Langsung ke konten utama

‘BPJS SATU’, Siap Melayani dan Membantu


BPJS semakin meningkatkan mutu dan kualitas pelayanannya, seiring dengan iuran yang sudah disesuaikan. Salah satu wujud dari pelayanan itu adalah BPJS SATU (Siap Membantu) yang sigap membantu pasien peserta BPJS yang membutuhkan layanan kesehatan.

BPJS SATU merupakan rebranding dari layanan Pemberi Informasi dan Penanganan Pengaduan (PIPP) dan juga kesinambungan dari program JKN-KIS. Indeks kepuasan peserta yang meningkat, serta penyesuaian iuran dan kualitas layanan bagi peserta membuat BPJS merebranding layanan ini.

Singkatnya, BPJS SATU merupakan optimalisasi peran petugas Penanganan Pengaduan Peserta (PPP) di rumah sakit melalui rebranding pengelolaan pemberian informasi dan penanganan pengaduan yang terintegrasi dengan pengelolaan informasi dan pengaduan rumah sakit. Rebranding yang dilakukan antara lain petugas yang menggunakan rompi BPJS SATU, pemasangan poster informasi PIC PIPP RS di beberapa titik strategis RS dan penyediaan alat mobilisasi (sesuai kebutuhan).



Jadi, peserta BPJS yang ingin berobat di rumah sakit tak perlu takut lagi karena kini ada petugas dari BPJS SATU yang cepat, tanggap dan sigap untuk membantu. Petugas PPP akan membantu pasien untuk mendapatkan layanan kesehatan di rumah sakit, mulai dari mencarikan kamar, obat-obatan, mengurus administrasi, dll.

  • Adapun layanan BPJS SATU antara lain:
  • Pemberian informasi
  • Penanganan pengaduan
  • Pendaftaran bayi baru lahir peserta PBPU dan PPU
  • Denda pelayanan
  • Pengecekan status kepesertaan

Tugas staf PIPP juga terintegrasi dengan fungsi unit layanan pengaduan RS dan didukung dengan aplikasi SIPP (Saluran Informasi dan Penanganan Pengaduan). Selain itu, tugas staf PPP di rumah sakit antara lain:

  1. Memberikan layanan informasi dan pengaduan peserta di rumah sakit baik secara langsung maupun melalui petugas RS.
  2. Melakukan customer visit kepada peserta JKN-KIS dan meminta feedback kepuasan peserta melalui format berbasis digital (dengan metode sampling), dan juga melakukan customer visit kepada peserta yang menyampaikan pengaduan.
  3. Melakukan sosialisasi kepada petugas RS terkait Kebijakan dan Regulasi kepesertaan peserta JKN-KIS.
  4. Melakukan koordinasi dengan petugas RS maupun kantor cabang dalam penanganan pengaduan peserta.
  5. Memonitor eskalasi permintaan informasi atau pengaduan dari dan untuk kantor cabang melalui aplikasi SIPP.


Dengan hadirnya layanan BPJS SATU, diharapkan menjadi jembatan untuk pasien dan pihak RS dalam berkomunikasi sehingga pasien bisa mendapatkan hak layanan kesehatan yang maksimal.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perjalanan Menuju Pagi

Gelap gulita menyergap, namun tak menyurutkan kaki untuk melangkah..

Ribuan derap langkah kaki merayap dalam sendu, sebagian terantuk sebagian tertatih..

Cahaya kecil menerangi jalan, dengan keringat yang terhapus dinginnya pagi..

Setapak demi setapak, selangkah demi selangkah, tak ada kata untuk mundur..

Dari balik daun, semburat jingga terbangun dari tidur lelapnya..

Sedikit lagi..

Sedikit lagi..

Hanya tinggal beberapa tapak langkah kaki lagi..

Di atas sana, kaki-kaki yang sudah lelah melangkah beristirahat..

Menunggu..

Menunggu..

Dan menunggu..

Cahaya keemasan itu akhirnya muncul, membayar lelah ribuan pasang mata yang menantinya..

Sebagian terdiam..

Sebagian terkejut..

Sebagian bersikap tak acuh dan menyibukkan diri..

Tak ada yang lebih indah daripada melihat anugerah Tuhan, ciptaanNya yang sempurna..

Yang menandakan, hari ini adalah hari baru, semangat baru dan harapan baru..

Lupakan yang telah berlalu, mari songsong hari baru dengan senyuman..

Selamat pagi dunia..

Tak Hanya Outfit, Jam Tangan Juga Bisa "Saltum"

Beberapa waktu lalu di suatu acara resmi, saya bertemu dengan seorang kawan. Ia memakai outfit batik lengkap dengan pantofel, namun ada sesuatu yang sedikit mengganjal. Ternyata ia memakai jam tangan digital bertipe sport. Tentu ini sedikit mengurangi tingkat "kekerenan"-nya hanya karena "saltum" jam tangan.

Lain halnya dengan seorang kawan lainnya dimana ketika kami traveling trekking ke curug, ia menggunakan jam tangan dengan bracelet stainless steel. Memang tipe ini tahan air, tapi untuk kegiatan outdoor sangat tidak disarankan karena selain lebih berat, bahan stainless steel juga berpotensi mencederai tangan dan tidak nyaman untuk heavy activity.

Berkaca pada kedua kasus ini, ternyata bukan hanya outfit saja yang bisa salah kostum. Aksesoris seperti jam tangan juga harus memiliki penempatan yang sesuai agar tidak saltum. Jangan sampai penampilan sempurna kita dari atas sampai bawah ternoda hanya karena menggunakan jam tangan yang kurang tepat. Jam tangan yang …

JNE Kini Bisa Kirim Paket ke Luar Negeri

Pernahkah Anda terpikir untuk touring ke luar negeri dengan kendaraan kesayangan? Para pecinta motor klasik dan legendaris pastinya tak ingin jauh dari tunggangannya. Namun perkara membawa motor ke luar negeri bukan hal yang mudah. Apalagi jika jaraknya terbentur laut, bukan daratan yang bisa dilalui kendaraan roda dua.

Jangan khawatir. JNE sebagai perusahaan kurir terbesar di Indonesia kini memiliki layanan untuk mengirimkan kendaraan roda dua ke luar negeri. Tentu saja keperluan pengiriman juga harus jelas, untuk keperluan pribadi, komersil, atau untuk eksebisi, alat profesional atau kemanusiaan. Karena itu dibutuhkan dokumen ATA Carnet atau CPD Carnet yang berfungsi layaknya paspor sebagai pengganti dokumen pabean nasional.

Dokumen ATA Carnet berfungsi sebagai dokumen impor dan ekspor sementara untuk barang-barang dengan keperluan pameran/eksebisi, alat profesional, pendidikan, keperluan pribadi wisatawan, keperluan pribadi olahraga dan untuk tujuan kemanusiaan. Sementara dokumen …