Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2020

Kita Sama-sama Berjuang

Ahmad pulang dengan lunglai. Tatapannya sendu. Jalannya pun gontai. Di tangannya ada sebuah secarik kertas, dengan goresan tinta hitam yang membubuhkan namanya. Hari pun baru menjelang terik. Tapi dia sudah pulang dari pabrik, tempatnya mencari nafkah.
Suara berdering di saku. Sebuah panggilan video datang. Terlihat wajah anak batita cantik dengan rambutnya yang dikepang dan dari mulutnya keluar lelehan es krim. Wajah lesu Ahmad terlihat bersemangat, meski senyum getir tersungging di balik bibirnya.
Hari ini memang hari pertamanya berkerja lagi sejak pabrik meliburkan para pekerja. Namun bukan tugas yang didapat, melainkan keputusan yang membuatnya serasa didamprat. Pandemi memaksa jajaran direksi menutup pabrik. Seluruh pekerja akhirnya dirumahkan.
Dua bulan silam mereka memang terpaksa menghentikan produksi. Tujuannya hanya agar penyebaran virus segera berhenti. Akan tetapi, malah rejeki mereka yang ikut terhenti. Belum lagi potongan yang hanya separuh gaji. Mau marah, sedih, kecewa ra…