Langsung ke konten utama

Grand Taman Melati Margonda 2, Hunian Terbaik Dekat Kampus Terbaik


Saya punya beberapa teman yang menimba ilmu di perantauan. Mereka bercerita bagaimana suka duka ketika kuliah di kota seberang nun jauh dari keluarga dan orangtua. Salah satu concern mereka adalah masalah tempat tinggal, yang mayoritas memilih untuk ngekos.

Namun, tinggal "indekos" juga menjadi masalah tersendiri. Maklum, imej kosan dan anak kos pada saat itu cenderung negatif. Namun bagi anak perantauan, ngekos adalah solusi yang paling mudah dan murah. Sayangnya ternyata masih ada saja kendala saat memilih kosan yang menjadi hunian mereka. Lokasi yang jauh dari kampus, minimnya akses kendaraan, sampai masalah keamanan adalah kendala sekaligus balada memilih hunian dekat kampus.

Sebagai orangtua, tentu menginginkan buah hatinya bukan hanya menempuh pendidikan di kampus terbaik tetapi juga tinggal di hunian yang terbaik pula. Dengan begitu, si anak bisa dengan nyaman fokus pada pendidikannya dan sebagai orangtua mereka merasa aman meski anaknya tinggal jauh darinya.

Lalu dimanakah hunian terbaik yang, setidaknya, dekat dengan kampus-kampus terbaik di Indonesia.

***

Kabar baik. Universitas Indonesia sebagai salah satu kampus terbaik dimana banyak mahasiswa dari penjuru kota menempuh pendidikan disini dikelilingi hunian-hunian terbaik. Salah satunya adalah Grand Taman Melati Margonda 2 (GTMM2) di Depok yang sudah topping off sejak April 2018.

Hunian yang dikembangkan oleh PT Adhi Persada Properti (APP), salah satu anak perusahaan dari PT Adhi Karya (Persero) Tbk, ini adalah hunian bertingkat terpadu ke-3 yang dibangun setelah Taman Melati Margonda (2011) dan Grand Taman Melati Margonda (2013). GTMM2 dibangun di area seluas 3.705 m2 dan berisi 939 unit yang lokasinya strategis karena berada dekat kampus Universitas Indonesia.


Selain dekat dengan kampus ternama, GTMM2 juga memiliki benefit lain seperti berlokasi tepat di gerbang kota Depok, dekat dengan pusat perbelanjaan dan juga sarana transportasi umum. Sekedar info, GTMM2 berada persis di sebelah Stasiun Universitas Indonesia. Jadi, hunian ini memiliki segmen apartemen mahasiswa yang merupakan salah satu profit centre dari project APP.

"Setiap tahun ada ribuan mahasiswa masuk ke Depok, terutama UI, dan mereka butuh tempat tinggal. Meski berstatus mahasiswa, mereka ada yang datang dari kalangan menengah dan menengah ke atas yang memerlukan tempat tinggal lebih baik ketimbang sebuah kamar kos," ujar Elvira Wigati, Project Director Grand Taman Melati Margonda 2 pada acara Blogger Gathering GTMM2, Senin (5/8/2019) lalu.

"Bukan hanya mahasiswa baru. Ada pula mahasiswa pascasarjana yang sudah bekerja dan memiliki penghasilan sendiri, dosen dan karyawan kampus yang menjadi target kami. Bahkan hunian ini juga menarik minat investor," sambungnya.

GTMM2 memang mendapat sambutan baik sejak pembangunannnya. Terbukti hingga saat ini progres penjualannya sudah mencapai 80%, bahkan sudah dilakukan serah terima bertahap kepada penghuni. Sebelumnya serah terima dijadwalkan pada Desember 2019, namun sejak Januari 2019 sudah serah terima.



Fasilitas yang dimiliki GTMM2 juga sangat komplit. Selain free wifi, swimming pool dan fitness center, ke depannya akan ada beberapa fasilitas komersil seperti bank/atm, cafe, laundry dan mini market. Untuk akses kemanaan, GTMM2 sendiri memiliki access card yang hanya untuk setiap lantai, CCTV 24 jam dan Airphone Intercom.

Dibanding dua apartemen sebelumnya, GTMM2 memiliki fasilitas yang dikhususkan bagi mahasiswa dan tidak dimiliki oleh Taman Melati Margonda dan Grand Taman Melati Margonda 1.

"Kami memiliki fasilitas student center dan mini library yang sudah dapat digunakan. Ada e-book atau perpustakaan digital dimana mahasiswa bisa mengunduh buku-buku sebagai referensi untuk belajar atau skripsi," jelas Safira Andika Putri, Marketing Manager Grand Taman Melati Margonda 2.


Sebagai informasi tambahan, GTMM2 dibangun dengan beberapa tipe kamar seperti Studio A, Studio B, Studio C, 1 Bedroom dan 2 Bedroom. Kamar tipe studio biasanya disewakan untuk mahasiswa dengan tenggat waktu minimal 6 bulan. Sementara tipe bedroom ditargetkan untuk investor atau hunian pribadi.

Selain hunian dekat kampus UI, APP juga mengembangkan apartemen dekat kampus lain seperti Taman Melati Jatinangor (dekat kampus UNPAD, ITB, IPDN), Taman Melati Yogyakarta Sinduadi (dekat kampus UGM) dan Taman Melati Surabaya MERR (dekat kampus UNAIR, ITS).



Aspek kepraktisan, fasilitas serta keamanan hunian adalah faktor utama bagi para mahasiswa dan orangtuanya dalam memilih tempat tinggal selama menempuh pendidikan. Hal ini juga ditegaskan oleh Cipto Wardoyo, Deputi Project Director Grand Taman Melati Margonda 2.

"Kami membidik target orangtua mahasiswa sebagai pembeli potensial. Perkembangan kampus di Depok akan terus berkembang dan setiap tahunnya mahasiwa akan terus datang ke kawasan ini," tutupnya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ariana dan Kata Hatinya

Malam itu hujan deras turun. Dengan tergesa-gesa gue langsung menuju restoran dimana teman-teman janjian kumpul disana. Seperti biasa, yang janji mau ngumpul ada enam-tujuh orang, yang baru nongol baru satu orang. Dari jauh terlihat Cindy sedang sibuk membuka buku menu sambil sesekali melirik smartphone yang ditaruh tepat di sampingnya.

"Baru lu doang nih yang dateng? Yang lain pada kemana?" tanya gue sambil menarik kursi.

"Eh, Wil. Baru nyampe lu? Tau nih, yang lain pada ngaret," jawab Cindy sambil menggerutu.

"By the way kemana aja lu? Sok sibuk banget sih. Kemarin pas mau nonton bareng, bilangnya lagi lembur. Pas diajak CFD, malah meeting sama klien di luar. Sibuk banget lu kerja, kaya juga nggak. Hahhaha.." Cindy tertawa sambil meledek.

"Iya, iya.. sorry. Lagi banyak kerjaan nih," kata gue memelas sambil memanggil pelayan untuk pesan minuman.

Tak berapa lama, terlihat seorang wanita berlari kecil menghampiri kami dengan pakaian yang sedikit lep…

Tak Hanya Outfit, Jam Tangan Juga Bisa "Saltum"

Beberapa waktu lalu di suatu acara resmi, saya bertemu dengan seorang kawan. Ia memakai outfit batik lengkap dengan pantofel, namun ada sesuatu yang sedikit mengganjal. Ternyata ia memakai jam tangan digital bertipe sport. Tentu ini sedikit mengurangi tingkat "kekerenan"-nya hanya karena "saltum" jam tangan.

Lain halnya dengan seorang kawan lainnya dimana ketika kami traveling trekking ke curug, ia menggunakan jam tangan dengan bracelet stainless steel. Memang tipe ini tahan air, tapi untuk kegiatan outdoor sangat tidak disarankan karena selain lebih berat, bahan stainless steel juga berpotensi mencederai tangan dan tidak nyaman untuk heavy activity.

Berkaca pada kedua kasus ini, ternyata bukan hanya outfit saja yang bisa salah kostum. Aksesoris seperti jam tangan juga harus memiliki penempatan yang sesuai agar tidak saltum. Jangan sampai penampilan sempurna kita dari atas sampai bawah ternoda hanya karena menggunakan jam tangan yang kurang tepat. Jam tangan yang …

Hidupkan MalamMu dengan Brilliant Portrait Oppo F11 Pro

Sekitar 10-15 tahun lalu kita mungkin tidak pernah menduga kalau posisi camera digital akan tergantikan oleh kamera ponsel. Memang, saat itu bentuk ponsel masihlah konvensional dimana keyboard fisik masih mendominasi. Kamera dengan layar penuh yang mengandalkan fitur touchscreen (layar sentuh) masih bisa dihitung dengan jari.

2010-an awal, era ponsel pintar (smartphone) dengan layar sentuh mulai menunjukkan tajinya. Dengan fisik yang lebih besar dan layar lebih luas, smartphone menjadi alat telekomunikasi andalan kaum urban.

Fitur yang paling memanjakan pengguna tentu adalah kamera yang semakin canggih serta display layar yang lebih luas. Hal inilah yang membuat kamera digital semakin tergerus, apalagi fitur-fiturnya telah diadopsi oleh smartphone.

Akan tetapi, sebagus atau secanggih apapun kamera smartphone tetaplah memiliki kekurangan. Salah satunya memotret di malam hari. Seperti kita tahu, di ruangan yang gelap dan minim cahaya, kamera ponsel akan menunjukkan "kelemahan"…