Langsung ke konten utama

KAY's Bar & Cafe, One Stop Entertainment Untuk Kaum Urban


Kaum urban yang tinggal di ibukota pastinya rentan stres akibat tekanan, rutinitas dan pekerjaan. Solusinya, dengan refreshing sejenak maka pikiran akan tenang. Berkumpul bersama kawan, kolega maupun pasangan bisa jadi pilihan untuk menghilangkan penat. Namun di tengah padatnya jam kerja, pastinya kita membutuhkan one stop entertainment tanpa perlu membuang banyak waktu.

KAY's Bar & Cafe yang berada di kawasan Pasar Baru Mansion memberikan solusi hiburan bagi kaum urban. Dengan mengusung konsep tempat kongkow yang casual, cozy dan kekinian, pengunjung bisa memilih ingin menghabiskan waktu di kafe atau di bar. KAY's Cafe mengusung tema "Urban Coffee House" yang pastinya selain menawarkan beragam jenis kopi serta minuman lainnya, juga ada menu makanan western-oriental style.


Sementara KAY's Bar lebih mengedepankan konsep "Casual Bar" yang menyediakan makanan dan minuman beralkohol. Tak hanya itu, setiap weekend ada DJ/Band performance di Bar serta live acoustic di Kafe setiap Senin dan Rabu. Ditambah, KAY's Bar & Cafe berorientasi pada kepuasan pelanggan dengan konsep "Customer is friend" dimana mereka melayani pengunjung dengan sabar dan ramah serta memastikan semua kebutuhan dan permintaan tamu terpenuhi.

***

Pada Jumat (26/4/2019) lalu, saya dan teman-teman berkesempatan hadir dalam undangan terbatas pre-soft launching KAY's Bar & Cafe. Disana kami mencicipi beragam makanan dan minuman yang disajikan. Dengan ruangan yang bisa menampung sekitar 80 orang, KAY's Cafe adalah tempat kongkow yang cozy lengkap dengan sudut-sudut yang instagramable.

Beberapa main course yang kami cicipi antara lain: Chicken Cordon Bleu, Nasi Goreng Kampoeng, Dory Sambal Matah hingga Smoked Beef Sandwich. Sementara beverages yang kami pesan adalah Hot/Iced Capuccino, KAY's Berry Tea, Passion Squash dan Strawberry Lactobacillo. Selain itu masih ada appetizer dan dessert seperti Chicken Wings, French Fries, Onion Rings, Banana Fritter dan Roti Goreng.



Overall, makanan yang kami santap cukup memuaskan. Dengan range harga Rp 30.000-50.000 untuk makanan atau minumannya (tax included), pengunjung bisa merasakan suasana yang cozy, homey serta betah nongkrong selama berjam-jam. Apalagi jika ditambah live acoustic yang menjadikan suasana kian nyaman.

Beralih ke KAY's Bar di lantai 2, nuansa bar dan beer house terasa nyata. Dengan kursi dan meja yang rendah serta kursi-kursi bar yang mampu menampung 100 orang, pengunjung dapat bersantai serta menikmati hiburan malam dari band/DJ performances. Beragam jenis minuman alkohol maupun non-alkohol disajikan oleh bartender. Bahkan ada free flow beer yang bisa ditebus dengan harga Rp 100.000 (promo).

Dentuman musik dari DJ serta segelas bir menjadi teman saya ketika menikmati malam di KAY's Bar. Para tamu yang hadir juga menikmati malam hari itu dengan kongkow dan bersenda gurau. Tak lupa, acara ini diakhiri dengan beberapa pengundian lucky draw, sebuah voucher menginap atau weekend stay di MARC Hotel yang juga merupakan bagian dari Pasar Baru Mansion. Oh ya, KAY's Bar & Cafe ini letaknya persis di depan lobby MARC Hotel.





***

Mencoba tetap "waras" di tengah gilanya tuntutan ibukota memang sangat berat. Membuang toxic atau racun akibat stres sangat diperlukan. Mereka yang memang menyukai hiburan malam pastinya mencari tempat yang cozy dan memberikan kenyamanan. Apalagi jika tempatnya tak terlalu jauh dari kantor atau tempat tinggalnya.


KAY's Bar & Cafe hadir sebagai pionir one stop entertainment atau pertama di Jakarta Pusat dengan konsep kafe dan bar yang cozy dan kekinian. Ada juga paket-paket seperti Birthday Party, Engagement Party, Wedding Bash sampai Graduation Party. Lokasinya pun tak jauh dari perkantoran dan pusat perbelanjaan.

Bagi milenial dan kaum urban yang membutuhkan hiburan malam dan entertainment serta berdomisili di pusat ibukota, tak ada salahnya melipir sejenak dari rutinitas dan menikmati hiburan lengkap di KAY's Bar & Cafe.

Let's chill out..





Komentar

  1. Nasi goreng kampoeng, itu cita rasa kampoengnya ada di bagian apa?

    BalasHapus
  2. tampilannya yg ala-ala kampung ;D

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ariana dan Kata Hatinya

Malam itu hujan deras turun. Dengan tergesa-gesa gue langsung menuju restoran dimana teman-teman janjian kumpul disana. Seperti biasa, yang janji mau ngumpul ada enam-tujuh orang, yang baru nongol baru satu orang. Dari jauh terlihat Cindy sedang sibuk membuka buku menu sambil sesekali melirik smartphone yang ditaruh tepat di sampingnya.

"Baru lu doang nih yang dateng? Yang lain pada kemana?" tanya gue sambil menarik kursi.

"Eh, Wil. Baru nyampe lu? Tau nih, yang lain pada ngaret," jawab Cindy sambil menggerutu.

"By the way kemana aja lu? Sok sibuk banget sih. Kemarin pas mau nonton bareng, bilangnya lagi lembur. Pas diajak CFD, malah meeting sama klien di luar. Sibuk banget lu kerja, kaya juga nggak. Hahhaha.." Cindy tertawa sambil meledek.

"Iya, iya.. sorry. Lagi banyak kerjaan nih," kata gue memelas sambil memanggil pelayan untuk pesan minuman.

Tak berapa lama, terlihat seorang wanita berlari kecil menghampiri kami dengan pakaian yang sedikit lep…

Tak Hanya Outfit, Jam Tangan Juga Bisa "Saltum"

Beberapa waktu lalu di suatu acara resmi, saya bertemu dengan seorang kawan. Ia memakai outfit batik lengkap dengan pantofel, namun ada sesuatu yang sedikit mengganjal. Ternyata ia memakai jam tangan digital bertipe sport. Tentu ini sedikit mengurangi tingkat "kekerenan"-nya hanya karena "saltum" jam tangan.

Lain halnya dengan seorang kawan lainnya dimana ketika kami traveling trekking ke curug, ia menggunakan jam tangan dengan bracelet stainless steel. Memang tipe ini tahan air, tapi untuk kegiatan outdoor sangat tidak disarankan karena selain lebih berat, bahan stainless steel juga berpotensi mencederai tangan dan tidak nyaman untuk heavy activity.

Berkaca pada kedua kasus ini, ternyata bukan hanya outfit saja yang bisa salah kostum. Aksesoris seperti jam tangan juga harus memiliki penempatan yang sesuai agar tidak saltum. Jangan sampai penampilan sempurna kita dari atas sampai bawah ternoda hanya karena menggunakan jam tangan yang kurang tepat. Jam tangan yang …

JNE Kini Bisa Kirim Paket ke Luar Negeri

Pernahkah Anda terpikir untuk touring ke luar negeri dengan kendaraan kesayangan? Para pecinta motor klasik dan legendaris pastinya tak ingin jauh dari tunggangannya. Namun perkara membawa motor ke luar negeri bukan hal yang mudah. Apalagi jika jaraknya terbentur laut, bukan daratan yang bisa dilalui kendaraan roda dua.

Jangan khawatir. JNE sebagai perusahaan kurir terbesar di Indonesia kini memiliki layanan untuk mengirimkan kendaraan roda dua ke luar negeri. Tentu saja keperluan pengiriman juga harus jelas, untuk keperluan pribadi, komersil, atau untuk eksebisi, alat profesional atau kemanusiaan. Karena itu dibutuhkan dokumen ATA Carnet atau CPD Carnet yang berfungsi layaknya paspor sebagai pengganti dokumen pabean nasional.

Dokumen ATA Carnet berfungsi sebagai dokumen impor dan ekspor sementara untuk barang-barang dengan keperluan pameran/eksebisi, alat profesional, pendidikan, keperluan pribadi wisatawan, keperluan pribadi olahraga dan untuk tujuan kemanusiaan. Sementara dokumen …