Langsung ke konten utama

BloggerDay 2019: Datang dan bermain di Trans Studio Bandung, Pulang Bawa Oleh-oleh Kekinian Kota Mojang

Have fun di Trans Studio Bandung

"Dan Bandung bagiku bukan masalah geografis, lebih jauh dari itu melibatkan perasaan, yang bersamaku ketika sunyi." ~ Pidi Baiq

Bandung, sebuah kota yang kuingat terakhir kali menginjakkan kaki disana pada akhir tahun 2015. Bagaimana aku merayakan pergantian tahun bersama para sahabat, menyongsong tahun 2016 dengan penuh harap. Sejak itu, tak pernah sekalipun aku menginjakkan kaki lagi di kota ini walau banyak ajakan untuk sekadar jalan-jalan, refreshing atau keluar dari rutinitas dan hiruk pikuk perkotaan (meski  Bandung di akhir pekan macetnya tak jauh berbeda seperti di Jakarta. Hehehe..).

Sama seperti yang dilukiskan lewat kata-kata oleh 'Ayah' Pidi Baiq. Bandung bukan hanya sebuah kota, yang menjadi tempat warga ibukota membuang muram durja. Bandung adalah kota penuh kenangan yang selalu dirindukan. Berbulan-bulan tak menginjakkan kaki di kota ini membuatku bertanya-tanya, "kapan aku bisa ke Bandung lagi?"

Tapi tak pernah kuduga. Kesempatan untuk kembali kota Mojang datang ketika komunitas BloggerCrony Community (BCC) merayakan hari jadinya yang ke-4 dalam acara "BloggerDay 2019". Bandung terpilih sebagai tuan rumah, dan aku terpilih menjadi peserta di antara ratusan blogger yg hadir di acara tersebut. Bukan hanya blogger yang berdomisili di Jabodetabek saja, turut hadir blogger Bandung, bahkan blogger dari Jawa dan luar pulau. So excited!

Terpilih menjadi peserta BloggerDay 2019..yeaayy!!

Bermain di Wahana Trans Studio Bandung

Masih segar dalam ingatan, setiap kali ke Bandung, nama Trans Studio Bandung (TSB) selalu mencuat ke dalam whislist tempat yang harus didatangi. Apa daya, rencana tersebut hanyalah wacana yang tak pernah terealisasi setiap kali jalan-jalan ke Bandung. Anggap saja berjodoh, barulah pada BloggerDay 2019 Bandung, kesempatan bermain di wahana indoor dan theme park terbesar di kota Mojang ini akhirnya tercapai. Ditambah, semuanya GRATIS!

Setelah perjalanan sekitar 5-6 jam dari Jakarta, sampailah kami di Trans Studio Bandung. Beberapa teman-teman muslim menunaikan ibadah sholat dzuhur di Masjid Agung TSB yang lokasinya tepat di seberang mall, yang lainnya ada yang makan siang atau cuci mata di mall.

Tak lama kemudian, teman-teman rombongan bis kedua datang dan juga teman-teman dari Bandung berkumpul, tibalah saatnya mengeksplorasi Wahana Trans Studio Bandung yang beranekaragam. Rombongan pun terbagi menjadi grup-grup kecil dimana mereka bisa bermain dimana saja dan sesuka hati. Kebetulan, aku serombongan bersama Antin, Kak Yun, Mbak Tuty dan Urmila.

Waktunya bersenang-senang!

Lalu wahana Trans Studio Bandung apa sajakah yang kami eksplor?

1. MARVEL SuperHeroes 4D

Apa film blockbuster Hollywood yang akan meledak tahun ini? Yups, pastinya Avengers: Endgame yang melanjutkan cerita dari Infinity War. Wahana pertama yang aku dan teman-teman naiki adalah miniatur dari Avengers karena ada tokoh-tokoh familiar seperti Iron Man, Hulk, Spiderman, Captain America dan Thor.

Sejatinya ini adalah bioskop mini dengan interior futuristik. Saat masuk kami diberikan kacamata 3D, dan duduk di bangku khusus dengan seatbelt agar penonton merasakan apa yang terjadi di film, layaknya sebuah dimensi 4D. Kurang lebih selama 15 menit kami menyaksikan para pahlawan super beraksi dan seperti ikut berada di dalamnya berkat teknologi dari TSB. Ah, pokoknya keren sekali. Kalian harus coba.

2. Hanggar Si Bolang

Pastinya kamu-kamu semua kenal dengan si Bolang alias Bocah Petualang yang hobi mengeksplorasi keindahan bumi pertiwi. Nah, kami berlima masuk dan mencoba wahana ini dengan menaiki kereta yang berkeliling ke Hanggar Si Bolang. Di dalamnya kami melihat sebuah keberagaman, baik dari suku, adat, budaya, bangunan, pakaian adat dengan ciri khasnya masing-masing.

Ada pula keindahan alam dan tempat wisata yang membuat aku menyadari indahnya keberagaman di negeri ini dan semakin mencintainya. Setelah berkeliling, ada sedikit kecelakaan kecil. Sepatu Kak Yun nyangkut dan sol sepatunya terlepas. Mungkin itu pertanda dia harus beli sepatu baru di toko di dalam Trans Studio Bandung. Hahahaha.


Naik kereta api..tutt..tutt..tutt..

3. Jelajah

Mungkin ini satu-satunya destinasi yang memacu adrenalin yang kami naiki (maklum, kami tim cemen. Wkwkwk). Jelajah adalah wahana Trans Studio Bandung dengan background pesawat yang jatuh di hutan amazon dengan miniatur kuil Inca. Disini, kami naik perahu yang akan melaju di atas air lalu masuk ke badan pesawat yang perlahan-lahan naik, lalu meluncur turun ke sungai.

Rasanya, wah... jangan ditanya. Pertama memang hanya turun di ketinggian 3 meter. Namun berikutnya perahu turun di ketinggian 9 meter yang membuat kami berteriak dan basah-basahan. Terdengar suara jeritan dan kami mendarat dengan terciprat air. Basah sih, tapi seru.

4. Sky Pirates

Simbol salah satu wahana Trans Studio Bandung ini mengingatkan saya akan Captain Jack Sparrow. Sky Pirates memberikan sensasi menjelajahi TSB menggunakan balon udara. Buat kami yang habis basah-basahan, wahana ini adalah solusi untuk mengeringkan rambut dan pakaian sambil berkeliling dari atas ketinggian.

Tim Cemen kecuali Mbak Tuty. Wkwk

5. Dunia Lain 

Hhhmmm.. nama wahananya memang sama persis dengan acara TV yang booming di tahun 2000-an. Dan memang, wahana ini menawarkan sensasi horor dan ketakutan yang mencekam. Kami naik kereta yang mengelilingi wahana, ditemani suara hantu yang tertawa cekikikan, kursi bergoyang dan jendela terbuka.

Di beberapa area ada siluet penampakan hantu-hantu. Namun bagiku pribadi, yang cukup menakutkan adalah mobil ambulans, dimana ketika kereta kami lewat, pintu belakang terbuka dan muncul keranda jenazah dari dalam. Wow, sedikit membuat bulu kuduk merinding.

6. Dragon Rider

Memang bukan wahana yang bikin jantung copot, namun cukup untuk membuat berteriak sampai suara serak. Kebetulan aku dan Kak Yun duduk bersebelahan dan kami menaiki kereta berbentuk naga yang berputar naik turun dan bergoyang-goyang. Rasanya sama seperti wahana di theme park pada umumnya.

7. Transcar Racing

Sebelum kami berkumpul kembali, ada satu wahana yang wajib dicoba, Transcar Racing. Disini kebetulan salah satu teman kami bernama Akmal ikut bergabung. Kami naik mobil dimana aku duduk di kursi driver. Wahana ini memberikan sensasi layaknya sirkuit mobil balap. Yah, untuk pembalap wanna be sepertiku, wahana ini cukup memuaskan dahaga dan mimpi untuk menjadi pembalap. Hehehe.

Me & Akmal

Itulah keseruan kala bermain di wahana Trans Studio Bandung. Sebenarnya kami sempat masuk ke Negeri Raksasa, namun urung naik karena wahananya cukup ekstrem. Akhirnya hanya Mbak Tuty yang naik dan kami menunggu di luar (namanya juga tim cemen. Hahaha).

Just info, Trans Studio Bandung berlokasi Jl. Gatot Subroto no 289, Cibangkong, Batununggal, Bandung, Jawa Barat. Buka pada hari Senin-Jumat mulai pukul 10.00 sampai 18.00 WIB,  dan weekend (Sabtu-Minggu) dibuka dari pukul 10.00 sampai 19.00 WIB. Harga tiket masuknya Rp 180.000 (Senin-Kamis), Rp 200.000 (Jumat) dan Rp 280.000 (Sabtu-Minggu dan Hari Libur Nasional).

Kejutan kecil untuk BloggerCrony

Setelah berkumpul, kami menuju IDEA'S Hotel untuk beristirahat. Beberapa teman memutuskan untuk jalan-jalan malam. Ada yang berbelanja, ada yang berwisata kuliner. Kebetulan aku dan teman-teman yang tergabung dalam Klub Blogger & Buku (KUBBU) mendapat amanah dari ketua kami, Bang Eka Siregar, untuk memberikan hadiah di ulang tahun BloggerCrony.

Surprise..!!!

Jadilah setelah santap malam, kami mencari kue dan menyerahkannya ke Mbak Wawa, selaku founder BCC dan para pengurus BloggerCrony Network (BCN) yang kebetulan sedang rapat di rooftop IDEA'S Hotel. Sebuah momen tak terlupakan.

Ngeliwet di hotel instagramable, Crowne Plaza Bandung

Hari kedua di BloggerDay 2019 Bandung. Kali ini acara berfokus pada sesi workshop dan sharing session di Crowne Plaza Bandung salah satu hotel bintang lima di Bandung yang merupakan bagian dari InterContinental Hotel Group (IHG). Saat masuk ke dalamnya, kami disambut dengan tangga instagramable dimana teman-teman langsung mengambil aba-aba untuk berpose.

Kebetulan, puncak acara BloggerDay 2019 dihelat di Lembong Meeting Room yang menawarkan fasilitas lengkap untuk MICE. Selain wifi kencang, kami juga disuguhkan kudapan seperti surabi, buah-buahan, bahkan kopi yang dibuat langsung dari coffeemaker. Tak hanya itu, siangnya kami diberi kejutan bersantap siang ala nasi liwet di Mosaic resto yang berada di lantai dasar.

Waktunya liwet

Sebagai hotel bintang lima di pusat kota Bandung, Crowne Plaza Bandung tak lupa akan menu tradisional khas Sunda. Aku sering mendengarnya dengan nama bancakan, namun makan dengan hamparan nasi lauk di atas daun pisang dan beramai-ramai adalah seni ngeliwet yang mempererat kebersamaan.

Puas bersantap siang, kami disuguhkan pertunjukkan demo masak live dimana chef dari Crowne Plaza Bandung memasak pizza rendang. Rasanya sungguh menarik. Rendang yang sering kita anggap sebagai teman nasi kini berpadu dengan roti panggang khas Italia. Selain menyaksikan demo, beberapa teman berfoto di sudut-sudut resto yang memang instagenic.

Setelahnya, kami kembali mengelilingi Crowne Plaza Bandung. Anyway, kami melihat sneak peak dari instastory teman-teman blogger, hotel ini ternyata memiliki kolam renang kece Mountain View Poolside Bar. Berada di lantai 5, kita disuguhi kolam renang dengan pemandangan gunung di kota Bandung. Tak perlu lama-lama, momen ini kami manfaatkan untuk mengabadikannya dalam kamera sambil menghirup udara segar.

Salah satu sudut Mountain View Poolside Bar

Bukan hanya itu, Crowne Plaza Bandung menawarkan 270 kamar tamu eksklusif dengan 8 jenis tipe kamar untuk akomodasi dengan berbagai kebutuhan, di antaranya Deluxe Room, Club Room, Premier Club, Junior Suite, Executive Suite, Grand Suite, Family Suite, dan Pajajaran Suite, dengan range harga mulai dari Rp.1.400.000.

Fasilitas lain yang adalah pusat kebugaran 24 jam, Spa Uluwatu Bali, Connexions Lobby Lounge, dan juga Kids Club, Crowne Plaza Bandung juga menawarkan ruangan meeting untuk acara khusus seperti convention, pameran, gala dinner, serta resepsi pernikahan dengan ruangan seperti: Braga Ballroom, Dago Meeting Room, Pasteur Meeting Room, Lembong Meeting Room, dan Business Center.

Crowne Plaza Bandung yang berlokasi Jl. Lembong no.19, Bandung, Jawa Barat ini juga memberikan fasilitas layanan wifi berkecepatan tinggi setiap hari dan setiap saat sehingga menjadikannya pilihan terbaik untuk menyelenggarakan meeting di hotel bintang 5 di Bandung.

Stairway to Heaven

Stress Management dari Lineation

"Kapan terakhir kali kamu mencintai diri sendiri?"

Sebuah sharing session yang dibawakan oleh dr. David Budi Wartono menjadi pembuka sesi sharing dan stress management di BloggerDay 2019. Beliau menyampaikan, inti dari memanajemen stres adalah mengenal diri sendiri, mencintai, menghargai dan memaafkan diri sendiri.

Terkadang kita merasa seolah benar-benar dekat dan ‘mengenal’ diri. Padahal, mungkin saja kita tidak benar-benar tahu sejatinya diri ini. Seringkali kita mudah mencintai, menyayangi, dan memaafkan orang lain, tapi tidak pada diri sendiri. Dr. David Dokter David mengajarkan kita untuk berpikir dan bertindak positif. Caranya, dengan mengizinkan diri untuk “menerima” kebaikan orang lain. Langkah kedua setelah menerima adalah memberi. Contohnya, ketika dipuji kita berterima kasih kemudian balik memberi feedback positif pada orang tersebut.

Sharing session

Peserta diterapi

Sebagai owner dari Lineation dengan slogan Happy-Healthy-Beauty, dr. David berusaha untuk selalu memenuhi kebutuhan akan kesehatan, kecantikan jiwa dan raga kliennya. Lineation Aesthetic & Health Care berdiri tahun 2017 dan memiliki layanan lengkap mulai dari layanan kesehatan umum, gigi, apotek, fisioterapi, akupunktur, layanan kecantikan seperti skin care, botox, filler, thread lift hingga bedah plastik, layanan untuk ibu dan anak, layanan salon seperti make up, bridal dan hair treatment, medical check up lengkap, hingga layanan stress management.

Workshop Storytelling & Copywriting serta kejutan Bolu Susu Lembang

Selain stress management, ada workshop singkat mengenai storytelling, copywriting & fastwriting dari Anwari Natari alias Mas Away. Bukan hanya materi dan teori saja, ada juga praktek singkat dan langsung di tempat dimana peserta diminta untuk menulis storytelling di grup WhatsApp. Puncak acara adalah sesi potong kue, dan ternyata..... kue yang menjadi simbolis ulang tahun ke-4 BCC adalah kue yang diberikan oleh KUBBU. Sebuah kejutan kembali!

Sebagai founder KUBBU, Dede Ruslan memberikan kue secara simbolis kepada Mbak Wawa. Setelah itu, masih ada kejutan untuk peserta. Bolu Susu Lembang, salah satu outlet oleh-oleh kekinian di kota Mojang memberikan masing-masing 2 box bolu kepada setiap peserta! Senyum sumringah pun merekah, karena setelah puas bermain di Trans Studio Bandung, menginap di hotel yang nyaman, menyantap liwet di hotel berbintang, serta sharing dan workshop berbobot, kami masih mendapatkan bingkisan oleh-oleh bolu lezat.

Happy Birtday BCC
Oleh-oleh khas Kota Mojang 

Ah, sungguh sulit diungkapkan dengan kata-kata. Terima kasih banyak.. banyak.. dan trims banget buat BloggerCrony. Semoga kita bisa bertemu lagi di BloggerDay 2020 tahun  depan dengan acara yang lebih seru, lebih meriah dan pastinya lebih memorable. Bloggerday 2019 di Bandung 2-3 Maret 2019 didukung oleh  Blue Bird Group, Bolu Susu Lembang, Raka FM dan Sonora FM, AHRA Reflexology by Nest, Bimas Islam Kemenag RI, BloggerPreneur Bloggercrony Community, Blogger Bandung, Endeus TV dan tentu saja BCC Squad bersama para pengurus komunitas Bloggercrony Network (BCN) dan BCN Executive (pengurus harian BCC).

See u next year, and once again..

Happy birthday BloggerCrony Community..
Semoga menjadi komunitas yang memberi banyak manfaat, terus bertumbuh, berkembang dan menginspirasi..

Amin


See U on BloggerDay 2020

Komentar

  1. Kalo kata aku mah sereman Dragon Rider kebandng Jelajah deh, Dragon Rider lama banget muternya. Tergunjang jantung aku haha

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tak Hanya Outfit, Jam Tangan Juga Bisa "Saltum"

Beberapa waktu lalu di suatu acara resmi, saya bertemu dengan seorang kawan. Ia memakai outfit batik lengkap dengan pantofel, namun ada sesuatu yang sedikit mengganjal. Ternyata ia memakai jam tangan digital bertipe sport. Tentu ini sedikit mengurangi tingkat "kekerenan"-nya hanya karena "saltum" jam tangan.

Lain halnya dengan seorang kawan lainnya dimana ketika kami traveling trekking ke curug, ia menggunakan jam tangan dengan bracelet stainless steel. Memang tipe ini tahan air, tapi untuk kegiatan outdoor sangat tidak disarankan karena selain lebih berat, bahan stainless steel juga berpotensi mencederai tangan dan tidak nyaman untuk heavy activity.

Berkaca pada kedua kasus ini, ternyata bukan hanya outfit saja yang bisa salah kostum. Aksesoris seperti jam tangan juga harus memiliki penempatan yang sesuai agar tidak saltum. Jangan sampai penampilan sempurna kita dari atas sampai bawah ternoda hanya karena menggunakan jam tangan yang kurang tepat. Jam tangan yang …

Semangkuk Soto, Segelas Anggur dan Peragaan Busana

Beberapa waktu lalu Kementerian Pariwisata telah menetapkan lima makanan yang menjadi kuliner nusantara. Selain menjadi ikon kuliner, makanan-makanan tersebut juga menjadi salah satu media promosi untuk memperkenalkan Indonesia ke seluruh dunia. Menariknya, Rendang yang saya kira berada di urutan pertama, ternyata ada di posisi kedua. Nomor satu yang menjadi ikon kuliner Indonesia adalah SOTO.
Mengapa soto bisa jadi nomor satu, dibandingkan rendang yang sudah mendunia (apalagi ketika dinyanyikan oleh Bule yang jatuh cinta pada masakan khas Minang itu). Jawabannya adalah selain merupakan kuliner asli Indonesia, soto mudah ditemukan di dimana-mana, bahkan setiap daerah punya ciri khas soto masing-masing. Sebut saja Soto Kudus, Soto Lamongan atau Soto Banjar dengan bumbu, rempah serta kearifan lokal dari kota asalnya.
Selaras dengan momen tersebut, Summarecon Mal Kelapa Gading bersama Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta kembali menyelenggarak…

Ariana dan Kata Hatinya

Malam itu hujan deras turun. Dengan tergesa-gesa gue langsung menuju restoran dimana teman-teman janjian kumpul disana. Seperti biasa, yang janji mau ngumpul ada enam-tujuh orang, yang baru nongol baru satu orang. Dari jauh terlihat Cindy sedang sibuk membuka buku menu sambil sesekali melirik smartphone yang ditaruh tepat di sampingnya.

"Baru lu doang nih yang dateng? Yang lain pada kemana?" tanya gue sambil menarik kursi.

"Eh, Wil. Baru nyampe lu? Tau nih, yang lain pada ngaret," jawab Cindy sambil menggerutu.

"By the way kemana aja lu? Sok sibuk banget sih. Kemarin pas mau nonton bareng, bilangnya lagi lembur. Pas diajak CFD, malah meeting sama klien di luar. Sibuk banget lu kerja, kaya juga nggak. Hahhaha.." Cindy tertawa sambil meledek.

"Iya, iya.. sorry. Lagi banyak kerjaan nih," kata gue memelas sambil memanggil pelayan untuk pesan minuman.

Tak berapa lama, terlihat seorang wanita berlari kecil menghampiri kami dengan pakaian yang sedikit lep…