Bahagiaku Sederhana



“Uang memang tidak bisa membeli kebahagiaan. Tapi dengan uang kita bisa membeli makanan enak, gadget terbaru, tiket pesawat untuk liburan..dan kita bisa merasa bahagia.”

Sering mendengar kutipan di atas? Ya, saya rasa kita semua pernah mendengar kutipan tersebut. Tak ada yang salah dengan memiliki banyak uang, asalkan kita menggunakannnya untuk membeli 'kesenangan', dalam hal yang positif tentunya.

Jika ditanya apa yang membuat saya bahagia, jawabannya pasti beragam. Rasa syukur memiliki keluarga dan sahabat, memberi manfaat bagi lingkungan sekitar, melakukan hobi, belajar keterampilan baru, tentu semuanya bisa bikin kita bahagia.

Bisakah kebahagiaan kita ukur dalam wujud tertentu, misalnya seperti harta benda atau sesuatu yang kita tukarkan dengan uang. Sepanjang bisa memberikan manfaat dan kesenangan bagi penggunanya, tentu sah-sah saja memiliki benda tersebut sebagai wujud kebahagiaan.

Jadi, kali ini saya akan menceritakan 'benda-benda' apa saja yang memberikan kebahagiaan ketika pertama kali memilikinya. Check this out.

1. Mainan

Ketika mash kecil, hidup kita memang hanya untuk bermain. Saya masih ingat betul ketika Papa saya pulang dan membawakan mainan terbaru, bahagia sekali rasanya. Dari mainan robot, pistol kokang atau mobil tamiya, semuanya memberikan 'kebahagiaan' bagi jiwa dan tubuh bocil saya. Kita semua pasti bahagia ketika mendapatkan mainan baru, bukan?

2. Handphone

Kapan saya pertama kali memiliki handphone? Kelas 2 SMA atau tepatnya tahun 2006 silam. Saat itu handphone adalah barang yang cukup mewah. Harganya relatif tinggi dan tidak semua orang memilikinya. Sadar bukan berasal dari keluarga Crazy Rich Jakartans, saya berusaha menabung, bahkan ikut 2 arisan yang mana uang yang terkumpul hanya mampu membeli HP "second" seharga Rp 500.000.

Alasan saya membeli HP tersebut selain karena keterbatasan bajet adalah karena fiturnya sesuai dengan apa yang saya mau, jadi tak masalah membeli bekas. Ajaibnya, pertengahan 2007 atau saat baru naik kelas 3 SMA, saya mendapatkan doorprize HP terbaru yang harganya di atas HP bekas milik saya. How lucky i am. Lol.

3. Motor

"Orang Jakarta nggak punya motor itu sama aja kayak nggak punya kaki."

Itulah pernyataan bos saya yang terheran-heran mengapa cowok seusia saya malah naik bis dan angkot ke kantor. Apa daya, saya memang tak punya uang pada saat itu. Pada akhirnya saya menggunakan motor inventaris dari bos saya (beda bos, bukan yang ngocehin pernyataan di atas).

Puji Tuhan, pada tahun 2012 atas rahmat Tuhan Yang Maha Esa, saya bisa membeli motor baru secara cash Rp 14.750.000 (masih ingat angkanya sampai sekarang, wkwk). Btw, setelah itu saya sempat jadi orang yang suka gonta-ganti tunggangan besi ini sebelum akhirnya 'bertobat' dan mikir "yang penting punya motor buat jalan keluar juga udah syukur".

4. Sepatu Gunung

Ini terjadi pada 2018 silam kala sedang getol-getolnya naik gunung. Saya yang awam pada saat itu membeli sepatu gunung di online shop (seharga 300 ribuan) yang langsung jebol pada percobaan gunung pertama. HAHAHAHAHHA. 

Memang saya kurang paham tentang peralatan gunung dan segan bertanya pada yang sudah berpengalaman. Namun, sepatu gunung itu sampai sekarang masih menemani saya jalan ke gunung-gunung lainnya (setelah ditambal, tentunya). Saya tak berminat membeli sepatu gunung baru yang mungkin lebih bermerk atau berkualitas, karena sepatu inilah yang memberikan saya kebahagiaan kecil ketika belajar mencintai alam.

5. Kacamata

Yes, saya memiliki kekurangan mata yang minus. Dan sejak "resmi" menjadi cowok berkacamata pada 2008 silam (sebelumnya masih sering copot-lepas), kacamata menjadi barang favorit yang memberi kebahagiaan. Kacamata baru adalah favorit saya, apalagi ketika kacamata ala Korea dengan frame tebal berwarna hitam sedang ngehits dan digandrungi anak muda, rasanya seperti Oppa ketika memakainya.

Anyway, masa berlaku kacamata yang saya gunakan hanya 2 tahun. Selebihnya, kacamata itu akan buram atau rusak seiring intensitas pemakaian. Jadilah saya biasanya memiliki minimal 2 kacamata yang digunakan sehari-hari.


Itulah 5 benda yang bisa memberikan saya kebahagiaan. Sekali lagi, uang memang tidak bisa membeli kebahagiaan, tetapi dapat memiliki benda-benda di atas, yang dibeli dengan uang tentunya, dapat memberikan rasa bahagia buat saya pribadi.

Terima kasih sudah membaca celotehan saya.



Komentar

  1. Liat kacamata lamgsung inget kohmin....duhh ini 5 benda pusaka banget dong koh, penasaran hapenya masih ada enggak sampe sekarang?

    BalasHapus
  2. Boleh ndak saya simpulkan, bshagia itu 'realistis'

    BalasHapus
  3. Hahahahaha. Aku ngakak baca yang bagian sepatu gunung, langsung jebol pada percobaan pertama. Eh btw itu bagian kacamata yang saat dipake serasa mirip Oppa, yakin yaaaa miripnya sama Oppa-Oppa Korea. Bukan Opa-Opa Indonesia. Wkwkwkwkwk.

    "Uang memang tidak bisa membeli kebahagiaan, tapi ia bisa membeli barang-barang yang bisa membuat kita bahagia." Hmmm, auto tambah semangat cari uang. Hahaha

    BalasHapus
  4. Ya ampun part gonta-ganti motoor kok bikin ngakaaak hahahaha

    BalasHapus
  5. Inget banget pernah beli BB dari uang hasil kerja pertama, rasanya seneng banget bisa beli barang pakai uang sendiri. Kebahagiaan tiap orang memang berbeda ya.

    Perasaan tiap cerita selalu ada drama deh den, haha

    BalasHapus
  6. Aku juga sebenarnya harus pakai kacamata terus koh, tapi entah kenapa selalu lupa pakai, padahal jarak pandang udah terbatas.

    BalasHapus
  7. Dulu orang berkacamata kelihatan pinter katanya, klo sekarang seperti Oppa Kpop itu. Ngakak pas baca sepatu gunung langsung jebol. Semoga udah kelar summit.

    BalasHapus
  8. Bener ya, bahagia itu sederhana. nggak harus pake standar orang lain untuk membahagiakan diri. rezeki-rezeki kecil sering banget bikin kita bahagia.

    BalasHapus
  9. Jadi inget tulisanmu mas yg kamu kehilangan kacamata pas lagi travelling. Itu lucunya masih keinget lho sampe sekarang. ����

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer