Langsung ke konten utama

“Toko Barang Mantan”, Sebuah Usaha Melupakan Kenangan


Apa jadinya bila seseorang masih menyimpan barang pemberian mantan? Lalu bagaimana bila ada toko yang siap menampung barang-barang tersebut agar si empumya bisa cepat move on?

Di bulan Februari yang identik dengan bulan penuh cinta, kita disajikan sebuah film yang membahas cinta dari sudut pandang lain. "Toko Barang Mantan" adalah sebuah film bergenre komedi romantis yang related dengan kehidupan sehari-hari dan memberi sebuah pesan tentang relationship.

Seperti apakah cerita yang dibawakan oleh Toko Barang Mantan.

***

Tristan (Reza Rahadian) adalah seorang mahasiswa abadi yang tak kunjung lulus karena skripsinya yang belum rampung. Ketimbang menyelesaikan kuliahnya, Tristan lebih memilih mengurus bisnis kecil-kecilan miliknya, yaitu "Toko Barang Mantan."


Toko Barang Mantan adalah toko yang memiliki daya tariknya tersendiri. Mereka menjual aneka barang yang sekilas terlihat biasa, namun menyimpan cerita yang luar biasa. Dibantu Amel (Dea Panendra) dan Rio (Iedil Putra), Tristan mendirikan toko jual-beli barang-barang pemberian mantan kekasih untuk mereka yang ingin segera move on dari percintaannya yang kandas dan gagal.

Konflik terjadi ketika Laras (Marsha Timothy), mantan kekasih Tristan, kembali hadir membawa segudang kenangan yang tak terlupakan oleh Tristan. Laras sudah move on dan menuju fase berikutnya dari kehidupan cintanya, sementara Tristan masih berkutat pada kenangan akan Laras.

Kehadiran Laras mendorong Tristan untuk membuktikan diri, berubah menjadi sosok yang lebih baik dan berjuang agar usahanya semakin sukses. Perlahan, alasan mengapa keduannya berpisah kembali muncul ke permukaan. Apalagi Toko Barang Mantan juga terinisiasi akibat hubungan keduanya yang kandas.

Akankah Tristan benar-benar move on dari Laras?

***

Sangat related dengan kehidupan sehari-hari. Itulah kalimat yang tepat untuk menggambarkan cerita dari Toko Barang Mantan. Ide menuangkan kisah cinta dari sudut pandang lain juga terasa fresh. Cinta tak melulu membahas romantisme atau perasaan membuncah, tetapi juga kenangan dan patah hati.

Dialog-dialog yang tercipta juga tidak terkesan tendensius, tetapi natural seperti terlontar dalam kehidupan sehari-hari dan mengalir begitu saja. Bisa dikatakan, Toko Barang Mantan berhasil menyampaikan pesan secara jujur.

Reza Rahadian dan Marsha Timothy yang didapuk sebagai pemeran utama juga berhasil memerankan karakternya dengan sangat baik. Tristan yang urakan dengan rambut gondrongnya luluh oleh Laras yang dewasa dan selalu melihat ke depan. Belum lagi ada Dea Panendra dan Iedil Putra yang membawa kekonyolannya yang terasa sangat pas.


Deretan cast pendukung seperti Shareefa Daanish, Syifa Hadju, Niken Anjani, Fendy Chow, Stella Cornelia, Roy Marten, Widi Mulia, Mpok Atiek hingga Gading Marten memberi warna tersendiri meski hanya tampil singkat sebagai cameo.

Jakarta sebagai kota metropolitan dan menjadi latar belakang cerita film ini juga membuatnya terasa sangat dekat dengan kehidupan kaum urban dengan segudang permasalahannya, termasuk problema cinta.

Toko Barang Mantan disutradarai oleh Viva Westi dengan skenario ditulis oleh peraih dua Piala Citra, Titien Wattimena di bawah naungan rumah produksi MNC Pictures.


Buat kalian yang masih suka galauin mantan, belum bisa move on, atau sulit melupakan kenangan tentang si dia bisa menyaksikan kisah Tristan di "Toko Barang Mantan" yang akan tayang pada 20 Februari 2020.

Selamat menonton, dan jangan lupa untuk move on.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perjalanan Menuju Pagi

Gelap gulita menyergap, namun tak menyurutkan kaki untuk melangkah..

Ribuan derap langkah kaki merayap dalam sendu, sebagian terantuk sebagian tertatih..

Cahaya kecil menerangi jalan, dengan keringat yang terhapus dinginnya pagi..

Setapak demi setapak, selangkah demi selangkah, tak ada kata untuk mundur..

Dari balik daun, semburat jingga terbangun dari tidur lelapnya..

Sedikit lagi..

Sedikit lagi..

Hanya tinggal beberapa tapak langkah kaki lagi..

Di atas sana, kaki-kaki yang sudah lelah melangkah beristirahat..

Menunggu..

Menunggu..

Dan menunggu..

Cahaya keemasan itu akhirnya muncul, membayar lelah ribuan pasang mata yang menantinya..

Sebagian terdiam..

Sebagian terkejut..

Sebagian bersikap tak acuh dan menyibukkan diri..

Tak ada yang lebih indah daripada melihat anugerah Tuhan, ciptaanNya yang sempurna..

Yang menandakan, hari ini adalah hari baru, semangat baru dan harapan baru..

Lupakan yang telah berlalu, mari songsong hari baru dengan senyuman..

Selamat pagi dunia..

Tak Hanya Outfit, Jam Tangan Juga Bisa "Saltum"

Beberapa waktu lalu di suatu acara resmi, saya bertemu dengan seorang kawan. Ia memakai outfit batik lengkap dengan pantofel, namun ada sesuatu yang sedikit mengganjal. Ternyata ia memakai jam tangan digital bertipe sport. Tentu ini sedikit mengurangi tingkat "kekerenan"-nya hanya karena "saltum" jam tangan.

Lain halnya dengan seorang kawan lainnya dimana ketika kami traveling trekking ke curug, ia menggunakan jam tangan dengan bracelet stainless steel. Memang tipe ini tahan air, tapi untuk kegiatan outdoor sangat tidak disarankan karena selain lebih berat, bahan stainless steel juga berpotensi mencederai tangan dan tidak nyaman untuk heavy activity.

Berkaca pada kedua kasus ini, ternyata bukan hanya outfit saja yang bisa salah kostum. Aksesoris seperti jam tangan juga harus memiliki penempatan yang sesuai agar tidak saltum. Jangan sampai penampilan sempurna kita dari atas sampai bawah ternoda hanya karena menggunakan jam tangan yang kurang tepat. Jam tangan yang …

JNE Kini Bisa Kirim Paket ke Luar Negeri

Pernahkah Anda terpikir untuk touring ke luar negeri dengan kendaraan kesayangan? Para pecinta motor klasik dan legendaris pastinya tak ingin jauh dari tunggangannya. Namun perkara membawa motor ke luar negeri bukan hal yang mudah. Apalagi jika jaraknya terbentur laut, bukan daratan yang bisa dilalui kendaraan roda dua.

Jangan khawatir. JNE sebagai perusahaan kurir terbesar di Indonesia kini memiliki layanan untuk mengirimkan kendaraan roda dua ke luar negeri. Tentu saja keperluan pengiriman juga harus jelas, untuk keperluan pribadi, komersil, atau untuk eksebisi, alat profesional atau kemanusiaan. Karena itu dibutuhkan dokumen ATA Carnet atau CPD Carnet yang berfungsi layaknya paspor sebagai pengganti dokumen pabean nasional.

Dokumen ATA Carnet berfungsi sebagai dokumen impor dan ekspor sementara untuk barang-barang dengan keperluan pameran/eksebisi, alat profesional, pendidikan, keperluan pribadi wisatawan, keperluan pribadi olahraga dan untuk tujuan kemanusiaan. Sementara dokumen …