Langsung ke konten utama

Khadijah Learning Center, Pusat Pemberdayaan Untuk Kaum Dhuafa Perempuan


Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tangerang tahun 2018, jumlah penduduk prasejahtera kota Tangerang terhitung cukup tinggi, yakni mencapai lebih dari 923 ribu jiwa. Pemerintah pun berupaya mengentaskan kemiskinan ini dengan berbagai program pemberdayaan masyarakat mulai dari pemberian modal, pendampingan masyarakat dan bantuan pangan non-tunai (BNPT).

AXA Mandiri Syariah sebagai salah satu badan keuangan dan perlindungan untuk masyarakat turut berkontribusi secara aktif dengan mendukung upaya pemberdayaan masyarakat tersebut. Salah satunya adalah menyerahkan sebagian dana surplus underwriting kepada Islamic Dakwah Fund (IDF) pada September lalu. Dana tersebut disalurkan melalui Dompet Dhuafa yang digunakan untuk pengadaan Khadijah Learning Center.

Khadijah Learning Center adalah pusat pendidikan wirausaha dan pemberdayaan kaum dhuafa perempuan yang khusus memberikan pelatihan keterampilan di daerah Tangerang Selatan dan sekitarnya. Khadijah Learning Center menyediakan fasilitas ruang kelas keterampilan kecantikan agar peserta didik mahir merias wajah hingga menata rambut.

Pelatihan lainnya antara lain kelas keterampilan memasak, kerajinan tangan, tata busana hingga keterampilan mengasuh lansia. Khadijah Learning Center menampung perempuan yang putus sekolah, perempuan korban kekerasan, dan juga kaum muslimah yang ingin memperdalam ilmu agama serta mengembangkan kemampuan berwirausaha.


"Kegiatan ini adalah salah satu bentuk nyata kontribusi AXA Mandiri Syariah dalam memberdayakan masyarakat agar memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Kami berharap dana surplus underwriting ini dapat digunakan secara optimal dalam membantu mengembangkan keterampilan kaum dhuafa agar dapat mencapai potensi maksimalnya," kata Srikandi Utami, Chief of Sharia AXA Mandiri di Khadijah Learning Center, Tangerang Selatan, Kamis (24/10/2019).

Pada kesempatan yang sama, Yuniarko selaku Direktur Mobilisasi Wakaf Dompet Dhuafa juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada AXA Mandiri Syariah dan para nasabahnya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

"Kami sangat mengapresiasi dan mendukung inisiatif AXA Mandiri Syariah dalam memajukan kualitas hidup masyarakat. Bantuan yang diberikan akan kami manfaatkan dengan sebaik-baiknya demi kemaslahatan umat khususnya kaum dhuafa di Indonesia," tuturnya.


Sekedar informasi, Khadijah Learning Center  merupakan kelanjutan dari rangkaian kegiatan penyaluran sebagian dana surplus underwriting AXA Mandiri Syariah tahun 2018 sejumlah lebih dari Rp 876 juta. Dana tersebut telah diserahkan secara simbolik kepada BAZNAZ pada bulan September lalu.

Melalui BAZNAZ, dana tersebut disalurkan ke tiga lembaga pengelola zakat, infaq dan sadaqah yakni Islamic Dakwah Fund (IDF) untuk pembangunan hunian sementara bagi para Dai di Palu, Mandiri Amal Insani untuk pengadaan air bersih di beberapa wilayah di Indonesia, dan Dompet Dhuafa untuk pembangunan komplek pendidikan wirasuha khusus kaum dhuafa.

Khadijah Learning Center sebagai ruang pelatihan keterampilan ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dan kualitas hidup khususnya kaum dhuafa perempuan agar sukses dan mandiri secara finansial.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tak Hanya Outfit, Jam Tangan Juga Bisa "Saltum"

Beberapa waktu lalu di suatu acara resmi, saya bertemu dengan seorang kawan. Ia memakai outfit batik lengkap dengan pantofel, namun ada sesuatu yang sedikit mengganjal. Ternyata ia memakai jam tangan digital bertipe sport. Tentu ini sedikit mengurangi tingkat "kekerenan"-nya hanya karena "saltum" jam tangan.

Lain halnya dengan seorang kawan lainnya dimana ketika kami traveling trekking ke curug, ia menggunakan jam tangan dengan bracelet stainless steel. Memang tipe ini tahan air, tapi untuk kegiatan outdoor sangat tidak disarankan karena selain lebih berat, bahan stainless steel juga berpotensi mencederai tangan dan tidak nyaman untuk heavy activity.

Berkaca pada kedua kasus ini, ternyata bukan hanya outfit saja yang bisa salah kostum. Aksesoris seperti jam tangan juga harus memiliki penempatan yang sesuai agar tidak saltum. Jangan sampai penampilan sempurna kita dari atas sampai bawah ternoda hanya karena menggunakan jam tangan yang kurang tepat. Jam tangan yang …

Perjalanan Menuju Pagi

Gelap gulita menyergap, namun tak menyurutkan kaki untuk melangkah..

Ribuan derap langkah kaki merayap dalam sendu, sebagian terantuk sebagian tertatih..

Cahaya kecil menerangi jalan, dengan keringat yang terhapus dinginnya pagi..

Setapak demi setapak, selangkah demi selangkah, tak ada kata untuk mundur..

Dari balik daun, semburat jingga terbangun dari tidur lelapnya..

Sedikit lagi..

Sedikit lagi..

Hanya tinggal beberapa tapak langkah kaki lagi..

Di atas sana, kaki-kaki yang sudah lelah melangkah beristirahat..

Menunggu..

Menunggu..

Dan menunggu..

Cahaya keemasan itu akhirnya muncul, membayar lelah ribuan pasang mata yang menantinya..

Sebagian terdiam..

Sebagian terkejut..

Sebagian bersikap tak acuh dan menyibukkan diri..

Tak ada yang lebih indah daripada melihat anugerah Tuhan, ciptaanNya yang sempurna..

Yang menandakan, hari ini adalah hari baru, semangat baru dan harapan baru..

Lupakan yang telah berlalu, mari songsong hari baru dengan senyuman..

Selamat pagi dunia..

Ayo, Kurangi Penggunaan Plastik!

Beberapa waktu lalu ramai di media sosial mengenai sampah plastik yang ditemukan dalam perut ikan. Ada pula biota laut yang habitatnya tercemar plastik sehingga mengiranya sebagai makanan. Atau cerita plastik kemasan makanan instan yang ditemukan masih utuh meski sudah lebih dari dua dekade terombang-ambing dan mengapung di laut.

Permasalahan sampah plastik sudah menjadi masalah internasional. Banyak negara yang mengupayakan berbagai cara untuk menekan angka jumlah sampah plastik. Salah satunya dengan memproduksi plastik ramah lingkungan yang mudah hancur dalam waktu relatif singkat. Selain itu, juga dengan cara meminimalisir penggunaan plastik.

Sebagai wujud cinta terhadap bumi yang kita pijak dan hirup udaranya ini, sudah sepatutnya kita berperan serta dalam upaya menekan jumlah sampah plastik. Bukankah banyaknya sampah plastik juga akibat perbuatan manusia. Karena itulah kita bisa turut aktif dalam kampanye minimalisir penggunaan plastik, yaitu dengan cara:


1. Mengganti plastik de…