Langsung ke konten utama

Meja Kerja Ideal Untuk Si Karyawan "Koloran"

Meja sebagai "ruang kerja" (sumber: pexels)

Beberapa waktu lalu saya membaca sebuah artikel berjudul "Perbedaan Karyawan Kantoran & Karyawan Koloran". Karyawan kantoran pastinya harus rapi dan disiplin untuk datang ke kantor dan menyelesaikan tugas tepat waktu. Sementara karyawan 'koloran' (hanya menggunakan celana pendek) cukup mengerjakan tugas secara remote di rumah dan bisa mengatur jam kerjanya sendiri.

Karyawan koloran mayoritas berprofesi sebagai freelancer atau karyawan dengan remote job. Dan meski tidak "punya" kantor, mereka tetal memiliki ruang kerja berupa "meja kerja" pribadinya. Yups, meja kerja sangat diperlukan untuk karyawan koloran selain untuk menjaga produktivitas juga untuk meningkatkan mood dalam bekerja.

***

Kurang lebih enam tahun lalu sebelum pindah rumah, saya memiliki meja kecil yang disulal menjadi "ruang kerja" pribadi. Sejatinya itu adalah meja untuk menaruh vas atau peralatan dalam kamar. Karena tidak digunakan, saya menjadikannya sebagai meja kerja lengkap dengan bangku plastik yang biasa juga disebut bangku bakso. Sangat sederhana sekali bukan.

Ilustrasi meja kerja (sumber: pexels)

Di meja itu saya meletakkan notebook yang standby 24 jam, kalender, beberapa ATK seperti pulpen dan notes serta token bank. Maklum, saat itu pekerjaan yang saya lakoni adalah menjadi penulis freelance (bukan blogger seperti sekarang) sambil mengurus online shop. Kurang lebih 1,5 tahun saya merasakan bagaimana produktifnya menjadi karyawan koloran.

Bayangkan hanya dengan meja kerja yang sederhana itu saja saya bisa mendapatkan penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah dan sehari-hari. Bagaimana jika saya punya meja kerja yang lebih modern dan lebih sedap dipandang. Tentunya produktivitas akan semakin meningkat dan kreativitas kian terasah.

***

Pada Rabu (31/7/2019) silam, Bank BTN dan Komunitas ISB menggelar talkshow Serba-serbi Menata Rumah yang digelar pada perhelatan Indonesia Properti Expo 2019 di JCC Senayan. Salah satu narasumbernya adalah Zata Ligouw, seorang Lifestyle Blogger.

Talkshow Serba-serbi Menata Rumah (sumber: Ani Berta)

Dalam pemaparannya, wanita yang akrab disapa Mbak Zata ini memberikan tips dan trik menata ruang kerja di rumah. Ruang kerja yang dimaksud tak lain adalah meja kerja yang akan digunakan untuk menunjang segala aktivitas kita dalam menyelesaikan tugas-tugas dan pekerjaan lainnya.

Diawali dengan menentukan dimana meja kerja tersebut, kita harus menyiapkan spot khusus baik di kamar, ruang tamu, ruang keluarga atau ruang makan. Pokoknya tempat yang sekiranya nyaman untuk bekerja. Setelah itu kita bisa memilih meja apa yang akan digunakan. Kita bisa menggunakan meja yang sudah ada, atau untuk penyegaran bisa memodifikasi meja lama agar terlihat fresh.

Alternatif lain kita bisa membeli meja baru. Pastikan meja tersebut ergonomis dan disesuaikan dengan ruangan yg kita pilih. Oh iya, jika punya satu ruangan lebih akan lebih baik digunakan sebagai ruang atau kamar kerja dimana kita bisa memasukkan furniture dan perabotan lain yang menunjang pekerjaan kita.

Meja kerja ideal (sumber: Zata Ligouw)

Setelah itu, meja bisa diisi dengan peralatan kerja seperti laptop, kalender, ATK, lampu meja, calculator, dan lain-lain. Ada satu hal yang penting dan hampir dilupakan, yaitu membuat moodboard. Contohnya di kantor kita pasti sering melihat meja kerja yang dihiasi to do list deadline, sticky notes yang ditempel di pinggir layar komputer, atau frame dengan foto keluarga atau orang yang dikasihi.

Nah, moodboard pun seperti itu. Isinya bisa kita modifikasi seperti menempel foto atau gambar tempat yang ingin kita kunjungi saat berlibur, gambar-gambar lucu, foto pribadi, foto keluarga atau quotes dan kutipan-kutipan yang memberikan suntikan semangat. Selain itu, kita juga bisa menghias meja kerja dengan tanaman mini.

Moodboard (sumber: Zata Ligouw)

Seperti kita tahu, tanaman bermanfaat untuk membangun mood, meningkatkan produktivitas, memberikan rileksasi dan kenyamanan, serta dapat mengurangi stres. Perusahaan dan kantor ternama sudah lama menerapkan adanya tanaman di kantor agar karyawannya semakin produktif. Untuk yang bekerja di rumah, tentu juga bisa mengaplikasikannya.

Bagi kamu karyawan koloran yang sedang bingung bagaimana cara mengatur meja dan ruang kerjanya, bisa mencoba tips dan trik yang dibagikan oleh Mbak Zata. Semoga kamu tetap aktif dan produktif dan semakin bangga dengan status karyawan "koloran".

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ariana dan Kata Hatinya

Malam itu hujan deras turun. Dengan tergesa-gesa gue langsung menuju restoran dimana teman-teman janjian kumpul disana. Seperti biasa, yang janji mau ngumpul ada enam-tujuh orang, yang baru nongol baru satu orang. Dari jauh terlihat Cindy sedang sibuk membuka buku menu sambil sesekali melirik smartphone yang ditaruh tepat di sampingnya.

"Baru lu doang nih yang dateng? Yang lain pada kemana?" tanya gue sambil menarik kursi.

"Eh, Wil. Baru nyampe lu? Tau nih, yang lain pada ngaret," jawab Cindy sambil menggerutu.

"By the way kemana aja lu? Sok sibuk banget sih. Kemarin pas mau nonton bareng, bilangnya lagi lembur. Pas diajak CFD, malah meeting sama klien di luar. Sibuk banget lu kerja, kaya juga nggak. Hahhaha.." Cindy tertawa sambil meledek.

"Iya, iya.. sorry. Lagi banyak kerjaan nih," kata gue memelas sambil memanggil pelayan untuk pesan minuman.

Tak berapa lama, terlihat seorang wanita berlari kecil menghampiri kami dengan pakaian yang sedikit lep…

Tak Hanya Outfit, Jam Tangan Juga Bisa "Saltum"

Beberapa waktu lalu di suatu acara resmi, saya bertemu dengan seorang kawan. Ia memakai outfit batik lengkap dengan pantofel, namun ada sesuatu yang sedikit mengganjal. Ternyata ia memakai jam tangan digital bertipe sport. Tentu ini sedikit mengurangi tingkat "kekerenan"-nya hanya karena "saltum" jam tangan.

Lain halnya dengan seorang kawan lainnya dimana ketika kami traveling trekking ke curug, ia menggunakan jam tangan dengan bracelet stainless steel. Memang tipe ini tahan air, tapi untuk kegiatan outdoor sangat tidak disarankan karena selain lebih berat, bahan stainless steel juga berpotensi mencederai tangan dan tidak nyaman untuk heavy activity.

Berkaca pada kedua kasus ini, ternyata bukan hanya outfit saja yang bisa salah kostum. Aksesoris seperti jam tangan juga harus memiliki penempatan yang sesuai agar tidak saltum. Jangan sampai penampilan sempurna kita dari atas sampai bawah ternoda hanya karena menggunakan jam tangan yang kurang tepat. Jam tangan yang …

Hidupkan MalamMu dengan Brilliant Portrait Oppo F11 Pro

Sekitar 10-15 tahun lalu kita mungkin tidak pernah menduga kalau posisi camera digital akan tergantikan oleh kamera ponsel. Memang, saat itu bentuk ponsel masihlah konvensional dimana keyboard fisik masih mendominasi. Kamera dengan layar penuh yang mengandalkan fitur touchscreen (layar sentuh) masih bisa dihitung dengan jari.

2010-an awal, era ponsel pintar (smartphone) dengan layar sentuh mulai menunjukkan tajinya. Dengan fisik yang lebih besar dan layar lebih luas, smartphone menjadi alat telekomunikasi andalan kaum urban.

Fitur yang paling memanjakan pengguna tentu adalah kamera yang semakin canggih serta display layar yang lebih luas. Hal inilah yang membuat kamera digital semakin tergerus, apalagi fitur-fiturnya telah diadopsi oleh smartphone.

Akan tetapi, sebagus atau secanggih apapun kamera smartphone tetaplah memiliki kekurangan. Salah satunya memotret di malam hari. Seperti kita tahu, di ruangan yang gelap dan minim cahaya, kamera ponsel akan menunjukkan "kelemahan"…