Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2019

Merasakan Sensasi Berkendara Dengan Toyota Avanza New Veloz

“Paling susah nyusul Avanza, karena setelah disusul, sudah ada lagi di depan.”

Idiom di atas bukan menyatakan bahwa Toyota Avanza adalah mobil berkecepatan yahud sehingga sulit untuk disusul atau dikejar. Idiom ini menunjukkan bahwa Avanza adalah "mobil sejuta umat" dan favorit keluarga sehingga jumlahnya banyak dan ada dimana-mana. Jadi setelah menyusul mobil Avanza, di depan masih ada mobil avanza lainnya.

Toyota Avanza pertama kali diperkenalkan pada 2003, sebagai mobil bertipe LMPV (Low Multi Purpose Vehicle) alternatif setelah Toyota juga meluncurkan Kijang Innova sebagai pengganti Kijang Kapsul. Kebutuhan masyarakat akan mobil berkapasitas 7 penumpang dengan harga lebih terjangkau menjadi latar belakang diluncurkannya Toyota Avanza.

Selama 16 tahun, Toyota Avanza hadir dalam 3 generasi dengan berbagai perubahan signifikan dan inovasi teknologi untuk penyegaran. Toyota juga merilis "Veloz" sebagai upgrade premium dari Avanza agar masyarakat yang memilki bajet …

Cerdas Memilih Makanan Dengan GERMAS PAS

Menjadi sehat dan produktif adalah dambaan setiap orang. Selain lebih bugar, tentu kita juga akan terhindar dari penyakit. Hidup sehat itu bisa dimulai dengan rutin olahraga dan pola makan yang sehat dan teratur. Akan tetapi, masih ada saja kendala untuk memiliki tubuh sehat, terutama terkait pola makan dan olahan yang disantap.

Beberapa waktu lalu viral di media sosial, sebuah restoran cepat saji (fastfood) yang mana daging burgernya dipenuhi ulat belatung. Ada pula beberapa orang yang merasa mulas setelah menyantap makanan partai besar seperti katering. Kasus-kasus keracunan makanan dan juga restoran yang tidak higienis kerap kali menjadi masalah yang harus segera ditangani.

Kementerian Kesehatan sebagai badan penanggung jawab pangan olahan siap saji cepat tanggap dalam mengatasi masalah ini. Salah satunya dengan mengadakan acara "Sosialisasi Aplikasi Gerakan Masyarakat Pangan Aman Sehat (GERMAS PAS)" yang dihelat di Holiday Inn Hotel & Suites Jakarta Gajah Mada, Jaka…

Website Resmi Sekretariat Kabinet Kini Lebih Milenial

Apa yang ada di benak kalian ketika mendengar atau membuka website pemerintah dengan domain seperti .go.id ? Bayangan akan tampilan laman yang kaku dan membosankan pastinya muncul pertama kali di kepala. Belum lagi tulisan dengan gaya bahasa yang terlalu birokratif.

Padahal, sejatinya kehadiran website pemerintah adalah memberikan informasi kepada publik secara nyata dan transparan. Sayangnya fasilitas informasi dalam bentuk website ini kurang dimaksimalkan oleh warganet. Apa daya, meski jumlah pengguna internet di Indonesia cukup besar, mereka memiliki minat masing-masing terhadap konten yang mereka cari di internet. Terutama warganet dari kalangan milenial yang sangat dominan.

Demi menyajikan informasi kepada masyarakat luas, Sekretariat Kabinet sebagai instansi pemerintah di Lingkungan Lembaga Kepresidenan, melakukan inovasi dengan memperbaharui laman setkab.go.id. Wajah baru website ini mengusung tema "Milenial Berwibawa" dengan target pembaca dari milenial sebagai gene…

Menjadi Konsumen Cerdas Dengan Cek KLIK Sebelum Belanja

Bagaimana caranya agar konsumen terhindar dari mengonsumsi obat dan makanan kedaluwarsa atau yang kemasannya rusak? Caranya konsumen perlu sadar dan proaktif sebelum membeli produk dengan melakukan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) sehingga produk yang digunakan aman. Mengecek kemasan produk sebelum membeli dapat memberikan perlindung, keamanan dan kenyamanan bagi konsumen.

Cek KLIK (Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, dan Cek Kedaluwarsa) merupakan salah satu cara agar terhindar dari Obat dan Makanan yang berbahaya serta tidak memenuhi syarat. Badan POM sebagai instansi yang mengawasi peredaran Obat dan Makanan di Indonesia wajib memberikan perlindungan bagi konsumen. Salah satunya dengan melakukan berbagai program edukasi agar masyarakat tidak membeli dan mengonsumsi produk yang tidak aman bagi kesehatan.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny K. Lukito dalam acara Talkshow dengan tema “Ayo Cek KLIK, Pilih Obat dan Makan…

"Tabungan Emas", Investasi Dari Pegadaian Syariah Untuk Milenial

Apa yang ada di benak Anda ketika mendengar kata "Pegadaian" ?

Mayoritas menjawab, pegadaian adalah tempat dimana mereka yang membutuhkan uang "terpaksa" harus menggadaikan harta bendanya sebagai jaminan. Contohnya menggadaikan BPKB kendaraan, emas, perhiasan, gadget, dll. Singkatnya, imej pegadaian berada dalam konotasi yang cukup negatif.

Akan tetapi, pinjaman uang dengan jaminan hanyalah salah satu dari produk pegadaian. Nyatanya, masih ada produk-produk pegadaian lain yang bukan hanya utang-piutang saja tetapi juga investasi. Salah satunya adalah Pegadaian Syariah yang memiliki produk Tabungan Emas dengan target milenial.

Upaya peningkatan indeks literasi dan inklusi keuangan ini terus digenjot oleh PT Pegadaian Unit Usaha Syariah (Persero). Salah satu programnya adalah talkshow bertajuk "Halal Lifestyle Ala Milenial Pegadaian" yang diselenggarakan di The Gade Coffee & Gold, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (7/9/2019), demi menanamkan prinsip ko…

Milenial, Stop Milk Shaming Mulai Sekarang!

Sebagai generasi milenial, saya masih mengonsumsi susu meski tidak rutin. Berhubung bukan penyesap kopi jadilah minuman yang sering saya konsumsi selain teh adalah susu. Sayapun bukan tipe pemilih dalam mengonsumsi susu. Baik susu UHT, susu kental manis sampai susu coklat juga saya minum.

Alasan mengapa saya tetap mengsonsumsi susu di usia senjakala 20-an (uhuk) adalah selain lezat, tubuh juga tetap membutuhkan kandungan gizi dalam susu baik kalsium maupun protein. Selain itu, susu juga memiliki manfaat kesehatan lain seperti sebagai antioksidan untuk menjaga pertahanan tubuh dari serangan penyakit.

Sayangnya, tingkat konsumsi susu di Indonesia terbilang rendah hanya 12 liter per kapita per tahun. Bandingkan dengan Malaysia (39 liter), Vietnam (20 liter) atau Thailand (17 liter). Data Nielsen pada Usage & Attitude Studies 2011 menunjukkan bahwa secara global mereka yang berusia 13-20 tahun hanya mengonsumsi susu 11 liter per kapita per tahun, dan pada usia 21-29 tahun hanya 4 lit…