Langsung ke konten utama

Menjadi Manusia Cerdas dan Berkualitas Lewat Lembaga Pendidikan Berbasis Pesantren


"Pendidikan bukan hanya sekedar rantai pemutus kemiskinan. Pendidikan ada untuk mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan serta memperhalus perasaan."

Seperti kita tahu, pendidikan adalah bekal untuk masa depan. Dengan pendidikan yang baik, seseorang dapat bertahan hidup di tengah sengitnya pesaingan untuk memperoleh hidup mapan. Namun tak semua orang bisa menikmati pendidikan yang berkualitas, tingginya biaya menjadi salah satu faktor penghalang.

Pendidikan yang baik akan menciptakan SDM yang cerdas dan berkualitas. Akan tetapi tak semua lembaga pendidikan membentuk manusia yang cerdas dan juga berakhlak. Karena itulah kini dibutuhkan lembaga pendidikan kreatif yang bukan hanya menciptakan SDM berdaya saing tinggi, tetapi juga memberikan bimbingan spiritual bagi peserta didiknya.

Menyalurkan Zakat Untuk Pendidikan

Tingginya angka putus sekolah yang dialami keluarga dhuafa menjadi perhatian serius. PT PLN (Persero) P3B bersama Lembaga Amal Zakat (LAZ) PT PLN P3B, Yasmin dan Yayasan Lazuardi Hayati mendirikan SMK Informatika Utama yang memberikan pendidikan gratis bagi siswa kurang mampu. Zakat sebesar 2,5% tiap bulannya dari pendapatan sekitar 90% lebih karyawan PLN digunakan untuk operasional sekolah ini.

SMK Informatika Utama memiliki visi menghasilkan SDM yang unggul, berbudaya, cerdas berbangsa, berkarakter dan berbudi pekerti. Seperti sekolah menengah tingkat atas pada umumnya, SMK Informatika Utama memiliki masa studi 3 tahun dengan program kejuruan berbasis Teknologi Informasi (TI). SMK yang berlokasi di Cinere, Depok ini juga menyiapkan lulusan yang handal, berjiwa wirausaha dan siap masuk ke dunia kerja.

Layanan pendidikan gratis dari sekolah ini menjadikan peserta didik dari mustahiq menjadi muzaki. Dengan lingkungan sekolah yang ramah dan nyaman, peserta didik juga diajarkan untuk cinta Quran sehingga menjadi manusia yang berkarakter bangsa dan berakhlak mulia.


Cikal bakal SMK Informatika Utama dimulai dari SMP Utama yang sudah berdiri sejak Juli 2003. Hadirnya SMK Informatika Utama menjadi solusi bagi peserta didik dari keluarga dhuafa yang tidak mampu melanjutkan pendidikan karena terkendala biaya.

PeTIK, Lembaga Pendidikan Untuk Mahasantri

Selain SMK Informatika Utama, PT PLN bersama Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN mendirikan pesantren berbasis sekolah tinggi dengan bidang Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK). PeTIK (Pesantren Teknologi, Informasi dan Komunikasi) didirikan pada 22 November 2010 dan kini berlokasi di Jl. Mandor Besar No.54, Rangkepanjaya, Pancoran Mas, Depok.

PeTIK didirikan dengan tujuan menjawab kebutuhan masyarakat kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dengan jenjang pendidikan setara Diploma 2, PeTIK menganut sistem belajar dan bermukim. Masa pendidikannya adalah 11 bulan dengan beban 75 sks. Para mahasantri umumnya berasal dari Lampung, Jabotabek, Jawa Barat dan Jawa Tengah. Sementara peserta didik khusus berasal dari LAZIS UNIT PLN di seluruh Indonesia.



Proses belajar di PeTIK memiliki 2 program. Pertama, Program Profesi Teknik Informatika dengan mata kuliah TIK, kewirausahaan dan bahasa Inggris. Kedua, program kepesantrenan seperti fiqih ibadah, fiqih muamalah, aqidah, tahfizhul quran, bahasa Arab, leadership training, dll. Adapun para santri bisa mengikuti kegiatan ekskul seperti pertanian dan olahraga serta aktif pada kegiatan masyarakat seperti pengajian di lingkungan RT/RW setempat.

Setiap tahunnya ada sekitar 50 santri ikhwan yang mengenyam pendidikan di PeTIK. Di akhir tahun pelajaran, lulusan terbaik akan mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat Sarjana atau S1. Semua biaya dari mulai masuk kuliah sampai diwisuda akan ditanggung oleh YBM PLN.

Hadirnya SMK Informatika Utama dan PeTIK diharapkan menjadi pemutus rantai kemiskinan bagi kaum dhuafa. Lulusannya juga diharapkan siap bersaing bahkan menciptakan lapangan kerja. Tentu saja, selain menjadi manusia cerdas dan berkualitas, lulusannya juga akan menjadi manusia berkarakter dan berakhlak. Dan semuanya ini berawal dari zakat untuk kaum dhuafa. Seperti sebuah ungkapan:

"Sedekah bila dikelola sendiri maka hanya bermanfaat sedikit. Namun, bila sedekah dikelola oleh lembaga maka akan menjadi sesuatu yang besar dan bermanfaat bagi banyak orang."


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ariana dan Kata Hatinya

Malam itu hujan deras turun. Dengan tergesa-gesa gue langsung menuju restoran dimana teman-teman janjian kumpul disana. Seperti biasa, yang janji mau ngumpul ada enam-tujuh orang, yang baru nongol baru satu orang. Dari jauh terlihat Cindy sedang sibuk membuka buku menu sambil sesekali melirik smartphone yang ditaruh tepat di sampingnya.

"Baru lu doang nih yang dateng? Yang lain pada kemana?" tanya gue sambil menarik kursi.

"Eh, Wil. Baru nyampe lu? Tau nih, yang lain pada ngaret," jawab Cindy sambil menggerutu.

"By the way kemana aja lu? Sok sibuk banget sih. Kemarin pas mau nonton bareng, bilangnya lagi lembur. Pas diajak CFD, malah meeting sama klien di luar. Sibuk banget lu kerja, kaya juga nggak. Hahhaha.." Cindy tertawa sambil meledek.

"Iya, iya.. sorry. Lagi banyak kerjaan nih," kata gue memelas sambil memanggil pelayan untuk pesan minuman.

Tak berapa lama, terlihat seorang wanita berlari kecil menghampiri kami dengan pakaian yang sedikit lep…

Tak Hanya Outfit, Jam Tangan Juga Bisa "Saltum"

Beberapa waktu lalu di suatu acara resmi, saya bertemu dengan seorang kawan. Ia memakai outfit batik lengkap dengan pantofel, namun ada sesuatu yang sedikit mengganjal. Ternyata ia memakai jam tangan digital bertipe sport. Tentu ini sedikit mengurangi tingkat "kekerenan"-nya hanya karena "saltum" jam tangan.

Lain halnya dengan seorang kawan lainnya dimana ketika kami traveling trekking ke curug, ia menggunakan jam tangan dengan bracelet stainless steel. Memang tipe ini tahan air, tapi untuk kegiatan outdoor sangat tidak disarankan karena selain lebih berat, bahan stainless steel juga berpotensi mencederai tangan dan tidak nyaman untuk heavy activity.

Berkaca pada kedua kasus ini, ternyata bukan hanya outfit saja yang bisa salah kostum. Aksesoris seperti jam tangan juga harus memiliki penempatan yang sesuai agar tidak saltum. Jangan sampai penampilan sempurna kita dari atas sampai bawah ternoda hanya karena menggunakan jam tangan yang kurang tepat. Jam tangan yang …

Hidupkan MalamMu dengan Brilliant Portrait Oppo F11 Pro

Sekitar 10-15 tahun lalu kita mungkin tidak pernah menduga kalau posisi camera digital akan tergantikan oleh kamera ponsel. Memang, saat itu bentuk ponsel masihlah konvensional dimana keyboard fisik masih mendominasi. Kamera dengan layar penuh yang mengandalkan fitur touchscreen (layar sentuh) masih bisa dihitung dengan jari.

2010-an awal, era ponsel pintar (smartphone) dengan layar sentuh mulai menunjukkan tajinya. Dengan fisik yang lebih besar dan layar lebih luas, smartphone menjadi alat telekomunikasi andalan kaum urban.

Fitur yang paling memanjakan pengguna tentu adalah kamera yang semakin canggih serta display layar yang lebih luas. Hal inilah yang membuat kamera digital semakin tergerus, apalagi fitur-fiturnya telah diadopsi oleh smartphone.

Akan tetapi, sebagus atau secanggih apapun kamera smartphone tetaplah memiliki kekurangan. Salah satunya memotret di malam hari. Seperti kita tahu, di ruangan yang gelap dan minim cahaya, kamera ponsel akan menunjukkan "kelemahan"…