Langsung ke konten utama

"Healthies Run 5K", Membudayakan Jangan Mager Untuk Milenials


Di zaman serba canggih dan modern seperti sekarang ini semuanya serba cepat dan mudah. Contohnya, untuk memesan makanan saja kita cukup duduk sambil memainkan gadget. Berbagai kebutuhan hiburan, transaksi dan lain sebagainya bisa dinikmati dalam genggaman tangan secara online. Kemudahan ini secara tidak langsung menjadi akar dari budaya mageran, terutama di kalangan milenial.

Seperti kita tahu, kurangnya aktivitas fisik menjadi penyebab risiko timbulnya berbagai jenis penyakit. Belum lagi jenis makanan yang dikonsumsi cenderung rendah gizi seperti junk food serta makanan berlemak dan berminyak lainnya. Padahal, untuk menerapkan pola hidup sehat caranya sangat sederhana. Cukup rajin berolahraga dan menjaga pola makan.

Untuk olahraga, tak perlu yang ribet. Bermodalkan sepatu yang nyaman untuk jogging saja, semua orang bisa memperoleh tubuh yng sehat. Dan jika diagendakan secara rutin, budaya mageran pun akan tercerabut dari akarnya.


***

Menyadari pentingnya olahraga dan aktivitas fisik serta untuk mensosialisasikan GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) pada masyarakat, Kementerian Kesehatan menggelar event "Healthies Run 5K 2019" pada Minggu (6/10/2019). Acara fun run ini diadakan di area kantor Kemenkes dengan rute 5 kilometer mengitari area Kuningan, Jakarta Selatan.

Sebanyak 1000 peserta yang terdiri dari rekan jajaran Kemenkes, lintas kementerian, TNI-Polri, Wartawan, lintas komunitas dan umum turut memeriahkan Healthies Run 5K. Ini adalah salah satu kampanye GERMAS yang bukan hanya untuk menggerakkan tetapi juga membudayakan generasi milenial agar jangan mager.



Turut hadir pula Nila F Moeloek beserta rekan jajaran Kemenkes lainnya yang berada di garis terdepan dan membuka lomba lari sepanjang 5 kilometer tersebut. Tepat pukul 06.30 WIB, semua peserta berlari melewati area kantor Kementerian Kesehatan dan Mega Kuningan. Ada pula peserta yang berpartisipasi dengan menggunakan kostum terbaiknya.

Setelah fun run, ada berbagai kegiatan interaktf lainnya seperti dialog dengan Menkes, zumba hingga doorprize dengan hadiah menarik mulai dari sepatu hingga sepeda. Apresiasi tersebut diberikan antara lain untuk 6 pelari tercepat (3 pria, 3 wanita), pelari dengan kostum unik, pelari termuda dan pelari tertua.



Sebagai penutup, Menkes juga mengingatkan kepada semua peserta untuk hidup sehat dan menerapkan GERMAS, sehingga terhindar dari berbagai penyakit. Healthies Run 5K hanyalah salah satu dari sekian banyak kegiatan yang bisa dipilih sebagai aktivitas fisik. Masih ada banyak event fun run serta olahraga lainnya untuk membudayakan hidup sehat.

Tunggu apa lagi milenials, ayo budayakan jangan mager mulai dari sekarang!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tak Hanya Outfit, Jam Tangan Juga Bisa "Saltum"

Beberapa waktu lalu di suatu acara resmi, saya bertemu dengan seorang kawan. Ia memakai outfit batik lengkap dengan pantofel, namun ada sesuatu yang sedikit mengganjal. Ternyata ia memakai jam tangan digital bertipe sport. Tentu ini sedikit mengurangi tingkat "kekerenan"-nya hanya karena "saltum" jam tangan.

Lain halnya dengan seorang kawan lainnya dimana ketika kami traveling trekking ke curug, ia menggunakan jam tangan dengan bracelet stainless steel. Memang tipe ini tahan air, tapi untuk kegiatan outdoor sangat tidak disarankan karena selain lebih berat, bahan stainless steel juga berpotensi mencederai tangan dan tidak nyaman untuk heavy activity.

Berkaca pada kedua kasus ini, ternyata bukan hanya outfit saja yang bisa salah kostum. Aksesoris seperti jam tangan juga harus memiliki penempatan yang sesuai agar tidak saltum. Jangan sampai penampilan sempurna kita dari atas sampai bawah ternoda hanya karena menggunakan jam tangan yang kurang tepat. Jam tangan yang …

Perjalanan Menuju Pagi

Gelap gulita menyergap, namun tak menyurutkan kaki untuk melangkah..

Ribuan derap langkah kaki merayap dalam sendu, sebagian terantuk sebagian tertatih..

Cahaya kecil menerangi jalan, dengan keringat yang terhapus dinginnya pagi..

Setapak demi setapak, selangkah demi selangkah, tak ada kata untuk mundur..

Dari balik daun, semburat jingga terbangun dari tidur lelapnya..

Sedikit lagi..

Sedikit lagi..

Hanya tinggal beberapa tapak langkah kaki lagi..

Di atas sana, kaki-kaki yang sudah lelah melangkah beristirahat..

Menunggu..

Menunggu..

Dan menunggu..

Cahaya keemasan itu akhirnya muncul, membayar lelah ribuan pasang mata yang menantinya..

Sebagian terdiam..

Sebagian terkejut..

Sebagian bersikap tak acuh dan menyibukkan diri..

Tak ada yang lebih indah daripada melihat anugerah Tuhan, ciptaanNya yang sempurna..

Yang menandakan, hari ini adalah hari baru, semangat baru dan harapan baru..

Lupakan yang telah berlalu, mari songsong hari baru dengan senyuman..

Selamat pagi dunia..

JNE Kini Bisa Kirim Paket ke Luar Negeri

Pernahkah Anda terpikir untuk touring ke luar negeri dengan kendaraan kesayangan? Para pecinta motor klasik dan legendaris pastinya tak ingin jauh dari tunggangannya. Namun perkara membawa motor ke luar negeri bukan hal yang mudah. Apalagi jika jaraknya terbentur laut, bukan daratan yang bisa dilalui kendaraan roda dua.

Jangan khawatir. JNE sebagai perusahaan kurir terbesar di Indonesia kini memiliki layanan untuk mengirimkan kendaraan roda dua ke luar negeri. Tentu saja keperluan pengiriman juga harus jelas, untuk keperluan pribadi, komersil, atau untuk eksebisi, alat profesional atau kemanusiaan. Karena itu dibutuhkan dokumen ATA Carnet atau CPD Carnet yang berfungsi layaknya paspor sebagai pengganti dokumen pabean nasional.

Dokumen ATA Carnet berfungsi sebagai dokumen impor dan ekspor sementara untuk barang-barang dengan keperluan pameran/eksebisi, alat profesional, pendidikan, keperluan pribadi wisatawan, keperluan pribadi olahraga dan untuk tujuan kemanusiaan. Sementara dokumen …