Langsung ke konten utama

Hidupkan MalamMu dengan Brilliant Portrait Oppo F11 Pro

Brilliant Portrait in Low Light @deNocz

Sekitar 10-15 tahun lalu kita mungkin tidak pernah menduga kalau posisi camera digital akan tergantikan oleh kamera ponsel. Memang, saat itu bentuk ponsel masihlah konvensional dimana keyboard fisik masih mendominasi. Kamera dengan layar penuh yang mengandalkan fitur touchscreen (layar sentuh) masih bisa dihitung dengan jari.

2010-an awal, era ponsel pintar (smartphone) dengan layar sentuh mulai menunjukkan tajinya. Dengan fisik yang lebih besar dan layar lebih luas, smartphone menjadi alat telekomunikasi andalan kaum urban.

Fitur yang paling memanjakan pengguna tentu adalah kamera yang semakin canggih serta display layar yang lebih luas. Hal inilah yang membuat kamera digital semakin tergerus, apalagi fitur-fiturnya telah diadopsi oleh smartphone.

Akan tetapi, sebagus atau secanggih apapun kamera smartphone tetaplah memiliki kekurangan. Salah satunya memotret di malam hari. Seperti kita tahu, di ruangan yang gelap dan minim cahaya, kamera ponsel akan menunjukkan "kelemahan"-nya. Gambar yang blur serta noise terlalu banyak adalah hasil gambar dari kamera smartphone.
Sesuatu yang pastinya bukan masalah jika menggunakan kamera profesional seperti DSLR dan mirrorless.

Namun jika tidak memiliki kamera pro, apakah kita bisa menangkap gambar, khususnya di malam hari, dengan hanya menggunakan kamera smartphone?

Smartphone Photography (IG @oppoindonesia)

Hidupkan Malammu dengan Oppo F11 Pro

Jalan smarphone "menggantikan" kamera profesional mungkin masih panjang dan cukup terjal. Mengingat keduanya memiliki segmentasi yang berbeda. Bila kamera hanya berfokus pada fitur pengabadi momen, smartphone harus membagi konsentrasinya ke berbagai fitur dan haram melupakan "kodrat"-nya sebagai alat telekomunikasi.

Belum lagi perintilan perlengkapan kamera yang tentunya belum sanggup disamai oleh ponsel yang mengutamakan kepraktisan. Faktor harga untuk menebus kedua gawai juga menjadi pertimbangan akan apa yang dibutuhkan oleh konsumen. Sebuah kamera profesional, atau hanya sekedar ponsel yang cerdas dalam mengambil gambar.

Akan tetapi, perlahan-lahan ponsel pintar mulai mengadopsi beberapa fitur dalam kamera profesional ke dalam alat perekam gambarnya. Sebuah kamera profesional sanggup menghasilkan gambar yang bagus di malam hari. Keunggulan dalam kamera inilah yang coba diadopsi oleh Oppo F11 Pro, varian baru dari F series penerus F9.

Fitur andalannya tidak main-main. Kamera berkekuatan 48 Megapixel lengkap dengan fitur Ultra Night Mode demi menangkap gambar yang jernih di malam hari.

#HidupkanMalamMu @deNocz

Dengan jargon "Brilliant Portrait in Low Light", Oppo F11 Pro hadir dan mencoba memuaskan para pecinta fotografi malam. Kombinasi lensa 6P dalam kamera ganda 48 MP + 5 MP dengan bukaan F/1.79 meningkatkan kepekaan terhadap cahaya dan membuat sensor menghasilkan gambar yang lebih cerah.

Fitur AI Ultra-Clear Engine juga membuat kamera secara otomatis mampu membedakan wajah manusia dan latar belakang seklaigus memastikan wajah manusia menjadi fokus utama saat mengambil gambar.

Seperti apa kecanggihan kamera untuk potret malam ini?

Menguji Ultra Night Mode Oppo 48 MP

Beberapa waktu lalu, saya berkesempatan menguji kualitas kamera Oppo F11 Pro yang mengusung embel-embel "potret memukau dalam gelap" ini. Lokasinya, tak lain sebuah tempat instagramable yang hitz belakangan ini. Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang sekaligus terhubung dengan Halte Transjakarta Gelora Bung Karno menjadi lokasi photoshoot.

Setelah renovasi , JPO dengan desain futuristik ini selalu ramai dikunjungi terutama di malam hari. Kala lampu di sekitar menyala dan berpendar dalam gelapnya malam menjadi momen untuk diabadikan oleh setiap orang yang melintas. Tak jarang, banyak orang yang menenteng kamera profesional demi mengabadikan momen di jembatan instagramable ini.

Jembatan Instagramable @deNocz
Hasil zoom yang minim noise @deNocz
Ultra Night Mode @deNocz

Crop zoom masih jernih @deNocz

Lokasi perkantoran di Jalan Sudirman (kemudian berlanjut ke Bundaran HI) dengan gedung-gedung yang gemerlap di malam hari sejatinya sudah menjadi objek menarik. Akan tetapi keindahan JPO Halte GBK tak bisa dikesampingkan begitu saja.

Dengan mode nightscape yang mampu meningkatkan eksposur, kualitas gambar dalam kondisi minim cahaya benar-benar teruji. Bahkan ketika dizoom hasilnya tidak pecah.

Beberapa kali saya mengambil gambar dengan objek berbeda-beda. Bahkan saya juga sempat mematikan fitur Nighscape dan memotret dengan mode biasa. Hasilnya tak kalah indah meski dengan Ultra Night Mode gambar yang dihasilkan jauh lebih menakjubkan.

Fitur Nighscape mampu memberikan ketepatan warna detail yang cukup akurat. Gemerlap lampu di gedung pencakar langit, pantulan cahaya dari kendaraan yang berlalulalang serta orang-orang yang melintas dapat ditangkap dan ditingkatkan warnanya dengan baik oleh kamera ini.

Yang paling menggembirakan, noise yang menjadi "penyakit" foto malam juga berhasil dikurangi dengan kamera Oppo F11 Pro. Bahkan kadar noise terbilang sangat minim.

Efek bokeh (captured by @hermini79)

Penasaran dengan fitur AI Ultra-Clear Engine, saya mencoba foto dimana saya sendiri menjadi objek foto. Hasilnya cukup mengagumkan. Jika menggunakan efek bokeh, hasilnya terlihat sangat natural, terutama foto di malam hari dan di ruangan outdoor. Manusia sebagai objek terlihat jelas senagai fokus utama.

Menjajal Rising Camera untuk Selfie

Beberapa waktu lalu, Oppo menggaungkan jargon "Selfie Expert". Lantas bagaimana kemampuan dari kamera depan Oppo F11 Pro. Bila smartphone masa kini banyak yang menggunakan notch atau poni untuk penempatan sensor dan kamera depan, Oppo F11 Pro melakukan sebuah inovasi dengan menggunakan mekanisme motorized pop-up atau juga disebut Rising Camera.

Rising Camera Oppo F11 Pro (IG @oppoindonesia)

Metode peletakan kamera selfie ini menjadi alternatif untuk menyembunyikan kamera depan agar layar smartphone menjadi lebih luas tanpa adanya poni. Rising Camera Oppo F11 Pro terinspirasi dari fosil getah kayu dengan desain transparan yang berpadu dengan keunggulan teknologi masa kini.

Letak kamera selfie tepat berada di tengah dimana menjadi tempat peletakan yang lebih strategis ketimbang kamera depan yang posisinya agak ke samping kanan atau kiri. Bila tak digunakan atau hendak ditutup secara "paksa" dengan cara ditekan, secara otomatis Rising Camera akan turun masuk dengan sendirinya.

Dengan resolusi 16 MP dan aperture F/2.0, Oppo F11 Pro mampu menangkap gambar selfie dengan sangat baik. Fitur AI miliknya mampu mengenali wajah. Pengguna juga dapat mengaplikasikan solusi percantik wajah sesuai kebutuhan. Misalnya mengecilkan mata, membuat dagu lebih lancip, dan lain-lain.

Selfie with Oppo F11 Pro @deNocz
Bokeh terlalu terang, background menjadi samar @deNocz

Baik di dalam dan luar ruangan, hasil selfie Oppo F11 Pro terlihat cukup baik. Ditambah efek bokeh membuat fokus objek terpampang dengan lebih akurat.

Sayangnya ada sedikit kekurangan jika menggunakan efek bokeh dengan background yang sangat terang. Hasilnya latar belakang menjadi terlalu samar.

Saya juga mencoba mengambil beberapa gambar seperti foto dalam ruangan, selfie dalam ruangan tanpa efek bokeh juga memotret momen secara candid. Secara keseluruhan saya cukup puas dengan fitur kamera Oppo F11 Pro. "Brilliant Portrait in Low Light" benar-benar mampu menghidupkan malam dan mengabadikannya lewat kamera.

Food Photography, Cwie Mie Hijau @deNocz

Candid @deNocz

Hotel Grand Hyatt @deNocz

Selfie bokeh dalam ruangan @deNocz

Selfie tanpa bokeh @deNocz

Nightscape @deNocz

Keunggulan Oppo F11 Pro

Meski mengandalkan fitur kamera sebagai andalan utama, sejatinya Oppo F11 Pro juga dilengkapi spesifikasi layaknya ponsel mid-end. Jeroannya ditanam Mediatek Helio P70 sebagai dapur pacu. Agar kinerjanya halus, RAM 6GB dan ROM 64GB menjadi pengakomodir. Tak lupa masih ada slot penyimpanan eksternal hingga 256 GB. Sistem operasi juga menggunakan Android 9.0 dan User Interface (UI) Color OS 6.

Oppo F11 Pro (IG @oppoindonesia)

Dengan segala spesifikasi canggih tersebut, jangan khawatir daya cepat habis karena Oppo F11 Pro memiliki baterai tanam sebesar 4.000 mAh yang mampu bertahan selama 15,5 jam dalam penggunaan normal, 12 jam untuk memutar video dan 5,5 jam untuk gaming.

Menariknya ponsel ini mendukung fitur fast charging VOOC Flash Charge 3.0 yang diklaim mampu meningkatkan pengisian daya dari keadaan baterai 0% - 100% dalam waktu 20 menit saja. WOW!

Oppo F11 Pro hadir dengan dua varian warna, yaitu Thunder Black dan Aurora Green. Dengan jargon baru "Brilliant Portrait" dan banderol Rp 4.999.000, ponsel pintar dengan kemampuan memotret di malam hari dapat Kamu miliki. So, tunggu apa lagi?

Hidupkan Malammu dengan Oppo F11 Pro.
It's a brilliant choice!


Oppo "Brilliant Portrait" @deNocz

Komentar

  1. pas f11 ini kluar, aku udh telanjur beli f9 wkwkwkk. sebeeeel. pdhl kalk sabar nunggu mndingan beli f11 lah. tp dari dulu aku slalu setia ama oppo. dr f1,sakpe skr f9, dan kayaknya bakal aku beli jg itu f11. :D. jd kalo traveling ga repot bawa2 dslr. udh cukup hp ajalah

    BalasHapus
  2. Wuahhh ini yaa jadi pengen ganti HP dong setelah baca ini haha. Tabungan mirrorless ak ganti dengan beli ini yak, bisa potret makanan dan itu JPO nya super ciamik

    BalasHapus
  3. Oppo F11 cocok nih buat yang tidak ingin bawa kamera lagi untuk ambil foto bokeh atau pun low Light. Ah jadi penasaran, ingin membelinya

    BalasHapus
  4. Hpku skrng juga oppo versi jadul jd memang hrs upgrade neh hehehhe. Low lightnya di malah hari jernih bngt ya hasilnya. Duhh...jd pengen ganti hp neh.

    BalasHapus
  5. Bagus juga ternyata Oppo ini yah. Bokehnya itu loh bagus nggak berasa terpaksa, dan suasana malam tercapture dengan tetap bening

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tak Hanya Outfit, Jam Tangan Juga Bisa "Saltum"

Beberapa waktu lalu di suatu acara resmi, saya bertemu dengan seorang kawan. Ia memakai outfit batik lengkap dengan pantofel, namun ada sesuatu yang sedikit mengganjal. Ternyata ia memakai jam tangan digital bertipe sport. Tentu ini sedikit mengurangi tingkat "kekerenan"-nya hanya karena "saltum" jam tangan.

Lain halnya dengan seorang kawan lainnya dimana ketika kami traveling trekking ke curug, ia menggunakan jam tangan dengan bracelet stainless steel. Memang tipe ini tahan air, tapi untuk kegiatan outdoor sangat tidak disarankan karena selain lebih berat, bahan stainless steel juga berpotensi mencederai tangan dan tidak nyaman untuk heavy activity.

Berkaca pada kedua kasus ini, ternyata bukan hanya outfit saja yang bisa salah kostum. Aksesoris seperti jam tangan juga harus memiliki penempatan yang sesuai agar tidak saltum. Jangan sampai penampilan sempurna kita dari atas sampai bawah ternoda hanya karena menggunakan jam tangan yang kurang tepat. Jam tangan yang …

Ariana dan Kata Hatinya

Malam itu hujan deras turun. Dengan tergesa-gesa gue langsung menuju restoran dimana teman-teman janjian kumpul disana. Seperti biasa, yang janji mau ngumpul ada enam-tujuh orang, yang baru nongol baru satu orang. Dari jauh terlihat Cindy sedang sibuk membuka buku menu sambil sesekali melirik smartphone yang ditaruh tepat di sampingnya.

"Baru lu doang nih yang dateng? Yang lain pada kemana?" tanya gue sambil menarik kursi.

"Eh, Wil. Baru nyampe lu? Tau nih, yang lain pada ngaret," jawab Cindy sambil menggerutu.

"By the way kemana aja lu? Sok sibuk banget sih. Kemarin pas mau nonton bareng, bilangnya lagi lembur. Pas diajak CFD, malah meeting sama klien di luar. Sibuk banget lu kerja, kaya juga nggak. Hahhaha.." Cindy tertawa sambil meledek.

"Iya, iya.. sorry. Lagi banyak kerjaan nih," kata gue memelas sambil memanggil pelayan untuk pesan minuman.

Tak berapa lama, terlihat seorang wanita berlari kecil menghampiri kami dengan pakaian yang sedikit lep…

Semangkuk Soto, Segelas Anggur dan Peragaan Busana

Beberapa waktu lalu Kementerian Pariwisata telah menetapkan lima makanan yang menjadi kuliner nusantara. Selain menjadi ikon kuliner, makanan-makanan tersebut juga menjadi salah satu media promosi untuk memperkenalkan Indonesia ke seluruh dunia. Menariknya, Rendang yang saya kira berada di urutan pertama, ternyata ada di posisi kedua. Nomor satu yang menjadi ikon kuliner Indonesia adalah SOTO.
Mengapa soto bisa jadi nomor satu, dibandingkan rendang yang sudah mendunia (apalagi ketika dinyanyikan oleh Bule yang jatuh cinta pada masakan khas Minang itu). Jawabannya adalah selain merupakan kuliner asli Indonesia, soto mudah ditemukan di dimana-mana, bahkan setiap daerah punya ciri khas soto masing-masing. Sebut saja Soto Kudus, Soto Lamongan atau Soto Banjar dengan bumbu, rempah serta kearifan lokal dari kota asalnya.
Selaras dengan momen tersebut, Summarecon Mal Kelapa Gading bersama Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta kembali menyelenggarak…