Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2019

Hidupkan MalamMu dengan Brilliant Portrait Oppo F11 Pro

Sekitar 10-15 tahun lalu kita mungkin tidak pernah menduga kalau posisi camera digital akan tergantikan oleh kamera ponsel. Memang, saat itu bentuk ponsel masihlah konvensional dimana keyboard fisik masih mendominasi. Kamera dengan layar penuh yang mengandalkan fitur touchscreen (layar sentuh) masih bisa dihitung dengan jari.

2010-an awal, era ponsel pintar (smartphone) dengan layar sentuh mulai menunjukkan tajinya. Dengan fisik yang lebih besar dan layar lebih luas, smartphone menjadi alat telekomunikasi andalan kaum urban.

Fitur yang paling memanjakan pengguna tentu adalah kamera yang semakin canggih serta display layar yang lebih luas. Hal inilah yang membuat kamera digital semakin tergerus, apalagi fitur-fiturnya telah diadopsi oleh smartphone.

Akan tetapi, sebagus atau secanggih apapun kamera smartphone tetaplah memiliki kekurangan. Salah satunya memotret di malam hari. Seperti kita tahu, di ruangan yang gelap dan minim cahaya, kamera ponsel akan menunjukkan "kelemahan"…

Maksimalkan Gayamu Dengan HONOR 8A

Sebagai generasi milenial, sudah wajib hukumnya mengikuti perkembangan zaman agar tidak kudet. Salah satunya adalah perkembangan smartphone terkini. Seperti kita tahu, ada banyak vendor smartphone bermunculan yang menawarkan produk dengan keunggulan masing-masing. Akan tetapi, tak ada produk yang selengkap dan sekompetitif smartphone HONOR, terutama Honor 8A. Mengapa Honor 8A? Apa sih fitur yang paling disukai anak muda masa kini? Selain kamera serta media sosial, fitur audio yang mendukung pemutaran musik favorit juga menjadi salah satu indikator smartphonenya anak muda. Honor 8A memiliki speaker SmartPA yang berpadu dengan struktur dual-suspensi dan rongga suara besar. Suara yang dihasilkan pun 30% lebih baik dari speaker generasi sebelumnya.
Honor 8A juga dilengkapi layar dewdrop 6,09" alias takik mungil di ujung layar dan screen-to-body ratio sebesar 87%. Pastinya ini memberikan pengalaman terbaik untuk pengguna. Demi menunjang aktivitas anak muda yang tak bisa jauh dari kam…

Tanya Jawab Tentang Bayi Tabung Bersama dr. Indra Nurzam Chalik Anwar Sp.OG

"Udah hamil belum?"

"Perutnya udah isi?"

"Kamu sudah nikah bertahun-tahun, masa belum hamil juga."

Pertanyaan-pertanyaan di atas kerap kali didengar oleh pasangan suami-istri (pasutri) yang belum dikarunai momongan. Mulai dari tetangga, teman-teman, bahkan keluarga sendiri akan bertanya kepada pasangan muda atau keluarga yang baru menikah, apakah sudah hamil atau belum.

Sejatinya, tujuan dari pernikahan selain untuk menyatukan dua insan yang saling mencintai adalah untuk melanjutkan keturunan. Namun, kita semua pasti paham kalau anak adalah rahasia Yang Maha Kuasa. Anak adalah anugerah, pemberian dan titipan ilahi. Sehingga jika belum diberi, mungkin memang belum "dikasih" atau memang belum waktu dan rezekinya.

Sayangnya, sistem patriarki yang dianut oleh banyak masyarakat selalu menyalahkan dan mengkambinghitamkan wanita dalam setiap masalah keluarga. Suami selingkuh, yang salah istri. Belum punya anak, yang salah istri. Padahal sejatinya tak sem…

BloggerDay 2019: Datang dan bermain di Trans Studio Bandung, Pulang Bawa Oleh-oleh Kekinian Kota Mojang

"Dan Bandung bagiku bukan masalah geografis, lebih jauh dari itu melibatkan perasaan, yang bersamaku ketika sunyi." ~ Pidi Baiq

Bandung, sebuah kota yang kuingat terakhir kali menginjakkan kaki disana pada akhir tahun 2015. Bagaimana aku merayakan pergantian tahun bersama para sahabat, menyongsong tahun 2016 dengan penuh harap. Sejak itu, tak pernah sekalipun aku menginjakkan kaki lagi di kota ini walau banyak ajakan untuk sekadar jalan-jalan, refreshing atau keluar dari rutinitas dan hiruk pikuk perkotaan (meski  Bandung di akhir pekan macetnya tak jauh berbeda seperti di Jakarta. Hehehe..).

Sama seperti yang dilukiskan lewat kata-kata oleh 'Ayah' Pidi Baiq. Bandung bukan hanya sebuah kota, yang menjadi tempat warga ibukota membuang muram durja. Bandung adalah kota penuh kenangan yang selalu dirindukan. Berbulan-bulan tak menginjakkan kaki di kota ini membuatku bertanya-tanya, "kapan aku bisa ke Bandung lagi?"

Tapi tak pernah kuduga. Kesempatan untuk kemba…

Mereka Yang Berprestasi, Mereka Yang Mengidap Penyakit Langka

Penampilannya seperti wanita pada umumnya. Yang membedakannya hanyalah ia duduk dan beraktivitas menggunakan kursi roda. Banyak orang berpikir ia mengalami lumpuh, namun sebenarnya ia mengidap penyakit langka Guillain Barre Syndrome (GBS) dan Inferior Parapharises. GBS sendiri merupakan sindrom langka yang melumpuhkan saraf dan otot.
Elly, itulah sosok wanita kuat berusia 33 tahun yang sudah belasan tahun menggunakan kursi roda karena mengalami kelumpuhan akibat penyakit langka. Sehari-hari, Elly harus menjalani aktivitasnya di atas kursi roda karena ia mengalami kelumpuhan di usia belia. 
"Selesai sekolah terus istirahat, tidur bangun-bangun langsung lumpuh total. Nggak ada sakit, demam, atau sakit kepala. Tiba-tiba saja," tutur Elly menceritakan awal mula penyakitnya.

Akan tetapi, kelumpuhan tak serta merta membuatnya terpuruk. Di tengah keterbatasan, Elly menorehkan prestasi gemilang. Sebut saja kala mengikuti Peparnas (Pekan Paralympic Nasional) 2016 di Bandung, Elly men…