Langsung ke konten utama

"Memotret" Kaum Marginal dan Dhuafa di Ibu Kota


Sebagai ibu kota negara, Jakarta menjelma menjadi kota masa depan dengan bangunan-bangunan megah serta akses transportasi yang modern dan lengkap. Namun siapa sangka di tengah gemerlapnya kota Jakarta, masih ada kantung-kantung kemiskinan di sudut kota, masih ada kaum marginal yang bertahan hidup dari kejamnya ibu kota.

Pemerintah pusat terus berupaya mengentaskan kemiskinan. Bantuan-bantuan lain juga berdatangan, mulai dari Lembaga Sosial Masyarakat (LSM), CSR Perusahaan hingga Lembaga Amil Zakat. Di Jakarta, salah satu lembaga amil zakat itu adalah Yayasan Baitul Maal PLN (YBM PLN), sebuah organisasi mon profit yang mengelola dan memberdayakan dana zakat, infaq, shodaqoh dan wakaf khususnya dari karyawan muslim PT PLN (Persero).

Pada Rabu (7/8/2019), YBM PLN bekerjasama dengan Institut Manajemen Zakat (IMZ) menggelar acara diskusi publik dengan tema "Potret Kaum Marginal Jakarta: Dulu, Kini dan Nanti" di daerah Cikini, Jakarta Pusat. Turut hadir sebagai narasumber Salman Al Farisi (Deputi Direktur YBM PLN), Chozin Amirullah (pegiat sosial Turun Tangan), Bhima Yudhistira (peneliti INDEF), Sabeth Alibawa (Pengurus Ikatan Ahli Ekonomi Islam), dan Dr. Mariana, M.Si (Sekretaris Dinas Sosial DKI Jakarta).


Acara ini menjadi perwujudan dari visi YBM PLN sebagai lembaga pengelola ZIS (zakat, infaq, shodaqoh) terdepan yang amanah, profesional dan transparan di lingkungan PT PLN (Persero) dalam memberdayakan mustahik menjadi muzakki.

Selain memberikan pemaparan potret kemiskinan ibu kota, acara ini juga sekaligus menjadi launching buku "Peta Kinerja Pemberdayaan Masyarakat di DKI Jakarta - Kiprah Program YBM PLN". Buku yang merupakan special report ini menjadi ikhtiar YBM PLN dalam mengukur kinerja dan pencapaian yang dilakukan bagi kaum marginal dan kaum dhuafa di ibu kota, khususnya di tahun 2018.

"YBM PLN telah berkhidmat mengangkat harkat dan martabat sosial kemanusiaan kaum dhuafa di bidang pengentasan kemiskinan," kata Salman Al Farisi selaku Deputi Direktur YBM PLN.

"YBM PLN juga turut berperan dalam usaha meningkatkan kualitas hidup manusia di Indonesia melalui program-program ekonomi, kesehatan, pendidikan, sosial dan dakwah," sambungnya.


Buku Peta Kinerja Pemberdayaan Masyarakat di DKI Jakarta - Kiprah Program YBM PLN sendiri juga sangat menarik, bukan hanya menyajikan laporan atas "sumbangan" pemberdayaannya terhadap rumah tangga miskin di DKI Jakarta dalam bentuk angka-angka penerima manfaat program, tetapi juga dikemas dengan penyajian peta rumah tangga miskin dan rumah tangga kaya di ibu kota.

Peta ini pun menjadi representasi kalangan mustahik dan muzakki di Jakarta sehingga dapat digunakan sebagai referensi program-program pemberdayaan untuk mustahik, dan pada saat bersamaan menyasar para aghniya dengan tujuan menumbuhkan kesadaran membayar zakat.

Buku tersebut juga menjelaskan bahwa pada tahun 2018 YBM PLN telah menyalurkan dana ZISWAF sebesar Rp 17, 37 miliar dari para muzakki dan donaturnya. Bantuan ini pun telah disalurkan ke 49.534 jiwa penerima manfaat berdasarkan jenis programnya, antara lain Rp 7,22 miliar untuk program Sosial Kemanusiaan (35.705 jiwa), Rp 1,23 miliar untuk program Kesehatan (5.500 jiwa), Rp 8,03 miliar untuk program Pendidikan (5.064 jiwa), Rp 1,21 miliar untuk program Ekonomi (1.654 jiwa), dan Rp 0,80 miliar untuk program Dakwah (1.615 jiwa).


Selain itu ada peta sebaran penduduk di lima wilayah Jakarta dan Kepulauan Seribu dimana rumah tangga penduduk dibagi menjadi tiga, yaitu miskin, rentan miskin dan kaya. Hasilnya, sekitar 71-79% warga Jakarta dapat dikategorikan kaya, rentan miskin sekitar 18-25% serta masyakarat miskin sekitar 3-4%.

Berdasarkan data sebaran penerima manfaatnya, kota madya Jakata Utara menjadi wilayah dengan penerima manfaat terbesar yakni sebanyak 10.541 jiwa. Data dari Dinas Sosial DKI Jakarta pada Januari 2019 menunjukkan bahwa Jakarta Utara menjadi wilayah dengan jumlah anggota Rumah Tangga miskin terbanyak, yaitu 441.305 jiwa. Dengan kata lain, sekitar 2,39% penduduk miskin di Jakut merupakan penerima manfaat YBM PLN.

YBM PLN memiliki program-program seperti Jumat Berkah Untuk Dhuafa, Aksi Peduli YBM PLN Disjaya pada korban kebakaran beberapa waktu lalu, Rumah Singgah Pasien (RSP), Food for Life, Pembagian Paket Sembako, Santunan Yatim Dhuafa dan program lainnya yang menyasar kaum dhuafa dan marginal di ibu kota serta kota-kota lainya di Indonesia.


Semoga dengan hadirnya buku special report Peta Kinerja Pemberdayaan Masyarakat di Jakarta dalam penjabaran Kiprah Program YBM PLN Tahun 2018 dapat menjadi penyemangat dan inspirasi untuk memperbaiki serta meningkatkan setiap program YBM PLN dalam membantu mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan warga Jakarta.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tak Hanya Outfit, Jam Tangan Juga Bisa "Saltum"

Beberapa waktu lalu di suatu acara resmi, saya bertemu dengan seorang kawan. Ia memakai outfit batik lengkap dengan pantofel, namun ada sesuatu yang sedikit mengganjal. Ternyata ia memakai jam tangan digital bertipe sport. Tentu ini sedikit mengurangi tingkat "kekerenan"-nya hanya karena "saltum" jam tangan.

Lain halnya dengan seorang kawan lainnya dimana ketika kami traveling trekking ke curug, ia menggunakan jam tangan dengan bracelet stainless steel. Memang tipe ini tahan air, tapi untuk kegiatan outdoor sangat tidak disarankan karena selain lebih berat, bahan stainless steel juga berpotensi mencederai tangan dan tidak nyaman untuk heavy activity.

Berkaca pada kedua kasus ini, ternyata bukan hanya outfit saja yang bisa salah kostum. Aksesoris seperti jam tangan juga harus memiliki penempatan yang sesuai agar tidak saltum. Jangan sampai penampilan sempurna kita dari atas sampai bawah ternoda hanya karena menggunakan jam tangan yang kurang tepat. Jam tangan yang …

Perjalanan Menuju Pagi

Gelap gulita menyergap, namun tak menyurutkan kaki untuk melangkah..

Ribuan derap langkah kaki merayap dalam sendu, sebagian terantuk sebagian tertatih..

Cahaya kecil menerangi jalan, dengan keringat yang terhapus dinginnya pagi..

Setapak demi setapak, selangkah demi selangkah, tak ada kata untuk mundur..

Dari balik daun, semburat jingga terbangun dari tidur lelapnya..

Sedikit lagi..

Sedikit lagi..

Hanya tinggal beberapa tapak langkah kaki lagi..

Di atas sana, kaki-kaki yang sudah lelah melangkah beristirahat..

Menunggu..

Menunggu..

Dan menunggu..

Cahaya keemasan itu akhirnya muncul, membayar lelah ribuan pasang mata yang menantinya..

Sebagian terdiam..

Sebagian terkejut..

Sebagian bersikap tak acuh dan menyibukkan diri..

Tak ada yang lebih indah daripada melihat anugerah Tuhan, ciptaanNya yang sempurna..

Yang menandakan, hari ini adalah hari baru, semangat baru dan harapan baru..

Lupakan yang telah berlalu, mari songsong hari baru dengan senyuman..

Selamat pagi dunia..

JNE Kini Bisa Kirim Paket ke Luar Negeri

Pernahkah Anda terpikir untuk touring ke luar negeri dengan kendaraan kesayangan? Para pecinta motor klasik dan legendaris pastinya tak ingin jauh dari tunggangannya. Namun perkara membawa motor ke luar negeri bukan hal yang mudah. Apalagi jika jaraknya terbentur laut, bukan daratan yang bisa dilalui kendaraan roda dua.

Jangan khawatir. JNE sebagai perusahaan kurir terbesar di Indonesia kini memiliki layanan untuk mengirimkan kendaraan roda dua ke luar negeri. Tentu saja keperluan pengiriman juga harus jelas, untuk keperluan pribadi, komersil, atau untuk eksebisi, alat profesional atau kemanusiaan. Karena itu dibutuhkan dokumen ATA Carnet atau CPD Carnet yang berfungsi layaknya paspor sebagai pengganti dokumen pabean nasional.

Dokumen ATA Carnet berfungsi sebagai dokumen impor dan ekspor sementara untuk barang-barang dengan keperluan pameran/eksebisi, alat profesional, pendidikan, keperluan pribadi wisatawan, keperluan pribadi olahraga dan untuk tujuan kemanusiaan. Sementara dokumen …