Langsung ke konten utama

Cerdas Memilih Makanan Dengan GERMAS PAS


Menjadi sehat dan produktif adalah dambaan setiap orang. Selain lebih bugar, tentu kita juga akan terhindar dari penyakit. Hidup sehat itu bisa dimulai dengan rutin olahraga dan pola makan yang sehat dan teratur. Akan tetapi, masih ada saja kendala untuk memiliki tubuh sehat, terutama terkait pola makan dan olahan yang disantap.

Beberapa waktu lalu viral di media sosial, sebuah restoran cepat saji (fastfood) yang mana daging burgernya dipenuhi ulat belatung. Ada pula beberapa orang yang merasa mulas setelah menyantap makanan partai besar seperti katering. Kasus-kasus keracunan makanan dan juga restoran yang tidak higienis kerap kali menjadi masalah yang harus segera ditangani.

Kementerian Kesehatan sebagai badan penanggung jawab pangan olahan siap saji cepat tanggap dalam mengatasi masalah ini. Salah satunya dengan mengadakan acara "Sosialisasi Aplikasi Gerakan Masyarakat Pangan Aman Sehat (GERMAS PAS)" yang dihelat di Holiday Inn Hotel & Suites Jakarta Gajah Mada, Jakarta Barat, Selasa (17/9).


GERMAS PAS adalah aplikasi berbasis mobile yang bertujuan untuk memandu dan memberikan informasi pada masyarakat terkait kesehatan serta sanitasi tempat makanan atau jajanan. Dengan aplikasi GERMAS PAS, masyarakat dapat memilih tempat makanan yang terjamin kesehatannya melalui database yang update dan akurat serta dapat diakses dalam genggaman tangan.

Tingginya angka keracunan makanan, meningkatnya penyakit tidak menular yang dicurigai bersumber dari makanan dan minuman, serta banyaknya produk makanan yang tercemar bakteri dan bahan berbahaya lainnya adalah masalah yang kerap menjadi momok masyarakat. Dengan adanya aplikasi GERMAS PAS, diharapkan dapat menekan angka penyakit tidak menular bahkan kematian yang disebabkan oleh olahan pangan.


"Kita berharap GERMAS PAS dapat membantu meminimalisir penyakit bawaan pangan dan keracunan akibat pangan," kata dr. Kirana Pritasari, MQIH, Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementrian Kesehatan.

Aplikasi GERMAS PAS juga sangat user friendly. Pengguna dapat melihat rumah makan, jasa boga, dan depot air minum dalam radius 5 kilometer yang sudah memiliki Sertifikat Laik Higiene (SLH) yang menyatakan bahwa jasa penyedia pangan ini sudah memenuhi standar makanan sehat, bersih dan aman.

SLH sendiri merupakan sebuah program jaminan keamanan pangan yang diberikan oleh pengusaha pangan siap saji kepada konsumen atau masyarakat dimana kebijakannya telah diatur oleh Menteri Kesehatan.


Contoh nyatanya, apabila sedang berpergian ke luar kota dan bingung mencari tempat makan yang sudah tersertifikasi kehigienisannya, tinggal cek saja melalui GERMAS PAS. Aplikasi ini bisa membantu masyarakat untuk lebih cerdas dalam memilih pangan yang bersih, aman dan sehat.

Di sisi lain, bagi para jasa penyedia pangan, SLH bisa didapatkan apabila sudah memenuhi persyaratan baik administrasi maupun teknis higiene sanitasi pangan. Dengan begitu, tempat makan, jasa boga atau depot air minum miliknya akan terdata dan terindeks di aplikasi GERMAS PAS.

Persyaratan teknisnya antara lain inspeksi kesehatan lingkungan (IKL) yang meliputi kebersihan dan sanitasi lingkungan, uji laboratorium terhadap sampel pangan yang diproduksi dan kursus higiene sanitasi pangan. Sementara persyaratan kesehatan yang harus dipenuhi adalah sarana bangunan (tempat/lokasi), orang yang mengelola pangan atau chef (penjamah makanan/foodhandler), aspek peralatan (perlengkapan/alat) dan pangan yang disajikan (bahan makanan).





"Kita tidak hanya melihat restorannya bersih, tapi kita juga masuk ke dapurnya, ke tempat cuci piringnya, sampai makanan yang dihasilkan. Makanan juga tidak hanya diperiksa secara fisik, namun juga laboratorium," tegas Kirana.

Pada kesempatan yang sama, dr. Imran Agus Nurali, Sp. KO, selaku Direktur Jendral Kesehatan Masyarakat menyatakan bahwa aplikasi GERMAS PAS dapat menguntungkan pihak pengelola pangan karena adanya promosi berupa iklan.

"Dari sisi regulasi sudah ada peraturan dan kewajiban terkait jasa pengelola pangan harus memiliki standar kesehatan dengan kementerian kesehatan. Di aplikasi GERMAS PAS akan diiklankan olahan pangan merek, jadi ada promosinya juga," tutupnya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tak Hanya Outfit, Jam Tangan Juga Bisa "Saltum"

Beberapa waktu lalu di suatu acara resmi, saya bertemu dengan seorang kawan. Ia memakai outfit batik lengkap dengan pantofel, namun ada sesuatu yang sedikit mengganjal. Ternyata ia memakai jam tangan digital bertipe sport. Tentu ini sedikit mengurangi tingkat "kekerenan"-nya hanya karena "saltum" jam tangan.

Lain halnya dengan seorang kawan lainnya dimana ketika kami traveling trekking ke curug, ia menggunakan jam tangan dengan bracelet stainless steel. Memang tipe ini tahan air, tapi untuk kegiatan outdoor sangat tidak disarankan karena selain lebih berat, bahan stainless steel juga berpotensi mencederai tangan dan tidak nyaman untuk heavy activity.

Berkaca pada kedua kasus ini, ternyata bukan hanya outfit saja yang bisa salah kostum. Aksesoris seperti jam tangan juga harus memiliki penempatan yang sesuai agar tidak saltum. Jangan sampai penampilan sempurna kita dari atas sampai bawah ternoda hanya karena menggunakan jam tangan yang kurang tepat. Jam tangan yang …

Perjalanan Menuju Pagi

Gelap gulita menyergap, namun tak menyurutkan kaki untuk melangkah..

Ribuan derap langkah kaki merayap dalam sendu, sebagian terantuk sebagian tertatih..

Cahaya kecil menerangi jalan, dengan keringat yang terhapus dinginnya pagi..

Setapak demi setapak, selangkah demi selangkah, tak ada kata untuk mundur..

Dari balik daun, semburat jingga terbangun dari tidur lelapnya..

Sedikit lagi..

Sedikit lagi..

Hanya tinggal beberapa tapak langkah kaki lagi..

Di atas sana, kaki-kaki yang sudah lelah melangkah beristirahat..

Menunggu..

Menunggu..

Dan menunggu..

Cahaya keemasan itu akhirnya muncul, membayar lelah ribuan pasang mata yang menantinya..

Sebagian terdiam..

Sebagian terkejut..

Sebagian bersikap tak acuh dan menyibukkan diri..

Tak ada yang lebih indah daripada melihat anugerah Tuhan, ciptaanNya yang sempurna..

Yang menandakan, hari ini adalah hari baru, semangat baru dan harapan baru..

Lupakan yang telah berlalu, mari songsong hari baru dengan senyuman..

Selamat pagi dunia..

Ayo, Kurangi Penggunaan Plastik!

Beberapa waktu lalu ramai di media sosial mengenai sampah plastik yang ditemukan dalam perut ikan. Ada pula biota laut yang habitatnya tercemar plastik sehingga mengiranya sebagai makanan. Atau cerita plastik kemasan makanan instan yang ditemukan masih utuh meski sudah lebih dari dua dekade terombang-ambing dan mengapung di laut.

Permasalahan sampah plastik sudah menjadi masalah internasional. Banyak negara yang mengupayakan berbagai cara untuk menekan angka jumlah sampah plastik. Salah satunya dengan memproduksi plastik ramah lingkungan yang mudah hancur dalam waktu relatif singkat. Selain itu, juga dengan cara meminimalisir penggunaan plastik.

Sebagai wujud cinta terhadap bumi yang kita pijak dan hirup udaranya ini, sudah sepatutnya kita berperan serta dalam upaya menekan jumlah sampah plastik. Bukankah banyaknya sampah plastik juga akibat perbuatan manusia. Karena itulah kita bisa turut aktif dalam kampanye minimalisir penggunaan plastik, yaitu dengan cara:


1. Mengganti plastik de…