Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2019

Mewujudkan Indonesia Bebas Asap Rokok dengan Kota Layak Anak

Pernah dengar tentang Kota Layak Anak/Kabupaten Layak Anak? Anak-anak adalah modal pembangunan dan kunci kemajuan bangsa di masa depan. Karena itulah pemerintah harus menjamin pemenuhan hak dan perlindungan anak dengan membangun Kota Layak Anak. Salah satunya dengan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) atau kawasan bebas asap rokok.

Data Kemenkes pada 2018 mencatat baru 43% kota/kabupaten layak anak. Salah satu indikator yang harus dipenuhi untuk menjadi kota layak anak adalah larangan iklan, promosi dan sponsor rokok. Selain itu harus ada Perda (Peraturan Daerah) yang mengatur mengenai kawasan tanpa rokok. Gunanya untuk melindungi anak-anak dari target pemasaran industri rokok dan paparan asap rokok. Saat ini, baru ada 10 kota/kabupaten yang memiliki Perda KTR.


Kota layak anak adalah salah satu langkah untuk mewujudkan Indonesia Bebas Asap Rokok. Karena itulah Kantor Berita Radio-KBR mengulas topik mengenai Kawasan Tanpa Rokok Untuk Wujudkan Kota Layak Anak dalam talkshow #RuangPublikKBR. Talk…

"Lima Hutan, Satu Cerita", Menyeimbangkan Kelestarian Alam dan Kesejahteraan Masyarakat

"Saya ingin menjadikan cerita ini inspirasi bagi daerah lain. Buku ini untuk memberi sumbangan bagaimana Perhutanan Sosial bisa dipercepat."

Pada peluncuran buku "Lima Hutan, Satu Cerita", Tosca Santoso sebagai penulis menuturkan harapannya agar perhutanan sosial bermanfaat bagi masyarakat. Berisi catatan perjalanan kala berkunjung ke lima hutan di Indonesia, yaitu di Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat, Kerinci Provinsi Jambi, Gunung Kidul Yogyakarta, Madiun Jawa Timur, dan Sarongge, Cianjur, Jawa Barat.

Dalam acara diskusi "Ngobrolin Hutan Sosial" di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta Pusat, pada Jumat (5/4/2019) lalu, Tosca yang juga seorang jurnalis dan pegiat lingkungan bagi percepatan program Perhutanan Sosial mengisahkan perjalanannya selama tiga bulan, sejak Oktober 2018, dalam buku setebal 164 halaman.

Dia menceritakan pengalamannya melihat langsung keberhasilan program perhutanan sosial di lima hutan tersebut. Kisah ini tentu bisa menjadi inspir…

Kirana House at Pejaten, Properti Idaman Kaum Milenial

Bagi milenial, memiliki rumah di Jakarta rasanya sangat mustahil. Harga tanah yang terus melambung membuat keinginan memiliki hunian pribadi sulit terealisasi. Paling mentok, mereka hanya sanggup membeli apartemen. Kalau mau rumah tapak dengan harga terjangkau, hanya ada di kota tetangga atau pinggiran ibukota.

Menyikapi fenomena sulitnya milenial memiliki properti, Diamondland Development memberi solusi dengan menghadirkan ApartHouse, sebuah hunian berkonsep apartemen namun landed, compact dan fungsional dengan bangunan meninggi ke atas. Salah satunya adalah Kirana House at Pejaten.

Kirana House at Pejaten hadir bukan hanya sebagai jawaban atas milenial yang mendambakan memiliki rumah pribadi, tapi juga solusi untuk mengurangi stres akibat beban pekerjaan dan kemacetan karena jarak antara rumah dan kantor yang cukup jauh karena banyak waktu terbuang sehingga kurang produktif. Dengan lokasinya yang strategis berada dekat pusat bisnis, akses transportasi, sekolah, rumah sakit dan sent…