Langsung ke konten utama

Lindungi Anak Dari Diabetes, Cegah Sejak Dini!


Kita semua pasti pernah mendengar penyakit kencing manis. Penyakit yang memiliki nama lain Diabtes Mellitus (DM) ini adalah salah satu jenis penyakit tidak menular (PTM). Di Indonesia, PTM menempati urutan ke-3 penyebab kematian dengan pembiayaan tertinggi.

Prevalensi penyakit Diabetes Mellitus sendiri meningkat dimana pada 2013 ada 6,9% penduduk yang terkena DM, dan pada 2018 jumlah tersebut menjadi 8,5%. Tak hanya itu saja, penyakit degeneratif yang dulunya menjangkiti seseorang yang lanjut usia kini berubah menjadi menyerang generasi muda bahkan anak-anak. Tak ada yang menyangka bahwa bahaya penyakit kencing manis kini mengintai siapapun tanpa pandang usia.

***

Dalam rangka memperingati Hari Diabetes Sedunia yang jatuh pada 14 November, Kementerian Kesehatan menggelar acara temu blogger dengan tema "Lindungi Keluarga dari Diabetes" di Aula Siwabessy, Kementerian Kesehatan, pada Jumat (15/11/2019). Tema yang diangkat sekaligus juga untuk mengampanyekan #CegahDiabetes.


Pesan yang disampaikan dalam acara ini adalah untuk meningkatkan peran dan mendorong kepedulian keluarga dalam pencegahan dan edukasi penyakit diabetes. Keluarga juga didorong untuk memberi dukungan terhadap anggotanya yang menyandang diabetes, terutama yang masih remaja dan anak-anak.

DM terbagi menjadi dua. DM tipe 1 terjadi karena faktor eksternal seperti pola makan yang tidak teratur dan kurang gerak. Lalu ada DM tipe 2 yang terjadi karena faktor genetik atau diturunkan ke anak. Namun, siapa sangka DM tipe 1-lah yang penyebab diabetes pada anak.

Apa saja gejalanya? Umumnya anak sering merasa haus, sering mengompol/buang air kecil serta berat badan yang semakin menurun dan merasa lemas. Bila terjadi gejala demikian, segeralah bawa anak ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut.


Lalu bila anak sudah positif terkena diabetes, apa yang harus dilakukan? Pertama, jangan 'membedakan' mereka dengan anak-anak lain. Perlu kita pahami bahwa anak masih dalam perkembangan baik fisik dan mental. Membeda-bedakan bahkan mendiskriminasikan secara tidak langsung bisa berpengaruh pada mental dan psikisnya.

Kedua, anak harus diberi insulin sebanyak 3-4 kali sehari. Pemberian insulin bisa dilakukan sebelum sarapan dan makan malam. Tujuannya agar gula darah masih di batas normal (di bawah 200). Dukungan juga dipatut diberikan agar anak tidak merasa down dan tetap semangat dalam menjalani hidup.

***


Diabetes bisa dicegah! Caranya, kita harus memahami faktor risiko penyakit diabetes seperti merokok, kurang aktivitas fisik, pola makan yang tidak sehat, obesitas, tekanan darah tinggi serta gula darah tinggi. Untuk mencegahnya, kita harus memiliki gaya hidup sehat seperti memgonsumsi makanan bergizi, rutin beraktifitas fisik, istirahat cukup dan memiliki lingkungan yang sehat.

Indonesia sendiri berada di peringkat ke-6 negara dengan penyandang diabetes terbanyak. Pemerintah pun juga telah berupaya menekan angka tersebut dengan strategi pencegahan diabetes, antara lain:

  • Memberikan edukasi kepada masyarakat berupa skrining oleh tenaga kesehatan maupun diri sendiri.
  • Memberi perlindungan lewat imunisasi dan pengendalian GGL (Gula, Garam, Lemak) serta pengobatan di fasilitas layanan kesehatan.
  • Melakukan cek tekanan darah, gula darah, indeks masa tubuh/lingkar perut.
  • Membudayakan gaya hidup sehat dan pola makan yang baik dan benar.

Diabetes bisa menyerang siapa. Tak peduli tua, muda, bahkan anak-anakpun bisa terserang oleh diabetes. Jika sudah terjangkit, mau tak mau harus mengonsumsi obat seumur hidup. Alangkah baiknya jika kita mencegahnya sebelum menggerogoti hidup kita. Jadi, ayo #CegahDiabetes sejak dini.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tak Hanya Outfit, Jam Tangan Juga Bisa "Saltum"

Beberapa waktu lalu di suatu acara resmi, saya bertemu dengan seorang kawan. Ia memakai outfit batik lengkap dengan pantofel, namun ada sesuatu yang sedikit mengganjal. Ternyata ia memakai jam tangan digital bertipe sport. Tentu ini sedikit mengurangi tingkat "kekerenan"-nya hanya karena "saltum" jam tangan.

Lain halnya dengan seorang kawan lainnya dimana ketika kami traveling trekking ke curug, ia menggunakan jam tangan dengan bracelet stainless steel. Memang tipe ini tahan air, tapi untuk kegiatan outdoor sangat tidak disarankan karena selain lebih berat, bahan stainless steel juga berpotensi mencederai tangan dan tidak nyaman untuk heavy activity.

Berkaca pada kedua kasus ini, ternyata bukan hanya outfit saja yang bisa salah kostum. Aksesoris seperti jam tangan juga harus memiliki penempatan yang sesuai agar tidak saltum. Jangan sampai penampilan sempurna kita dari atas sampai bawah ternoda hanya karena menggunakan jam tangan yang kurang tepat. Jam tangan yang …

Perjalanan Menuju Pagi

Gelap gulita menyergap, namun tak menyurutkan kaki untuk melangkah..

Ribuan derap langkah kaki merayap dalam sendu, sebagian terantuk sebagian tertatih..

Cahaya kecil menerangi jalan, dengan keringat yang terhapus dinginnya pagi..

Setapak demi setapak, selangkah demi selangkah, tak ada kata untuk mundur..

Dari balik daun, semburat jingga terbangun dari tidur lelapnya..

Sedikit lagi..

Sedikit lagi..

Hanya tinggal beberapa tapak langkah kaki lagi..

Di atas sana, kaki-kaki yang sudah lelah melangkah beristirahat..

Menunggu..

Menunggu..

Dan menunggu..

Cahaya keemasan itu akhirnya muncul, membayar lelah ribuan pasang mata yang menantinya..

Sebagian terdiam..

Sebagian terkejut..

Sebagian bersikap tak acuh dan menyibukkan diri..

Tak ada yang lebih indah daripada melihat anugerah Tuhan, ciptaanNya yang sempurna..

Yang menandakan, hari ini adalah hari baru, semangat baru dan harapan baru..

Lupakan yang telah berlalu, mari songsong hari baru dengan senyuman..

Selamat pagi dunia..

Ayo, Kurangi Penggunaan Plastik!

Beberapa waktu lalu ramai di media sosial mengenai sampah plastik yang ditemukan dalam perut ikan. Ada pula biota laut yang habitatnya tercemar plastik sehingga mengiranya sebagai makanan. Atau cerita plastik kemasan makanan instan yang ditemukan masih utuh meski sudah lebih dari dua dekade terombang-ambing dan mengapung di laut.

Permasalahan sampah plastik sudah menjadi masalah internasional. Banyak negara yang mengupayakan berbagai cara untuk menekan angka jumlah sampah plastik. Salah satunya dengan memproduksi plastik ramah lingkungan yang mudah hancur dalam waktu relatif singkat. Selain itu, juga dengan cara meminimalisir penggunaan plastik.

Sebagai wujud cinta terhadap bumi yang kita pijak dan hirup udaranya ini, sudah sepatutnya kita berperan serta dalam upaya menekan jumlah sampah plastik. Bukankah banyaknya sampah plastik juga akibat perbuatan manusia. Karena itulah kita bisa turut aktif dalam kampanye minimalisir penggunaan plastik, yaitu dengan cara:


1. Mengganti plastik de…