Pentingnya Moral Virtue Dalam Menghadapi Pandemi

 


Covid-19 masih terus menghantui negeri kita. Beragam upaya terus dilakukan guna menekan angka pertumbuhan positif corona. Beberapa kota dan daerah telah menerapkan pembatasan sosial baik yang berskala besar (PSBB) maupun kecil (PSBM). Masyarakat juga dihimbau untuk mematuhi protokol kesehatan dan beradaptasi pada kebiasaan baru.

Sayangnya, kesadaran masyarakat akan bahaya virus corona masih rendah. Padahal, kita sudah dihimbau untuk melakukan 3M (Menggunakan masker, Menjaga jarak, Mencuci tangan dengan sabun). Tapi masih ada saja yang keluar rumah tanpa masker atau yang tidak jaga jarak saat di luar.

Salah satu faktor penyebab rendahnya disiplin menerapkan protokol kesehatan adalah kurangnya moral virtue, yaitu menerapkan nilai-nilai kebajikan dan moral di masa pandemi. Moral virtue tersebut antara lain:

Empati (Empathy), kemampuan memahami perasaan orang lain. 

Setiap orang memiliki persepsi berbeda menghadapi Covid-19. Bila kita memiliki teman atau kerabat yang paham akan bahaya Covid dan sudah terkena dampaknya, misalnya salah satu anggota keluarga meninggal, belajarlah untuk lebih berempati.

Hati Nurani (Conscience), suara hati yang menyuarakan mana yang benar dan salah.

Kita memiliki hati untuk memahami mana yang benar dan salah. Berkerumun dalam keramaian tentu saja salah, dan jangan sampai kita malah ikut-ikutan sesuatu yang salah ini.

Kontrol Diri (Self-control), kemampuan mengendalikan dorongan dan berpikir sebelum bertindak.

Saat bertemu seseorang, hindari berjabat tangan. Cukup "say hello" saja atau bersalaman dengan siku. Belajarlah untuk mengendalikan diri bahkan untuk hal-hal kecil.

Menghargai (Respect), kemauan memperlakukan dan menganggap orang lain berharga.

Dengan menggunakan masker dan menjaga jarak, kita sudah menyadari pentingnya menjaga kesehatan diri dan sesama di lingkungan sekitar kita.

Kebaikan (Kindness), perhatian terhadap kesejahteraan orang lain. 

Bila ada teman atau tetangga yang terkena Covid, jadilah support system untuk keluarga tersebut. Jangan menjauhi anggota keluarga yang lainnya karena mereka tentu butuh bantuan moril dan materil.

Tenggang Rasa (Tolerance), penghargaan terhadap perbedaan kualitas tiap individu. 

Setiap orang memiliki imun dan daya tahan tubuh yang berbeda. Selain itu, tingkat edukasi dan pengaruh lingkungan juga menjadi penyebab banyaknya persepsi mengenai covid. Belajarlah untuk memahami dan memberikan pemahaman yang benar tentang disiplin protokol kesehatan. 

Keadilan (Fairness), kemauan memperlakukan orang lain secara layak, adil, dan tidak memihak.

Jangan pernah membeda-bedakan orang yang reaktif, yang bersentuhan langsung dengan yang positif, atau pernah dikarantina. Semua orang tetap sama karena saat ini kita sedang sama-sama memerangi virus corona.



Bagaimana cara meningkatkan disiplin dan kesadaran diri untuk menerapkan protokol kesehatan dalam beraktivitas.

  1. Perkuat moral virtue.
  2. Kenali manfaat 3M bagi diri sendiri.
  3. Terapkan kebiasaan baru dan konsistenlah.
  4. Mulailah dari diri sendiri.
  5. Mulai dari circle terdekat yang berpengaruh besar (keluarga, rekan, kantor, dsb).
  6. Jadilah contoh untuk lingkungan.


Komentar

Postingan Populer