Langsung ke konten utama

"Preman Pensiun", Ketika Preman Insyaf dan Bertobat


"Perjalanan Garut-Jakarta itu saya sering mampir ke Bandung. Banyak teman disana, sering nongkrong di Jalan Asia Afrika, banyak yang saya lihat. Sampai suatu saat RCTI nanya ke saya, kang mau bikin apa? Saya bikin cerita tentang preman, tapi setting di Bandung. Nah itulah asal mula seriesnya, sesimpel itu."

Kalimat ini diucapkan oleh Aris Nugraha, sutradara film Preman Pensiun dalam acara press screening di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (10/1/19). Siapa sangka ide membuat sinetron Preman Pensiun yang tayang dalam 3 season dalam kurun 2015-2016 itu tergolong sukses dan disukai oleh penonton layar kaca.

Tiga tahun setelah series terakhir, Preman Pensiun diangkat ke layar lebar dimana masih menceritakan kisah para preman yang sudah tobat dan mencari rezeki dengan cara yang baik. Ceritanya masih berkutat di seputaran Bandung, dengan para pemeran yang sama, lengkap dengan permasalahan kompleks khas preman dan keluarganya masing-masing.

***

Tiga tahun pasca kepergian Kang Bahar (Alm. Didi Petet), Muslihat atau Kang Mus (Epy Kusnandar) dan anak buahnya memutuskan untuk berhenti alias pensiun sebagai preman. Masing-masing menata kembali kehidupannya, mulai dari berbisnis sampai bekerja dengan cara yang baik dan halal. Singkatnya, para mantan preman ini kembali ke kehidupan normal.

Konflik dimulai ketika Gobang (Dedi Moch Jamasari) ingin menyelidiki kasus pengeroyokan yang menewaskan adik iparnya. Ia mengumpulkan rekan-rekan lamanya seperti Ujang (M Fajar Hidyatullah), Bohim (Kris Tato), Dikdik (Andra Manihot), Pipit (Ica Naga) dan Murad (Deny Firdaus).

Cerita makin kompleks ketika Kang Mus sedang mengalami masalah dimana omzet bisnis kicimpringnya mulai menurun, belum lagi kekhawatirannya pada anak perempuan satu-satunya, Safira yang mulai dikencani pria serta ketakutannya pada ibu mertuanya.


Cerita lain adalah masalah rumah tangga antara Dikdik dan Imas (Soraya Rasyid), lalu pertemuan Kang Mus dengan Kinanti (Tya Arifin), anak Kang Bahar, yang membawa kenangan dan kesedihannya bersama mantan bos preman yang paling diseganinya.

Konflik antara mantan anak buah Kang Mus ini berujung pada hal yang tak terduga. Masalah kompleks di antara para preman ini membawa mereka pada sebuah konflik batin dalam menjaga keutuhan "keluarga". Bagaimana kisah para preman pensiun ini dalam menjalani kehidupannya?

***

Lucu dan bikin ngakak, mungkin kalimat itulah yang pertama muncul dalam benak saya ketika menonton film Preman Pensiun. Sejatinya saya tidak mengikuti cerita sinetronnya. Meski demikian, ternyata alur cerita film ini masih bisa diikuti oleh penonton baru, yah intinya masih nyambung lah meski akan sedikit roaming dengan pengenalan masing-masing karakter di awal film.


Perpindahan scene juga cukup unik, saling menyambung dalam suatu kesatuan yang dibalut dalam komedi satir dengan dialog ringan dan pas. Belum lagi adegan kocak seperti Kang Murad dan Pipit yang akan mengocok perut penonton dan tertawa terpingkal-pingkal.

Kredit patut diberikan kepada Epy Kusnandar sebagai karakter utama. Aktor senior ini masih menunjukkan tajinya dengan memainkan emosi dan karakter yang berubah-ubah. Misalnya, bagaimana sikapnya pada keluarganya, pada mantan anak buahnya, pada keluarga Kang Bahar, serta pergulatan batinnya sendiri.

Ada juga Soraya Rasyid dengan sikap lugu dan cemburunya yang polos, dan tentu saja Deny Firdaus dan Ica Naga yang selalu menjadi scene stealer dengan adegan mereka yang kocak. Apresiasi juga patut diberikan kepada Almarhum Didi Petet yang muncul dalam beberapa footage.

Di sisi lain, Preman Pensiun menyajikan keindahan kota Bandung yang modern dengan bangunan ikonik dan bersejarahnya. Misalnya gedung Merdeka, ITB, Braga, Asia Afrika, Kiaracondong, Pasar Baru, Terminal Cicaheum dan Cikapundung. Penontonpun seakan dibawa pada keindahan Kota Kembang baik di waktu siang maupun malam.


Aris Munandar, selaku sutradara dan penulis skenario memang membawa kembali alur cerita dalam sinetron ke dalam film sehingga penonton tidak merasa asing. Ditambah film ini juga cocok untuk semua umur dan kalangan muda. Misalnya, adegan kekerasan yang terkesan brutal masih dibalut dengan sedikit komedi.

Nah, buat Anda sekeluarga yang sedang mencari tontonan ringan, film Preman Pensiun adalah pilihan yang tepat. Selain lucu, jenaka dan mengocok perut, banyak pesan moral yang diambil dari film ini. Mulai dari menjaga amanah, sampai bagaimana menjadi pemimpin dalam rumah tangga dan "keluarga" kedua.

Preman Pensiun mulai tayang pada 17 Januari 2019. Jangan lewatkan keseruan para jagoan yang sudah insyaf ini di bioskop-bioskop kesayangan Anda.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ariana dan Kata Hatinya

Malam itu hujan deras turun. Dengan tergesa-gesa gue langsung menuju restoran dimana teman-teman janjian kumpul disana. Seperti biasa, yang janji mau ngumpul ada enam-tujuh orang, yang baru nongol baru satu orang. Dari jauh terlihat Cindy sedang sibuk membuka buku menu sambil sesekali melirik smartphone yang ditaruh tepat di sampingnya.

"Baru lu doang nih yang dateng? Yang lain pada kemana?" tanya gue sambil menarik kursi.

"Eh, Wil. Baru nyampe lu? Tau nih, yang lain pada ngaret," jawab Cindy sambil menggerutu.

"By the way kemana aja lu? Sok sibuk banget sih. Kemarin pas mau nonton bareng, bilangnya lagi lembur. Pas diajak CFD, malah meeting sama klien di luar. Sibuk banget lu kerja, kaya juga nggak. Hahhaha.." Cindy tertawa sambil meledek.

"Iya, iya.. sorry. Lagi banyak kerjaan nih," kata gue memelas sambil memanggil pelayan untuk pesan minuman.

Tak berapa lama, terlihat seorang wanita berlari kecil menghampiri kami dengan pakaian yang sedikit lep…

Tak Hanya Outfit, Jam Tangan Juga Bisa "Saltum"

Beberapa waktu lalu di suatu acara resmi, saya bertemu dengan seorang kawan. Ia memakai outfit batik lengkap dengan pantofel, namun ada sesuatu yang sedikit mengganjal. Ternyata ia memakai jam tangan digital bertipe sport. Tentu ini sedikit mengurangi tingkat "kekerenan"-nya hanya karena "saltum" jam tangan.

Lain halnya dengan seorang kawan lainnya dimana ketika kami traveling trekking ke curug, ia menggunakan jam tangan dengan bracelet stainless steel. Memang tipe ini tahan air, tapi untuk kegiatan outdoor sangat tidak disarankan karena selain lebih berat, bahan stainless steel juga berpotensi mencederai tangan dan tidak nyaman untuk heavy activity.

Berkaca pada kedua kasus ini, ternyata bukan hanya outfit saja yang bisa salah kostum. Aksesoris seperti jam tangan juga harus memiliki penempatan yang sesuai agar tidak saltum. Jangan sampai penampilan sempurna kita dari atas sampai bawah ternoda hanya karena menggunakan jam tangan yang kurang tepat. Jam tangan yang …

JNE Kini Bisa Kirim Paket ke Luar Negeri

Pernahkah Anda terpikir untuk touring ke luar negeri dengan kendaraan kesayangan? Para pecinta motor klasik dan legendaris pastinya tak ingin jauh dari tunggangannya. Namun perkara membawa motor ke luar negeri bukan hal yang mudah. Apalagi jika jaraknya terbentur laut, bukan daratan yang bisa dilalui kendaraan roda dua.

Jangan khawatir. JNE sebagai perusahaan kurir terbesar di Indonesia kini memiliki layanan untuk mengirimkan kendaraan roda dua ke luar negeri. Tentu saja keperluan pengiriman juga harus jelas, untuk keperluan pribadi, komersil, atau untuk eksebisi, alat profesional atau kemanusiaan. Karena itu dibutuhkan dokumen ATA Carnet atau CPD Carnet yang berfungsi layaknya paspor sebagai pengganti dokumen pabean nasional.

Dokumen ATA Carnet berfungsi sebagai dokumen impor dan ekspor sementara untuk barang-barang dengan keperluan pameran/eksebisi, alat profesional, pendidikan, keperluan pribadi wisatawan, keperluan pribadi olahraga dan untuk tujuan kemanusiaan. Sementara dokumen …