Langsung ke konten utama

"Tabungan Emas", Investasi Dari Pegadaian Syariah Untuk Milenial


Apa yang ada di benak Anda ketika mendengar kata "Pegadaian" ?

Mayoritas menjawab, pegadaian adalah tempat dimana mereka yang membutuhkan uang "terpaksa" harus menggadaikan harta bendanya sebagai jaminan. Contohnya menggadaikan BPKB kendaraan, emas, perhiasan, gadget, dll. Singkatnya, imej pegadaian berada dalam konotasi yang cukup negatif.

Akan tetapi, pinjaman uang dengan jaminan hanyalah salah satu dari produk pegadaian. Nyatanya, masih ada produk-produk pegadaian lain yang bukan hanya utang-piutang saja tetapi juga investasi. Salah satunya adalah Pegadaian Syariah yang memiliki produk Tabungan Emas dengan target milenial.

Upaya peningkatan indeks literasi dan inklusi keuangan ini terus digenjot oleh PT Pegadaian Unit Usaha Syariah (Persero). Salah satu programnya adalah talkshow bertajuk "Halal Lifestyle Ala Milenial Pegadaian" yang diselenggarakan di The Gade Coffee & Gold, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (7/9/2019), demi menanamkan prinsip konsumsi halal lifestyle di kalangan milenial.


Acara yang diinisiasi oleh Unit Usaha Syariah ini menghadirkan Ustad Ahmad Ifham Solihin dan Beni Martina Maulan, Kepala Divisi Unit Usaha Syariah PT Pegadaian (Persero) sebagai pembicara. Turut hadir dua influencer dari platform media sosial, Aliah L. Sayuti dan Majda Jedda sebagai narasumber. Talkshow ini juga dihadiri oleh media, blogger dan peserta dari kalangan milenial.

"Kami mengenalkan kepada milenial produk Pegadaian Syariah yang perlu diketahui anak-anak milenial saat ini. Pegadaian Syariah memiliki produk Tabungan Emas yang memiliki potensi dan manfaat bagus kepada milenial, karena nilai emas yang lebih dominan naik setiap tahunnya," ujar Beni.

Hal senada juga diungkapkan oleh Aliah maupun Majda yang mengatakan betapa pentingnya investasi untuk milenial. Apalagi milenial zaman now lebih cenderung menghabiskan uangnya untuk traveling dan gadget ketimbang investasi. Hadirnya Tabungan Emas dari Pegadaian Syariah menjawab kebutuhan para milenial yang ingin berinvestasi.


"Anak milenial biasanya hanya mencari uang dan kebutuhan. Mereka lebih mementingkan gengsi daripada jati diri. Namun saya lebih mementingkan harkat dan martabat orang tua daripada memikirkan diri sendiri. Salah satu caranya dengan berinvestasi," ujar Majda.

Kedua influencer ini juga sepakat bahwa emas adalah investasi yang cocok untuk milenial. Selain harganya yang cenderung naik, kini berinvestasi emas bisa lewat tabungan. Biasanya masyarakat membeli perhiasan atau emas batangan secara fisik, kini masyarakat sudah bisa menabung emas. Caranya cukup menyetorkan sejumlah uang dalam jumlah tertentu yang akan dikonversikan menjadi gram emas.

Selain tabungan emas, PT. Pegadaian Unit Usaha Syariah (Persero) juga memperkenalkan produk-produk unggulan lainnya yang berbasis syariah seperti Rahn Tabungan Emas (RTE), Rahn Tasjily Tanah (RTT), Rahn, Arrum Haji, Amanah, dan banyak lagi yang bisa menjadi pilihan masyarakat untuk kehidupan keuangan syariah yang lebih berkah.


Arrum Haji adalah produk pembiayaan untuk nasabah yang ingin mendapatkan seat kuota haji dengan sistem Rahn atau gadai, yaitu menggadaikan emas 24 karat seberat 3,5 gram. Ada lagi pembiayaan Rahn Tasjily tanah dari Pegadaian Syariah, yaitu pembiayaan berbasis syariah dengan jaminan sertifikat rumah dan bangunan. Sementara Amanah adalah produk yang memudahkan pembelian kendaraan dengan pinjaman sesuai syariah dengan tarif yang kompetitif.

Kini milenial tak perlu ragu lagi untuk datang ke pegadaian. Karena di pegadaian kita bukan hanya melakukan pinjaman saja, tetapi juga bisa berinvestasi melalui Tabungan Emas. Harapannya, kini milenial bisa lebih melek investasi serta mengedepankan halal lifestyle dalam kesehariannya.

Komentar

  1. saya udah investasi tabungan emas pegagdaian sejak tahun 2017, tapi belum ada produk2 ini mbak,makin beragam, makin banyak pilihan

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ariana dan Kata Hatinya

Malam itu hujan deras turun. Dengan tergesa-gesa gue langsung menuju restoran dimana teman-teman janjian kumpul disana. Seperti biasa, yang janji mau ngumpul ada enam-tujuh orang, yang baru nongol baru satu orang. Dari jauh terlihat Cindy sedang sibuk membuka buku menu sambil sesekali melirik smartphone yang ditaruh tepat di sampingnya.

"Baru lu doang nih yang dateng? Yang lain pada kemana?" tanya gue sambil menarik kursi.

"Eh, Wil. Baru nyampe lu? Tau nih, yang lain pada ngaret," jawab Cindy sambil menggerutu.

"By the way kemana aja lu? Sok sibuk banget sih. Kemarin pas mau nonton bareng, bilangnya lagi lembur. Pas diajak CFD, malah meeting sama klien di luar. Sibuk banget lu kerja, kaya juga nggak. Hahhaha.." Cindy tertawa sambil meledek.

"Iya, iya.. sorry. Lagi banyak kerjaan nih," kata gue memelas sambil memanggil pelayan untuk pesan minuman.

Tak berapa lama, terlihat seorang wanita berlari kecil menghampiri kami dengan pakaian yang sedikit lep…

Perjalanan Menuju Pagi

Gelap gulita menyergap, namun tak menyurutkan kaki untuk melangkah..

Ribuan derap langkah kaki merayap dalam sendu, sebagian terantuk sebagian tertatih..

Cahaya kecil menerangi jalan, dengan keringat yang terhapus dinginnya pagi..

Setapak demi setapak, selangkah demi selangkah, tak ada kata untuk mundur..

Dari balik daun, semburat jingga terbangun dari tidur lelapnya..

Sedikit lagi..

Sedikit lagi..

Hanya tinggal beberapa tapak langkah kaki lagi..

Di atas sana, kaki-kaki yang sudah lelah melangkah beristirahat..

Menunggu..

Menunggu..

Dan menunggu..

Cahaya keemasan itu akhirnya muncul, membayar lelah ribuan pasang mata yang menantinya..

Sebagian terdiam..

Sebagian terkejut..

Sebagian bersikap tak acuh dan menyibukkan diri..

Tak ada yang lebih indah daripada melihat anugerah Tuhan, ciptaanNya yang sempurna..

Yang menandakan, hari ini adalah hari baru, semangat baru dan harapan baru..

Lupakan yang telah berlalu, mari songsong hari baru dengan senyuman..

Selamat pagi dunia..

Tak Hanya Outfit, Jam Tangan Juga Bisa "Saltum"

Beberapa waktu lalu di suatu acara resmi, saya bertemu dengan seorang kawan. Ia memakai outfit batik lengkap dengan pantofel, namun ada sesuatu yang sedikit mengganjal. Ternyata ia memakai jam tangan digital bertipe sport. Tentu ini sedikit mengurangi tingkat "kekerenan"-nya hanya karena "saltum" jam tangan.

Lain halnya dengan seorang kawan lainnya dimana ketika kami traveling trekking ke curug, ia menggunakan jam tangan dengan bracelet stainless steel. Memang tipe ini tahan air, tapi untuk kegiatan outdoor sangat tidak disarankan karena selain lebih berat, bahan stainless steel juga berpotensi mencederai tangan dan tidak nyaman untuk heavy activity.

Berkaca pada kedua kasus ini, ternyata bukan hanya outfit saja yang bisa salah kostum. Aksesoris seperti jam tangan juga harus memiliki penempatan yang sesuai agar tidak saltum. Jangan sampai penampilan sempurna kita dari atas sampai bawah ternoda hanya karena menggunakan jam tangan yang kurang tepat. Jam tangan yang …