Langsung ke konten utama

OMEN by HP dan Pavillion Gaming, Mendobrak Batasan Dengan Produk Revolusioner


Industri gaming saat ini memang tengah berkembang. Di Indonesia sendiri game atau permainan sudah menjadi gaya hidup baik yang berbasis online atau offline, game mobile atau desktop. Sebagai salah satu brand komputer ternama di dunia, Hewlett-Packard atau HP meluncurkan laptop gaming terbaru OMEN by HP dan Pavilion Gaming.

"Gaming merupakan bagian penting dari sejarah HP, dan kami berkomitmen senantiasa memberikan pengalaman gaming yang luar biasa untuk setiap gamer," ujar Hendry Widjaja, Chief Operating Officer HP Indonesia pada launching OMEN by HP dan Pavillion Gaming di Central Park, Jakarta Barat, Kamis (25/7/2019).


Ke-3 laptop gaming yang diluncurkan oleh HP antara lain OMEN X 2S, OMEN 15 dan Pavillion Gaming 15. Ketiganya tentu memiliki spesifikasi dan target market yang berbeda-beda baik untuk casual gamers (bermain di waktu luang), penggemar antusias atau professional esports.

Dengan begitu, OMEN by HP dan Pavillion Gaming memungkinkan gamer untuk membangun ketahanan mental agar lebih kreatif, responsif, serta mampu menghadapi tantangan apapun baik saat bermain game, maupun saat bekerja atau beraktivitas.

Mendobrak batasan adalah filosofi reinvention dari HP. OMEN terus melakukan terobosan dengan produk evolusioner dan revolusioner dengan menetapkan standar dan mengubah cara laptop gaming digunakan. Bukan hanya memberikan pengalaman menyeluruh dalam bermain game, tetapi juga menjawab setiap kebutuhan gamer yang ingin terus berkembang.


OMEN by HP dan Pavilion Gaming semuanya mengusung layar berukuran 15 inci. Semuanya hadir dengan desain tipis dan bodi ringan dan sudah menggunakan Intel Core Generasi ke-9.

Pertama, OMEN X 2S yang merupakan laptop gaming layar ganda pertama di dunia yang didukung oleh hotkey khusus guna mendukung kemampuan multifungsi laptop tersebut.
Omen X S2 diperkuat dengan fitur real-time screen mirroring yang berfungsi memotong dan memperbesar objek di layar utama.

Pengguna pun bisa menggeser aplikasi lain ke layar kedua yang terletak di keyboard. Selain itu, OMEN X 2S juga dilengkapi dengan liquid metal compound sebagai bagian dari sistem Thermal Grizzly Conductonaut yang memiliki kemampuan konduktifitas termal 10 kali lebih baik dari thermal grease.


Menggunakan Intel Core i9-9880H dan graphic card NVIDIA GeForce RTX 2080, HP menyematkan label harga yang cukup fantastis untuk OMEN X 2S, yakni Rp64.999.000.

Kedua, OMEN 15 yang berukuran lebih kecil namun juga lebih powerful, yang didesain khusus untuk pengguna yang sering melakukan penyesuaian (customize) dan juga para gamer yang menginginkan performa laptop yang maksimal. Laptop ini didukung oleh advance thermal solution sehingga memiliki daya tahan yang sangat baik meskipun didesain berukuran lebih kecil.


OMEN 15 memiliki ketebalan 20% lebih tipis dari versi sebelumnya (20mm). Dilengkapi dengan prosesor Intel Core i7-9750H dengan graphic card NVIDIA GeForce RTX 2060 dan refresh rate super cepat yang dikemas dalam desain ramping, laptop ini dibanderol dengan harga mulai dari Rp23.999.000.

Ketiga, Pavillion Gaming 15, sebuah laptop yang didesain dengan kerangka yang 8% lebih tipis dari model-model sebelumnya. Pavilion Gaming 15 juga menyediakan opsi untuk meningkatkan teknologi yang ada di seluruh aspek dan dilengkapi prosesor Intel Core i7-9750H dan pilihan graphic card NVIDIA GeForce GTX 1650 Ti dengan Max-Q design yang baru diluncurkan. HP membanderol laptop ini mulai dari Rp14.999.000.


Semua seri dari OMEN by HP dan Pavillion Gaming dapat menjawab kebutuhan pengguna yang menginginkan laptop dengan teknologi mumpuni. Bagi para antusias dan gamer yang menginginkan segalanya, OMEN X2 adalah pilihan yang tepat.

Gamer sejati yang ingin memainkan game apapun dengan performa maksimal dapat memilih OMEN 15. Sementara obsessed dan proud gamer yang butuh laptop gaming bukan hanya untuk main game, namun juga untuk bekerja dan belajar kapanpun dan dimanapun, Pavillion Gaming 15 adalah jawabannya.

Jadi, kamu mau pilih laptop yang mana gamers? OMEN by HP atau Pavillion Gaming?


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ariana dan Kata Hatinya

Malam itu hujan deras turun. Dengan tergesa-gesa gue langsung menuju restoran dimana teman-teman janjian kumpul disana. Seperti biasa, yang janji mau ngumpul ada enam-tujuh orang, yang baru nongol baru satu orang. Dari jauh terlihat Cindy sedang sibuk membuka buku menu sambil sesekali melirik smartphone yang ditaruh tepat di sampingnya.

"Baru lu doang nih yang dateng? Yang lain pada kemana?" tanya gue sambil menarik kursi.

"Eh, Wil. Baru nyampe lu? Tau nih, yang lain pada ngaret," jawab Cindy sambil menggerutu.

"By the way kemana aja lu? Sok sibuk banget sih. Kemarin pas mau nonton bareng, bilangnya lagi lembur. Pas diajak CFD, malah meeting sama klien di luar. Sibuk banget lu kerja, kaya juga nggak. Hahhaha.." Cindy tertawa sambil meledek.

"Iya, iya.. sorry. Lagi banyak kerjaan nih," kata gue memelas sambil memanggil pelayan untuk pesan minuman.

Tak berapa lama, terlihat seorang wanita berlari kecil menghampiri kami dengan pakaian yang sedikit lep…

Tak Hanya Outfit, Jam Tangan Juga Bisa "Saltum"

Beberapa waktu lalu di suatu acara resmi, saya bertemu dengan seorang kawan. Ia memakai outfit batik lengkap dengan pantofel, namun ada sesuatu yang sedikit mengganjal. Ternyata ia memakai jam tangan digital bertipe sport. Tentu ini sedikit mengurangi tingkat "kekerenan"-nya hanya karena "saltum" jam tangan.

Lain halnya dengan seorang kawan lainnya dimana ketika kami traveling trekking ke curug, ia menggunakan jam tangan dengan bracelet stainless steel. Memang tipe ini tahan air, tapi untuk kegiatan outdoor sangat tidak disarankan karena selain lebih berat, bahan stainless steel juga berpotensi mencederai tangan dan tidak nyaman untuk heavy activity.

Berkaca pada kedua kasus ini, ternyata bukan hanya outfit saja yang bisa salah kostum. Aksesoris seperti jam tangan juga harus memiliki penempatan yang sesuai agar tidak saltum. Jangan sampai penampilan sempurna kita dari atas sampai bawah ternoda hanya karena menggunakan jam tangan yang kurang tepat. Jam tangan yang …

Hidupkan MalamMu dengan Brilliant Portrait Oppo F11 Pro

Sekitar 10-15 tahun lalu kita mungkin tidak pernah menduga kalau posisi camera digital akan tergantikan oleh kamera ponsel. Memang, saat itu bentuk ponsel masihlah konvensional dimana keyboard fisik masih mendominasi. Kamera dengan layar penuh yang mengandalkan fitur touchscreen (layar sentuh) masih bisa dihitung dengan jari.

2010-an awal, era ponsel pintar (smartphone) dengan layar sentuh mulai menunjukkan tajinya. Dengan fisik yang lebih besar dan layar lebih luas, smartphone menjadi alat telekomunikasi andalan kaum urban.

Fitur yang paling memanjakan pengguna tentu adalah kamera yang semakin canggih serta display layar yang lebih luas. Hal inilah yang membuat kamera digital semakin tergerus, apalagi fitur-fiturnya telah diadopsi oleh smartphone.

Akan tetapi, sebagus atau secanggih apapun kamera smartphone tetaplah memiliki kekurangan. Salah satunya memotret di malam hari. Seperti kita tahu, di ruangan yang gelap dan minim cahaya, kamera ponsel akan menunjukkan "kelemahan"…