Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2019

Vivo S1, Smartphonenya Anak Muda

Di era digitalisasi seperti saat ini, teknologi dan gadget adalah dua hal yang tak terpisahkan dan semakin masif perkembangannya. Contohnya, smartphone kini menjadi barang wajib dan kebutuhan banyak orang, khususnya anak muda. Ditambah lagi, semakin banyak vendor bermunculan yang memproduksi smartphone dengan beragam fitur, spesifikasi dan keunggulannya masing-masing. Salah satunya Vivo S1.

Seperti diketahui, Vivo adalah salah satu brand yang sukses merebut pangsa pasar tanah air. Kali ini, Vivo menelurkan seri S yang menyasar segmen anak muda. Generasi milenial dan generasi Z adalah target pasar Vivo S1 karena berpikiran luas, ramah pada teknologi serta memiliki pola multitasking yang bisa mengerjakan segala hal.

Lalu seperti apa ketangguhan smartphone yang cocok untuk anak muda ini?


1. Layar mentereng Anak muda tentu menginginkan smartphone dengan layar kinclong dan mentereng. Apalagi gadget dengan teknologi terkini akan membuat mereka kian 'menonjol' dibanding yang lain. Vi…

Grand Taman Melati Margonda 2, Hunian Terbaik Dekat Kampus Terbaik

Saya punya beberapa teman yang menimba ilmu di perantauan. Mereka bercerita bagaimana suka duka ketika kuliah di kota seberang nun jauh dari keluarga dan orangtua. Salah satu concern mereka adalah masalah tempat tinggal, yang mayoritas memilih untuk ngekos.

Namun, tinggal "indekos" juga menjadi masalah tersendiri. Maklum, imej kosan dan anak kos pada saat itu cenderung negatif. Namun bagi anak perantauan, ngekos adalah solusi yang paling mudah dan murah. Sayangnya ternyata masih ada saja kendala saat memilih kosan yang menjadi hunian mereka. Lokasi yang jauh dari kampus, minimnya akses kendaraan, sampai masalah keamanan adalah kendala sekaligus balada memilih hunian dekat kampus.

Sebagai orangtua, tentu menginginkan buah hatinya bukan hanya menempuh pendidikan di kampus terbaik tetapi juga tinggal di hunian yang terbaik pula. Dengan begitu, si anak bisa dengan nyaman fokus pada pendidikannya dan sebagai orangtua mereka merasa aman meski anaknya tinggal jauh darinya.

Lalu di…

"Memotret" Kaum Marginal dan Dhuafa di Ibu Kota

Sebagai ibu kota negara, Jakarta menjelma menjadi kota masa depan dengan bangunan-bangunan megah serta akses transportasi yang modern dan lengkap. Namun siapa sangka di tengah gemerlapnya kota Jakarta, masih ada kantung-kantung kemiskinan di sudut kota, masih ada kaum marginal yang bertahan hidup dari kejamnya ibu kota.

Pemerintah pusat terus berupaya mengentaskan kemiskinan. Bantuan-bantuan lain juga berdatangan, mulai dari Lembaga Sosial Masyarakat (LSM), CSR Perusahaan hingga Lembaga Amil Zakat. Di Jakarta, salah satu lembaga amil zakat itu adalah Yayasan Baitul Maal PLN(YBM PLN), sebuah organisasi mon profit yang mengelola dan memberdayakan dana zakat, infaq, shodaqoh dan wakaf khususnya dari karyawan muslim PT PLN (Persero).

Pada Rabu (7/8/2019), YBM PLN bekerjasama dengan Institut Manajemen Zakat (IMZ) menggelar acara diskusi publik dengan tema "Potret Kaum Marginal Jakarta: Dulu, Kini dan Nanti" di daerah Cikini, Jakarta Pusat. Turut hadir sebagai narasumber Salman A…

Meja Kerja Ideal Untuk Si Karyawan "Koloran"

Beberapa waktu lalu saya membaca sebuah artikel berjudul "Perbedaan Karyawan Kantoran & Karyawan Koloran". Karyawan kantoran pastinya harus rapi dan disiplin untuk datang ke kantor dan menyelesaikan tugas tepat waktu. Sementara karyawan 'koloran' (hanya menggunakan celana pendek) cukup mengerjakan tugas secara remote di rumah dan bisa mengatur jam kerjanya sendiri.

Karyawan koloran mayoritas berprofesi sebagai freelancer atau karyawan dengan remote job. Dan meski tidak "punya" kantor, mereka tetal memiliki ruang kerja berupa "meja kerja" pribadinya. Yups, meja kerja sangat diperlukan untuk karyawan koloran selain untuk menjaga produktivitas juga untuk meningkatkan mood dalam bekerja.

***
Kurang lebih enam tahun lalu sebelum pindah rumah, saya memiliki meja kecil yang disulal menjadi "ruang kerja" pribadi. Sejatinya itu adalah meja untuk menaruh vas atau peralatan dalam kamar. Karena tidak digunakan, saya menjadikannya sebagai meja ke…

Rumahmu, Istanamu, Kenyamananmu

"Ada dua hal yang membuat rumah nyaman atau tidak, bentuk rumahnya atau orang-orang yang tinggal di rumah tersebut."

Dulu sekali, saya mendengar opini di atas dari mentor saya. Tak dipungkiri, senyaman-nyamannya rumah bila penghuninya diliputi emosi negatif maka rumah tersebut akan jadi tidak nyaman. Sebaliknya, kalapun penghuninya bahagia, jika tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan lama-kelamaan akan tidak nyaman juga dan bisa menimbulkan emosi negatif di kemudian hari.

Dari pemikiran ini kita bisa menyimpulkan bahwa rumahmu bukan hanya sekedar istanamu, namun juga harus ada kenyamananmu disana. Lantas, apakah kamu sudah merasa nyaman tinggal di 'istana' yang kamu tempati?

***
Berbicara mengenai rumah, tentunya bukan hanya tentang seberapa luas atau berapa tingkat rumah tersebut. Bukan pula tentang seberapa bagus atau seberapa mahal perabotan di dalam rumah itu. Setiap orang pasti menginginkan 'istana' nan nyaman dan terbaik yang bisa mereka tempati,…