwarsa atau yang kemasannya rusak? Caranya konsumen perlu sadar dan proaktif sebelum membeli produk dengan melakukan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) sehingga produk yang digunakan aman. Mengecek kemasan produk sebelum membeli dapat memberikan perlindung, keamanan dan kenyamanan bagi konsumen.

Cek KLIK (Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, dan Cek Kedaluwarsa) merupakan salah satu cara agar terhindar dari Obat dan Makanan yang berbahaya serta tidak memenuhi syarat. Badan POM sebagai instansi yang mengawasi peredaran Obat dan Makanan di Indonesia wajib memberikan perlindungan bagi konsumen. Salah satunya dengan melakukan berbagai program edukasi agar masyarakat tidak membeli dan mengonsumsi produk yang tidak aman bagi kesehatan.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny K. Lukito dalam acara Talkshow dengan tema “Ayo Cek KLIK, Pilih Obat dan Makan…

"Tabungan Emas", Investasi Dari Pegadaian Syariah Untuk Milenial

Apa yang ada di benak Anda ketika mendengar kata "Pegadaian" ?

Mayoritas menjawab, pegadaian adalah tempat dimana mereka yang membutuhkan uang "terpaksa" harus menggadaikan harta bendanya sebagai jaminan. Contohnya menggadaikan BPKB kendaraan, emas, perhiasan, gadget, dll. Singkatnya, imej pegadaian berada dalam konotasi yang cukup negatif.

Akan tetapi, pinjaman uang dengan jaminan hanyalah salah satu dari produk pegadaian. Nyatanya, masih ada produk-produk pegadaian lain yang bukan hanya utang-piutang saja tetapi juga investasi. Salah satunya adalah Pegadaian Syariah yang memiliki produk Tabungan Emas dengan target milenial.

Upaya peningkatan indeks literasi dan inklusi keuangan ini terus digenjot oleh PT Pegadaian Unit Usaha Syariah (Persero). Salah satu programnya adalah talkshow bertajuk "Halal Lifestyle Ala Milenial Pegadaian" yang diselenggarakan di The Gade Coffee & Gold, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (7/9/2019), demi menanamkan prinsip ko…

Milenial, Stop Milk Shaming Mulai Sekarang!

Sebagai generasi milenial, saya masih mengonsumsi susu meski tidak rutin. Berhubung bukan penyesap kopi jadilah minuman yang sering saya konsumsi selain teh adalah susu. Sayapun bukan tipe pemilih dalam mengonsumsi susu. Baik susu UHT, susu kental manis sampai susu coklat juga saya minum.

Alasan mengapa saya tetap mengsonsumsi susu di usia senjakala 20-an (uhuk) adalah selain lezat, tubuh juga tetap membutuhkan kandungan gizi dalam susu baik kalsium maupun protein. Selain itu, susu juga memiliki manfaat kesehatan lain seperti sebagai antioksidan untuk menjaga pertahanan tubuh dari serangan penyakit.

Sayangnya, tingkat konsumsi susu di Indonesia terbilang rendah hanya 12 liter per kapita per tahun. Bandingkan dengan Malaysia (39 liter), Vietnam (20 liter) atau Thailand (17 liter). Data Nielsen pada Usage & Attitude Studies 2011 menunjukkan bahwa secara global mereka yang berusia 13-20 tahun hanya mengonsumsi susu 11 liter per kapita per tahun, dan pada usia 21-29 tahun hanya 4 lit…

Vivo S1, Smartphonenya Anak Muda

Di era digitalisasi seperti saat ini, teknologi dan gadget adalah dua hal yang tak terpisahkan dan semakin masif perkembangannya. Contohnya, smartphone kini menjadi barang wajib dan kebutuhan banyak orang, khususnya anak muda. Ditambah lagi, semakin banyak vendor bermunculan yang memproduksi smartphone dengan beragam fitur, spesifikasi dan keunggulannya masing-masing. Salah satunya Vivo S1.

Seperti diketahui, Vivo adalah salah satu brand yang sukses merebut pangsa pasar tanah air. Kali ini, Vivo menelurkan seri S yang menyasar segmen anak muda. Generasi milenial dan generasi Z adalah target pasar Vivo S1 karena berpikiran luas, ramah pada teknologi serta memiliki pola multitasking yang bisa mengerjakan segala hal.

Lalu seperti apa ketangguhan smartphone yang cocok untuk anak muda ini?


1. Layar mentereng Anak muda tentu menginginkan smartphone dengan layar kinclong dan mentereng. Apalagi gadget dengan teknologi terkini akan membuat mereka kian 'menonjol' dibanding yang lain. Vi…

Grand Taman Melati Margonda 2, Hunian Terbaik Dekat Kampus Terbaik

Saya punya beberapa teman yang menimba ilmu di perantauan. Mereka bercerita bagaimana suka duka ketika kuliah di kota seberang nun jauh dari keluarga dan orangtua. Salah satu concern mereka adalah masalah tempat tinggal, yang mayoritas memilih untuk ngekos.

Namun, tinggal "indekos" juga menjadi masalah tersendiri. Maklum, imej kosan dan anak kos pada saat itu cenderung negatif. Namun bagi anak perantauan, ngekos adalah solusi yang paling mudah dan murah. Sayangnya ternyata masih ada saja kendala saat memilih kosan yang menjadi hunian mereka. Lokasi yang jauh dari kampus, minimnya akses kendaraan, sampai masalah keamanan adalah kendala sekaligus balada memilih hunian dekat kampus.

Sebagai orangtua, tentu menginginkan buah hatinya bukan hanya menempuh pendidikan di kampus terbaik tetapi juga tinggal di hunian yang terbaik pula. Dengan begitu, si anak bisa dengan nyaman fokus pada pendidikannya dan sebagai orangtua mereka merasa aman meski anaknya tinggal jauh darinya.

Lalu di…

"Memotret" Kaum Marginal dan Dhuafa di Ibu Kota

Sebagai ibu kota negara, Jakarta menjelma menjadi kota masa depan dengan bangunan-bangunan megah serta akses transportasi yang modern dan lengkap. Namun siapa sangka di tengah gemerlapnya kota Jakarta, masih ada kantung-kantung kemiskinan di sudut kota, masih ada kaum marginal yang bertahan hidup dari kejamnya ibu kota.

Pemerintah pusat terus berupaya mengentaskan kemiskinan. Bantuan-bantuan lain juga berdatangan, mulai dari Lembaga Sosial Masyarakat (LSM), CSR Perusahaan hingga Lembaga Amil Zakat. Di Jakarta, salah satu lembaga amil zakat itu adalah Yayasan Baitul Maal PLN(YBM PLN), sebuah organisasi mon profit yang mengelola dan memberdayakan dana zakat, infaq, shodaqoh dan wakaf khususnya dari karyawan muslim PT PLN (Persero).

Pada Rabu (7/8/2019), YBM PLN bekerjasama dengan Institut Manajemen Zakat (IMZ) menggelar acara diskusi publik dengan tema "Potret Kaum Marginal Jakarta: Dulu, Kini dan Nanti" di daerah Cikini, Jakarta Pusat. Turut hadir sebagai narasumber Salman A…

Meja Kerja Ideal Untuk Si Karyawan "Koloran"

Beberapa waktu lalu saya membaca sebuah artikel berjudul "Perbedaan Karyawan Kantoran & Karyawan Koloran". Karyawan kantoran pastinya harus rapi dan disiplin untuk datang ke kantor dan menyelesaikan tugas tepat waktu. Sementara karyawan 'koloran' (hanya menggunakan celana pendek) cukup mengerjakan tugas secara remote di rumah dan bisa mengatur jam kerjanya sendiri.

Karyawan koloran mayoritas berprofesi sebagai freelancer atau karyawan dengan remote job. Dan meski tidak "punya" kantor, mereka tetal memiliki ruang kerja berupa "meja kerja" pribadinya. Yups, meja kerja sangat diperlukan untuk karyawan koloran selain untuk menjaga produktivitas juga untuk meningkatkan mood dalam bekerja.

***
Kurang lebih enam tahun lalu sebelum pindah rumah, saya memiliki meja kecil yang disulal menjadi "ruang kerja" pribadi. Sejatinya itu adalah meja untuk menaruh vas atau peralatan dalam kamar. Karena tidak digunakan, saya menjadikannya sebagai meja ke…

Rumahmu, Istanamu, Kenyamananmu

"Ada dua hal yang membuat rumah nyaman atau tidak, bentuk rumahnya atau orang-orang yang tinggal di rumah tersebut."

Dulu sekali, saya mendengar opini di atas dari mentor saya. Tak dipungkiri, senyaman-nyamannya rumah bila penghuninya diliputi emosi negatif maka rumah tersebut akan jadi tidak nyaman. Sebaliknya, kalapun penghuninya bahagia, jika tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan lama-kelamaan akan tidak nyaman juga dan bisa menimbulkan emosi negatif di kemudian hari.

Dari pemikiran ini kita bisa menyimpulkan bahwa rumahmu bukan hanya sekedar istanamu, namun juga harus ada kenyamananmu disana. Lantas, apakah kamu sudah merasa nyaman tinggal di 'istana' yang kamu tempati?

***
Berbicara mengenai rumah, tentunya bukan hanya tentang seberapa luas atau berapa tingkat rumah tersebut. Bukan pula tentang seberapa bagus atau seberapa mahal perabotan di dalam rumah itu. Setiap orang pasti menginginkan 'istana' nan nyaman dan terbaik yang bisa mereka tempati,…