Langsung ke konten utama

Kirana House at Pejaten, Properti Idaman Kaum Milenial



Bagi milenial, memiliki rumah di Jakarta rasanya sangat mustahil. Harga tanah yang terus melambung membuat keinginan memiliki hunian pribadi sulit terealisasi. Paling mentok, mereka hanya sanggup membeli apartemen. Kalau mau rumah tapak dengan harga terjangkau, hanya ada di kota tetangga atau pinggiran ibukota.

Menyikapi fenomena sulitnya milenial memiliki properti, Diamondland Development memberi solusi dengan menghadirkan ApartHouse, sebuah hunian berkonsep apartemen namun landed, compact dan fungsional dengan bangunan meninggi ke atas. Salah satunya adalah Kirana House at Pejaten.

Kirana House at Pejaten hadir bukan hanya sebagai jawaban atas milenial yang mendambakan memiliki rumah pribadi, tapi juga solusi untuk mengurangi stres akibat beban pekerjaan dan kemacetan karena jarak antara rumah dan kantor yang cukup jauh karena banyak waktu terbuang sehingga kurang produktif. Dengan lokasinya yang strategis berada dekat pusat bisnis, akses transportasi, sekolah, rumah sakit dan sentra kuliner, Kirana House at Pejaten adalah pilihan tepat, terutama bagi mereka yang ingin memiliki properti pertama.


ApartHouse ini memiliki konsep SMF (Smart, Modern, Futuristic) Living Concept dengan bangunan 2,5 dan 3,5 lantai dimana ada carport serta private sky garden. Dengan konsep Smart Home, Kirana House memungkinkan penghuni mengakses dan mengendalikan AC, lampu sampai speaker cukup dari handphone. Tak hanya itu, Kirana House juga menggunakan teknologi Smart Door Lock untuk akses masuk ke rumah lewat sidik jari, password atau kartu. Penghuni juga mendapatkan Free Wifi selama setahun.

"Konsep yang kami tawarkan adalah Aparthouse. Karena  biasanya untuk memiliki rumah di Jakarta orang harus mengeluarkan lebih dari 1 M, sehingga kami berfikir ini adalah solusi memiliki tempat tinggal di Jakarta, berkonsep seperti Apartment namun di landed, compact dan fungsional. Dengan facade yang aerodinamis, sehingga udara dan sinar matahari dapat masuk dengan leluasa," jelas Bayu Setiawan, Managing Director Diamondland Group.

Kirana House hadir dengan 2 type:

  • New Vivere (LT/LB 12/42), dengan 2 kamar tidur, 1 kamar mandi dan sky garden di rooftop (2,5 Lantai).
  • Great Geranium (LT/LB 19/80), dengan 3 kamar tidur, 2 kamar mandi, 1 carpot mobil dan sky garden di rooftop (3,5 Lantai).



Perumahan yang berlokasi di jalan Siaga Raya, Pejaten ini masih sangat terjangkau, karena dibanderol dengan harga 700jutaan saja. Tentunya pemilik bisa mendapatkan SHM (Sertifikat Hak Milik).

Untuk pembayaran, Kirana House at Pejaten bekerjasama dengan Bank Bukopin Syariah dengan sistem KPR. Dengan DP 30% dan jangka waktu hingga 25 tahun, cicilan termurahnya juga mulai dari 6 jutaan. Tentu ini adalah alternatif bagi yang tidak memiliki dana bila harus membayar cash keras.

Sebagai generasi milenial, saya pribadi sangat tergiur dengan hunian ini. ApartHouse adalah sebuah solusi bagi yang ingin memiliki hunian di ibukota dengan harga terjangkau. Dengan bangunan minimalis namun modern, Kirana House at Pejaten sangat cocok untuk profesional dan pasangan muda. Apalagi, lokasinya juga tak jauh dari pusat bisnis dan keramaian serta akses transportasi.


Perumahan Kirana House at Pejaten adalah proyek ke-28 Diamondland Development. Bekerjasama dengan pengembang dari Pesona City – Pesona Depok. Saat ini, hanya Diamondland Development yang memiliki proyek ApartHouse di Jakarta dengan proyek pertama yang berpusat di selatan ibukota.

"Pangsa pasar kami adalah milenial. Kami sangat memahami kebutuhan milenial saat ini yang ingin memiliki rumah dekat tepat kerja, oleh karena itu kami membangun Kirana House yang berkonsep Smart Modern Futuristic Living Concept," ujar Adam Bilfaqih, Presiden Director Diamondland Development.

Tunggu apalagi milenial? Segera miliki properti pertama dan hunian idamanmu di Kirana House at Pejaten. Persediaan terbatas karena saat ini hanya dipasarkan sebanyak 76 unit saja. Jangan sampai kehabisan!

INFO:
http://www.kiranahouseatpejaten.com/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tak Hanya Outfit, Jam Tangan Juga Bisa "Saltum"

Beberapa waktu lalu di suatu acara resmi, saya bertemu dengan seorang kawan. Ia memakai outfit batik lengkap dengan pantofel, namun ada sesuatu yang sedikit mengganjal. Ternyata ia memakai jam tangan digital bertipe sport. Tentu ini sedikit mengurangi tingkat "kekerenan"-nya hanya karena "saltum" jam tangan.

Lain halnya dengan seorang kawan lainnya dimana ketika kami traveling trekking ke curug, ia menggunakan jam tangan dengan bracelet stainless steel. Memang tipe ini tahan air, tapi untuk kegiatan outdoor sangat tidak disarankan karena selain lebih berat, bahan stainless steel juga berpotensi mencederai tangan dan tidak nyaman untuk heavy activity.

Berkaca pada kedua kasus ini, ternyata bukan hanya outfit saja yang bisa salah kostum. Aksesoris seperti jam tangan juga harus memiliki penempatan yang sesuai agar tidak saltum. Jangan sampai penampilan sempurna kita dari atas sampai bawah ternoda hanya karena menggunakan jam tangan yang kurang tepat. Jam tangan yang …

Perjalanan Menuju Pagi

Gelap gulita menyergap, namun tak menyurutkan kaki untuk melangkah..

Ribuan derap langkah kaki merayap dalam sendu, sebagian terantuk sebagian tertatih..

Cahaya kecil menerangi jalan, dengan keringat yang terhapus dinginnya pagi..

Setapak demi setapak, selangkah demi selangkah, tak ada kata untuk mundur..

Dari balik daun, semburat jingga terbangun dari tidur lelapnya..

Sedikit lagi..

Sedikit lagi..

Hanya tinggal beberapa tapak langkah kaki lagi..

Di atas sana, kaki-kaki yang sudah lelah melangkah beristirahat..

Menunggu..

Menunggu..

Dan menunggu..

Cahaya keemasan itu akhirnya muncul, membayar lelah ribuan pasang mata yang menantinya..

Sebagian terdiam..

Sebagian terkejut..

Sebagian bersikap tak acuh dan menyibukkan diri..

Tak ada yang lebih indah daripada melihat anugerah Tuhan, ciptaanNya yang sempurna..

Yang menandakan, hari ini adalah hari baru, semangat baru dan harapan baru..

Lupakan yang telah berlalu, mari songsong hari baru dengan senyuman..

Selamat pagi dunia..

Ayo, Kurangi Penggunaan Plastik!

Beberapa waktu lalu ramai di media sosial mengenai sampah plastik yang ditemukan dalam perut ikan. Ada pula biota laut yang habitatnya tercemar plastik sehingga mengiranya sebagai makanan. Atau cerita plastik kemasan makanan instan yang ditemukan masih utuh meski sudah lebih dari dua dekade terombang-ambing dan mengapung di laut.

Permasalahan sampah plastik sudah menjadi masalah internasional. Banyak negara yang mengupayakan berbagai cara untuk menekan angka jumlah sampah plastik. Salah satunya dengan memproduksi plastik ramah lingkungan yang mudah hancur dalam waktu relatif singkat. Selain itu, juga dengan cara meminimalisir penggunaan plastik.

Sebagai wujud cinta terhadap bumi yang kita pijak dan hirup udaranya ini, sudah sepatutnya kita berperan serta dalam upaya menekan jumlah sampah plastik. Bukankah banyaknya sampah plastik juga akibat perbuatan manusia. Karena itulah kita bisa turut aktif dalam kampanye minimalisir penggunaan plastik, yaitu dengan cara:


1. Mengganti plastik de…