Menjadi Konsumen Cerdas Dengan Cek KLIK Sebelum Belanja


Bagaimana caranya agar konsumen terhindar dari mengonsumsi obat dan makanan kedaluwarsa atau yang kemasannya rusak? Caranya konsumen perlu sadar dan proaktif sebelum membeli produk dengan melakukan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) sehingga produk yang digunakan aman. Mengecek kemasan produk sebelum membeli dapat memberikan perlindung, keamanan dan kenyamanan bagi konsumen.

Cek KLIK (Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, dan Cek Kedaluwarsa) merupakan salah satu cara agar terhindar dari Obat dan Makanan yang berbahaya serta tidak memenuhi syarat. Badan POM sebagai instansi yang mengawasi peredaran Obat dan Makanan di Indonesia wajib memberikan perlindungan bagi konsumen. Salah satunya dengan melakukan berbagai program edukasi agar masyarakat tidak membeli dan mengonsumsi produk yang tidak aman bagi kesehatan.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny K. Lukito dalam acara Talkshow dengan tema “Ayo Cek KLIK, Pilih Obat dan Makanan Yang Aman” di Avenue Of Stars, Lippo Mall Kemang, Sabtu (7/9)
"Biasakan untuk cek kemasan sebelum membeli, cek nutrisinya, cek izin edarnya, cek kedaluwarsanya," kata Penny.


Upaya edukasi ini tak hanya digencarkan Badan POM kepada masyarakat, namun juga pelaku usaha dan lintas sektor terkait termasuk asosiasi dan lembaga sosial masyarakat. Apalagi kini semakin banyak produk Obat dan Makanan yang beredar baik produksi dalam negeri maupun impor yang dijual secara daring (online shopping) dibarengi iklan dan promosi menarik.

"Kesadaran dalam memilih dan mengonsumsi obat dan makanan harus dimulai dari setiap individu. Dengan kampanye Cek KLIK, masyarakat diedukasi untuk menjadi konsumen yang cerdas dan berdaya dalam melindungi diri sendiri, keluarga, dan lingkungannya," lanjut Penny.

Dalam mengkampanyekan "Ayo KLIK Sebelum Belanja", BPOM menggandeng kerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) yang merupakan asosiasi pelaku usaha yang memiliki pengurus daerah di 34 provinsi di seluruh Indonesia, beranggotakan 40.000 ritel modern kecil hingga besar.


Salah satu sinergi Badan POM dengan Aprindo adalah pemasangan materi edukasi Cek KLIK pada display counter di fasilitas ritel seluruh Indonesia.

“Keterlibatan pelaku usaha ritel ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab pelaku usaha dalam memberikan perlindungan konsumen berupa penyediaan produk yang aman dan berkualitas serta edukasi bagi konsumen di sarana ritel,” sambungnya.

Sementara di ranaha daring, ada aplikasi BPOM mobile ( barcode 2D ) yang memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam melakukan pengecekan produk Obat dan Makanan yang diminta melalui pemindaian barcode 2D pada label produk. Informasi yang didapatkan masyarakat dengan memindai 2D barcode antara lain: Nomor Izin Edar dan/atau nomor identitas produk yang berlaku, nomor bets atau kode produksi, tanggal kedaluwarsa, dan nomor serialisasi.


“Aplikasi ini memudahkan masyarakat dalam melakukan pengecekan produk Obat dan Makanan yang terdaftar melalui scanning 2D barcode pada label produk, melakukan pengaduan terhadap suatu produk, serta mendapatkan berita terbaru dari Badan POM,” jelasnya.


Dalam acara talkshow ini turut hadir Veri Anggriono Sutiarto, Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan, Tulus Abadi, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dan Ussy Sulistiawaty sebagai publik figur yang membahas cara menjadi konsumen cerdas.

Topik Pembahasan adalah mengenai hak-hak konsumen, peran pemerintah dan kewajiban pelaku usaha dalam memberikan perlindungan bagi konsumen, peran Badan POM dalam pengawasan Obat dan Makanan, serta konsumen cerdas.


Program Nasional “Ayo Cek KLIK Sebelum Belanja!” ini merupakan langkah awal. Kedepan, akan terus dilakukan berbagai program lain bersama pelaku usaha dan lintas sektor untuk melindungi masyarakat dengan lebih optimal.

"Teliti sebelum membeli dan laporkan jika ada pelanggaran dengan menghubungi contact center HaloBPOM 1500533 atau mendatangi langsung ke Kantor Badan POM di seluruh Indonesia," tutup Penny.

Komentar

Postingan Populer