Lelaki Dengan Tiga Nama


Aku menulis surat ini untuk seorang lelaki paruh baya yang baru memasuki usia kepala tiga. Beberapa orang mungkin mengenalnya. Ada yang mengenalnya dengan sangat baik. Atau, ada yang sama sekali tidak tahu bahkan belum pernah mendengar namanya sama sekali.

Surat ini kutujukan kepadanya. Entah dia membacanya atau tidak, merenungkannya atau menghiraukannya, menganggapnya sebagai sebuah pesan tersirat atau melupakannya begitu saja.

Di masa lalu...

Dia mungkin tidak pernah bermimpi lahir di keluarga tersebut. Dia selalu mengutuki keadaan keluarganya yang berbeda dibanding teman-temannya. Masa kecilnya tak sama seperti teman seusianya. Hidupnya pernah terluntang-lantung. Bahkan diabaikan oleh ibu kandungnya sendiri, dan tidak dipedulikan oleh seseorang yang disebutnya sebagai "Ayah".

Pesan untukmu, wahai lelaki yang kuat. Peluklah setiap luka itu. Ciumlah rasa sedih, amarah dan kecewa yang tak bisa ditumpahkan. Berdamailah dengan masa lalu. Karena sekeras apapun jerih payahmu, kau tak akan bisa mengubahnya. Bila saat ini kau masih teguh berdiri teguh meski harus bercucuran keringat dan air mata. Artinya kau memang seseorang yang kuat.

Di masa kini...

Dia mungkin sudah menjalani asam garam kehidupan. Pernah berada dalam titik terendah dalam hidupnya. Percintaannya juga selalu kandas, seringkali bertepuk sebelah tangan, atau memang dia mencintai orang yang salah. Garis hidupnya seperti roller coaster, terkadang membubung tinggi lalu jatuh terhempas.

Karir? Mungkin dia bukanlah orang yang memikirkan tentang kata itu meski teman-temannya kini sudah "terlihat" sukses dalam pekerjaannya dan mencoba profesi baru sebagai suami, istri atau orang tua baru. Bila dilihat, dia seperti "tidak memiliki masa depan". Masih bisa hidup saja sudah syukur, mungkin begitu pikirnya.

Pesan untukmu, si lelaki hebat. Teruslah berjalan. Teruslah berjuang. Tuhan memberimu banyak kesempatan untuk meraih apa yang mungkin tidak atau belum bisa diraih teman-temanmu. Jalani hidup seperti yang kau mau. Hiduplah sesukamu karena kurasa kau sudah dewasa dalam menyikapi setiap problema hidup.

Di masa depan...

Entah laki-laki ini akan menjadi apa, akan menjadi siapa, atau akan bagaimana. Yang kutahu, dia masih tetap "menikmati" hidupnya. Merasa hidupnya sudah (cukup) bahagia. Dia belajar untuk melepaskan, tak pernah memaksakan, serta mensyukuri apapun yang dia miliki dan dia lakukan.

Aku tak punya pesan apa-apa untuknya kali ini. Karena semua tinggal bagaimana dia menjalani hidupnya, melihat semua kemungkinan untuk mengisi hidupnya, kemudian memilih yang terbaik untuk menghidupinya.

Untukmu, lelaki yang luar biasa. Kau adalah salah satu orang tangguh yang kukenal. Aku tak menyesal pernah mengenalmu, meski kita jarang meluangkan waktu untuk berbicara. Pada akhirnya, aku hanya bisa mendoakan segala yang terbaik untukmu, wahai lelaki dengan tiga nama.


Salam.

***

N.B:

• Waktu kecil, lelaki itu memiliki nama yang diberikan oleh ibunya. Nama yang digunakan selama bersekolah dimana orang-orang selalu memanggil dengan nama lengkapnya: Deni Kailimang.

• Memasuki usia 17 tahun dimana warga negara berhak memiliki kartu identitas, entah bagaimana ceritanya namanya jadi berubah. Nama yang tak disenangi oleh lelaki itu tapi sayangnya selalu digunakan dalam dokumen resmi dimana dia selalu membubuhkan tanda tangan di atas nama: Dany.

• Tak suka dengan nama kecil dan nama resminya, kini dia menggunakan nama lain yang tak sengaja ditemukannya kala petama kali bermain sosial media pada 2009 silam. Nama yang kini banyak orang mengenal dan menyebutnya demikian. Nama yang tak melupakan panggilannya, juga sebuah nama keluarga agar tak lupa dari mana dia berasal. Dan lelaki itu kini lebih dikenal dengan nama: Deny Oey.

Komentar

  1. Kepada laki-laki hebat tersebut saya selalu salut. Bahkan sejak saya pertama mengenalnya di satu kopdar Kubbu. Saya yakin ia akan jadi ayah yang hebat, kelak.

    BalasHapus
  2. Ahh semangat koko(h)....hope the best for you forever yak.....

    BalasHapus
  3. Kepada lelaki dengan tiga nama yang baru ku tahu nama aslinya, tetaplah menebar kebaikan positif dan sukses buatmu koh.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer