Langsung ke konten utama

Mengenal 'Parkinson', Penyakit Degeneratif Yang Dapat Menjangkiti Siapapun


Awalnya, saya tidak tahu apa itu parkinson. Namun, penyakit parkinson ternyata sudah sering saya lihat sejak masih kecil. Saya ingat betul bagaimana tetangga bahkan orangtua teman saya yang tangannya selalu gemetar, bahkan lambat untuk bergerak. Terkadang bicara pun juga susah, seperti cadel. Dan inilah yang dinamakan parkinson.

Pengetahuan saya tentang penyakit ini semakin bertambah ketika mengikuti Vlogger & Blogger Gathering: Mengenal Parkinson" di RS Premier Jatinegara, pada Kamis (7/11/2019). Di acara tersebut, turut hadir dr. Sukono Djojoatmodjo, Sp. S yang juga seorang dokter spesialis saraf dan membahas tentang penyakit ini.

Parkinson adalah penyakit degeneratif yang umumnya dialami oleh lansia di atas 60 tahun karena degenerasi atau merosotnya sel saraf dan hilangnya sel-sel yang memproduksi dopamin di dalam otak. Dalam pemaparannya, dr. Sukono mengungkapkan bahwa penyakit parkinson dapat menjangkiti siapapun, terutama bagi orang-orang yang sudah berusia lanjut. Namun tak menutup kemungkinan mereka yang berusia muda juga terjangkit parkinson.



Sebagai contoh, aktor kawakan Michael Fox dan petinju legendaris Muhammad Ali adalah publik figur yang didiagnosa terkena Parkinson dalam usia yang relatif muda, tepatnya di 40-an. Lalu bagaimana kita mengetahui seseorang atau bahkan diri kita sendiri terkena parkinson? Ternyata gejala parkinson muncul secara bertahap, sekitar 10-20 tahun sebelum didiagnosis terkena parkinson.

Secara umum, gejala parkinson terdiri dari gangguan motorik dan non motorik. Gangguan motorik antara lain tubuh yang mengalami tremor atau gemetar di sekitar pergelangan tangan dan kaki. Selain itu otot tubuh juga mudah kaku sehingga terjadi kelambanan gerak dan kehilangan keseimbangan. Pengidap parkinson juga mengalami kesulitan dalam menelan makanan dan sulit berbicara sehingga ngomongnya "cadel".



Sementara gejala non motorik parkinson antara lain gangguan penghidu atau hilangnya sensitivitas indra penciuman, gangguan tidur, sulit BAB, tekanan darah rendah, mudah mengantuk dan berhalusinasi. Pada tahap yang lebih parah, pengidap parkinson akan mengalami depresi dan gangguan jiwa.

Lalu bagaimana cara mengobatinya? Yang harus kita pahami adalah, sampai saat ini penyakit parkinson tidak bisa kita sembuhkan sepenuhnya. Jika sudah didagnosa, perkinson akan menjangkiti seumur hidup. Namun parkinson bisa kita hambat penyebarannya agar tidak menyerang ke seluruh tubuh.

Pengobatan parkinson antara lain obat oral dengan rutin mengonsumsi obat-obatan, obat infus sampai dengan operasi. Salah satu rumah sakit yang bisa menangani penyakit parkinson adalah RS Premier Jatinegara yang memiliki Klinik Parkinson & Gangguan Gerak. Dengan tim medis kooperatif yang memberikan pelayanan prima, penyakit seperti parkinson dengan cepat akan ditangani.

Oh ya, buat pasien pengguna BPJS tak perlu khawatir karena pengobatan penyakit parkinson akan ter-cover oleh BPJS. Jadi tak perlu takut bila melihat teman, saudara, orang tua atau diri sendiri mulai mengelami gejala parkinson. Cek dan periksalah sejak dini.


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tak Hanya Outfit, Jam Tangan Juga Bisa "Saltum"

Beberapa waktu lalu di suatu acara resmi, saya bertemu dengan seorang kawan. Ia memakai outfit batik lengkap dengan pantofel, namun ada sesuatu yang sedikit mengganjal. Ternyata ia memakai jam tangan digital bertipe sport. Tentu ini sedikit mengurangi tingkat "kekerenan"-nya hanya karena "saltum" jam tangan.

Lain halnya dengan seorang kawan lainnya dimana ketika kami traveling trekking ke curug, ia menggunakan jam tangan dengan bracelet stainless steel. Memang tipe ini tahan air, tapi untuk kegiatan outdoor sangat tidak disarankan karena selain lebih berat, bahan stainless steel juga berpotensi mencederai tangan dan tidak nyaman untuk heavy activity.

Berkaca pada kedua kasus ini, ternyata bukan hanya outfit saja yang bisa salah kostum. Aksesoris seperti jam tangan juga harus memiliki penempatan yang sesuai agar tidak saltum. Jangan sampai penampilan sempurna kita dari atas sampai bawah ternoda hanya karena menggunakan jam tangan yang kurang tepat. Jam tangan yang …

Perjalanan Menuju Pagi

Gelap gulita menyergap, namun tak menyurutkan kaki untuk melangkah..

Ribuan derap langkah kaki merayap dalam sendu, sebagian terantuk sebagian tertatih..

Cahaya kecil menerangi jalan, dengan keringat yang terhapus dinginnya pagi..

Setapak demi setapak, selangkah demi selangkah, tak ada kata untuk mundur..

Dari balik daun, semburat jingga terbangun dari tidur lelapnya..

Sedikit lagi..

Sedikit lagi..

Hanya tinggal beberapa tapak langkah kaki lagi..

Di atas sana, kaki-kaki yang sudah lelah melangkah beristirahat..

Menunggu..

Menunggu..

Dan menunggu..

Cahaya keemasan itu akhirnya muncul, membayar lelah ribuan pasang mata yang menantinya..

Sebagian terdiam..

Sebagian terkejut..

Sebagian bersikap tak acuh dan menyibukkan diri..

Tak ada yang lebih indah daripada melihat anugerah Tuhan, ciptaanNya yang sempurna..

Yang menandakan, hari ini adalah hari baru, semangat baru dan harapan baru..

Lupakan yang telah berlalu, mari songsong hari baru dengan senyuman..

Selamat pagi dunia..

Ayo, Kurangi Penggunaan Plastik!

Beberapa waktu lalu ramai di media sosial mengenai sampah plastik yang ditemukan dalam perut ikan. Ada pula biota laut yang habitatnya tercemar plastik sehingga mengiranya sebagai makanan. Atau cerita plastik kemasan makanan instan yang ditemukan masih utuh meski sudah lebih dari dua dekade terombang-ambing dan mengapung di laut.

Permasalahan sampah plastik sudah menjadi masalah internasional. Banyak negara yang mengupayakan berbagai cara untuk menekan angka jumlah sampah plastik. Salah satunya dengan memproduksi plastik ramah lingkungan yang mudah hancur dalam waktu relatif singkat. Selain itu, juga dengan cara meminimalisir penggunaan plastik.

Sebagai wujud cinta terhadap bumi yang kita pijak dan hirup udaranya ini, sudah sepatutnya kita berperan serta dalam upaya menekan jumlah sampah plastik. Bukankah banyaknya sampah plastik juga akibat perbuatan manusia. Karena itulah kita bisa turut aktif dalam kampanye minimalisir penggunaan plastik, yaitu dengan cara:


1. Mengganti plastik de…