Langsung ke konten utama

Pengalaman Me Time Berkualitas di NEST Family Reflexology Bintaro


Rutinitas dan kesibukan membuat tubuh cepat lelah. Meski sudah mengatur ritme dan membagi waktu antara bekerja dan istirahat, namun tetap saja melampaui batas dari tubuh itu sendiri. Solusinya, menyisihkan waktu untuk pijat atau relaksasi akan membuat tubuh terasa segar kembali.

Mencari tempat pijat dan spa yang berkualitas saat ini sangat mudah. Apalagi banyak sekali reflexology yang membuka cabang di kota-kota besar, baik di gedung sendiri maupun di lokasi strategis seperti di mall dan pusat perbelanjaan sehingga dapat menangkap peluang dan pasar dari kaum urban dan juga milenial.

Pada Jumat (26/4/2019) lalu, PT Telur Emas Anugerah Mandiri meresmikan cabang NEST Family Reflexology terbaru di wilayah Tangerang Selatan. Berlokasi di Bintaro Jaya Sektor 9 yang dikenal sebagai kawasan mandiri dengn segala fasilitas umum dan sosial, NEST hadir menjawab kebutuhan warga metropolitan yang ingin melipir sejenak dari rutinitas dan kepenatan.



Hadir dalam sebuah gedung bergaya natural modern yang sarat akan filosofi, NEST menjadi tempat relaksasi yang nyaman dan modern tanpa meninggalkan sentuhan tradisional warisan Indonesia. Nyaman, Eksklusif, Sehat dan Terpercaya merupakan kepanjangan dari NEST dengan filososfi sarang burung dimana setelah keluar untuk beraktivitas kta pasti akan kembali ke sarang.

Pengalaman 'Me Time' di NEST Family Reflexology

Di hari peresmian NEST Reflexology cabang Bintaro, saya juga mendapatkan kesempatan untuk mencoba pelayanan dari tempat pijat ini. Tentunya ini adalah pengalaman 'me time' yang berkualitas. Satu jam massage dan satu jam reflexy benar-benar membuang toxic dalam tubuh saya yang terus ditempa rasa lelah akibat rutinitas padat dalam seminggu terakhir.

Terapis yang melayani saya juga sangat profesional. Dia menghitung waktu kapan dimulai dan berakhirnya pijat/refleksi. Bahkan untuk waktu yang terbuang hanya karena berganti pakaian juga diganti olehnya. Dengan suara air mancur seperti bunyi rintik hujan membuat suasana terasa homey. Ruangan yang nyaman juga membuat pengunjung serasa di rumah sendiri.



Anyway, NEST juga menyediakan lubang colokan serta goodiebag untuk menyimpan pakaian para pengunjung yang melakukan massage treatment agar tidak berceceran atau berantakan. Selesai pijat, terapis juga menawarkan minuman seperti air mineral, teh atau jahe. Oh ya, jika pengunjung harus waiting list dan menunggu terapis yang siap melayani, NEST juga menyediakan teh, kopi, jahe dan kacang hijau secara gratis.

NEST Family Reflexology Bintaro memadukan konsep natural modern dalam bangunan gedung berlantai empat ini. NEST juga memberikan halaman parkir yang sangat lapang. Hal itu bertujuan agar dapat menampung semua pengunjung. Dan apabila hujan deras, pengunjung tak perlu turun dari mobil dengan basah-basahan.

Beberapa fasilitasnya adalah 29 ruangan single treatment, 11 ruangan VIP, 7 ruangan reflexology seluruh tubuh, dan 16 ruangan sofa reflexology. Tentu saja ini adalah sebuah perwujudan tempat relaksasi yang nyaman dan modern tanpa meninggalkan sentuhan budaya tradisional di tengah kepadatan aktifitas masyarakat sekitar Bintaro.


Bagi kalian yang ingin mencoba pengalaman treatment di NEST Family Reflexology, ada berbagai macam promo menarik dan discount treatment sampai 50%. Promo ini berlaku selama masa pembukaan dimana pembayaran juga dilakukan secara cashless. Kalian juga bisa memilih beragam pelayanan pijat dan relaksasi yang dikemas dalam produk herbal alami dan "smart packaging".

Jadi tunggu apalagi, ambil waktu untuk me time sejenak dari rutinitas dan rasakan pengalaman pijat di NEST Family Reflexology.


NEST Family Reflexology Bintaro
Jl. Bintaro Utama 9 Blok JB 5 No.6
Pondok Aren, Tangerang Selatan
Reservation: +62 812 8084 6959

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ariana dan Kata Hatinya

Malam itu hujan deras turun. Dengan tergesa-gesa gue langsung menuju restoran dimana teman-teman janjian kumpul disana. Seperti biasa, yang janji mau ngumpul ada enam-tujuh orang, yang baru nongol baru satu orang. Dari jauh terlihat Cindy sedang sibuk membuka buku menu sambil sesekali melirik smartphone yang ditaruh tepat di sampingnya.

"Baru lu doang nih yang dateng? Yang lain pada kemana?" tanya gue sambil menarik kursi.

"Eh, Wil. Baru nyampe lu? Tau nih, yang lain pada ngaret," jawab Cindy sambil menggerutu.

"By the way kemana aja lu? Sok sibuk banget sih. Kemarin pas mau nonton bareng, bilangnya lagi lembur. Pas diajak CFD, malah meeting sama klien di luar. Sibuk banget lu kerja, kaya juga nggak. Hahhaha.." Cindy tertawa sambil meledek.

"Iya, iya.. sorry. Lagi banyak kerjaan nih," kata gue memelas sambil memanggil pelayan untuk pesan minuman.

Tak berapa lama, terlihat seorang wanita berlari kecil menghampiri kami dengan pakaian yang sedikit lep…

Perjalanan Menuju Pagi

Gelap gulita menyergap, namun tak menyurutkan kaki untuk melangkah..

Ribuan derap langkah kaki merayap dalam sendu, sebagian terantuk sebagian tertatih..

Cahaya kecil menerangi jalan, dengan keringat yang terhapus dinginnya pagi..

Setapak demi setapak, selangkah demi selangkah, tak ada kata untuk mundur..

Dari balik daun, semburat jingga terbangun dari tidur lelapnya..

Sedikit lagi..

Sedikit lagi..

Hanya tinggal beberapa tapak langkah kaki lagi..

Di atas sana, kaki-kaki yang sudah lelah melangkah beristirahat..

Menunggu..

Menunggu..

Dan menunggu..

Cahaya keemasan itu akhirnya muncul, membayar lelah ribuan pasang mata yang menantinya..

Sebagian terdiam..

Sebagian terkejut..

Sebagian bersikap tak acuh dan menyibukkan diri..

Tak ada yang lebih indah daripada melihat anugerah Tuhan, ciptaanNya yang sempurna..

Yang menandakan, hari ini adalah hari baru, semangat baru dan harapan baru..

Lupakan yang telah berlalu, mari songsong hari baru dengan senyuman..

Selamat pagi dunia..

Tak Hanya Outfit, Jam Tangan Juga Bisa "Saltum"

Beberapa waktu lalu di suatu acara resmi, saya bertemu dengan seorang kawan. Ia memakai outfit batik lengkap dengan pantofel, namun ada sesuatu yang sedikit mengganjal. Ternyata ia memakai jam tangan digital bertipe sport. Tentu ini sedikit mengurangi tingkat "kekerenan"-nya hanya karena "saltum" jam tangan.

Lain halnya dengan seorang kawan lainnya dimana ketika kami traveling trekking ke curug, ia menggunakan jam tangan dengan bracelet stainless steel. Memang tipe ini tahan air, tapi untuk kegiatan outdoor sangat tidak disarankan karena selain lebih berat, bahan stainless steel juga berpotensi mencederai tangan dan tidak nyaman untuk heavy activity.

Berkaca pada kedua kasus ini, ternyata bukan hanya outfit saja yang bisa salah kostum. Aksesoris seperti jam tangan juga harus memiliki penempatan yang sesuai agar tidak saltum. Jangan sampai penampilan sempurna kita dari atas sampai bawah ternoda hanya karena menggunakan jam tangan yang kurang tepat. Jam tangan yang …