Sukses di Usia Muda, Kenapa Tidak?

 


Dia bukanlah orang yang populer di sekolah. Dia juga tidak termasuk siswa yang cerdas karena hampir semua nilai mata pelajarannya merah, kecuali pelajaran olahraga. Dia juga bukan berasal dari keluarga berada. Bahkan ketika sekolahnya merayakan perpisahan ke Bali, dia sampai harus berjualan baju distro dari Bandung untuk menutupi biayanya. 

Namun siapa sangka, berkat kegigihan dan kejujurannya dalam berusaha, dia menjadi seseorang yang sukses di usia muda. Di tahun 2010, dia menjadi Motivator Termuda Nomor 1 di Asia pada usianya yang ke-22 tahun. Dia adalah Bong Chandra.

***

Saya dua kali bertemu langsung dengan Pak Bong, sapaan akrabnya. Pertama, pada perayaan natal komunitas profesional muda dan businessman pada akhir 2012 silam, tepatnya di Senayan City, dimana saya melihatnya di atas panggung dari jarak kurang lebih 15 meter.

Kedua, ketika saya membeli buku karyanya yang berjudul “Unlimited Wealth” dan dalam buku tersebut diselipkan voucher seminar gratis bersama Bong Chandra sebagai privilege untuk para pembacanya. Medio 2013, saya mengunjungi kantornya di APL Tower, Jakarta Barat, dimana seminar gratis tersebut dihelat selama kurang lebih 30 menit.

Disana, untuk kedua kalinya saya melihat sosok inspiratif tersebut dari jarak yang hanya 1 meter! Benar, saya duduk paling depan dan setelah seminar berakhir, saya menjadi orang pertama yang disalami oleh beliau.

Rentang 2009-2011 bisa disebut sebagai masa dimana ‘jualan online’ mulai tumbuh. Semangat berwirausaha atau entrepreneurship sedang digalakkan. Saat itu, e-commerce belum menjamur. Hanya ada Tokobagus dan Berniaga yang sedang merangkak. Forum Jual Beli (FJB) Kaskus sedang berjaya, ditambah smartphone Blackberry sedang booming dan menjadi tools pendukung bisnis online.

Saat itulah bermunculan nama entrepreneur yang sukses di usia muda. Salah satunya, Bong Chandra. Bisnis Event Organizer (EO) dan juga properti miliknya sedang berkembang. Belum lagi bisnis cuci dan laundry mobil yang sukses lewat tangan dinginnya. 

Tak heran bila sosoknya menjadi begitu menginspirasi sehingga semakin banyak anak-anak muda dan motivator yang mengikuti jejak suksesnya, salah satunya adalah Yasa Singgih.

Tahun 2014, Bong Chandra sempat memutuskan untuk ‘pensiun’. Alasannya dia ingin menjadi orang biasa, bukan public figure, dimana dia bisa belajar lagi. Dia juga ingin lebih fokus pada keluarga dan memberi kesempatan pada anak-anak muda lainnya untuk sukses.

Saat ini, Pak Bong masih membagi cerita dan inspirasi kesuksesannya dan mem-branding dirinya sebagai pengusaha properti. Namun begitu, beliau tetaplah penginspirasi gerakan para entrepreneur muda satu dekade silam.

***

Apa influence seorang Bong Chandra.

Bagi saya pribadi yang masih labil (karena usia belum genap kepala dua saat itu), sosoknya menjadi inspirasi dan suatu saat saya ingin menjadi sepertinya. Meski pada kenyataannya saya bukanlah motivator karena menginspirasi diri sendiri saja tidak bisa.

Saya juga tertarik untuk menggeluti bisnis online dan juga bisnis kuliner, yang sampai sekarang tak pernah dieksekusi meski sudah test drive ke keluarga dan teman-teman untuk dicicipi dan semua mengatakan enak. 

Bagaiamana bisnis online saya? Sempat berjalan selama dua tahun dimana hasilnya hanya cukup untuk ‘hidup’ dan bukan untuk ‘membeli kemewahan’. Kesalahan saya adalah tidak belajar beradaptasi karena banyak kompetitor sejenis hingga akhirnya bangkrut pada pertengahan 2014.

Setelah itu, saya bertobat dan menjadi budak korporat kembali sebelum ‘pensiun’ untuk kedua kalinya pada akhir 2017. Sekarang saya pun sedang belajar membranding diri sendiri sebagai ‘orang bebas’, atau orang-orang di sekitar saya menyebutnya sebagai ‘pengangguran sukses yang duitnya nggak abis-abis.

Terima kasih Pak Bong Chandra.

Komentar

Postingan Populer