Jangan Kendor, Disiplin Terapkan 3M!

 


Sejak awal Maret silam kala kasus virus corona pertama diumumkan, ada banyak sekali perubahan terjadi baik dari sisi positif maupun negatif. Sekolah, kampus dan kantor menerapkan work from home (WFH). Masyarakat juga dihimbau untuk tidak berkumpul dalam satu kerumunan. Bertemu secara virtual atau daring telah menjadi kebiasaan baru.

Masyarakat juga dihimbau untuk menerapkan 3M (Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun, dan Menjaga jarak). Di masa New Normal, kita juga wajib menaati protokol kesehatan serta Adaptasi Kebiasaan Baru (ABK) saat beraktivitas. Pengecekan suhu badan, penggunaan masker yang disarankan, serta menjaga jarak dalam satu ruangan sudah menjadi kebiasaan baru.

Sayangnya, masih banyak masyarakat yang tidak mengindahkan risiko penularan virus Covid-19. Padahal, pandemi telah menjadi perhatian serius pemerintah karena kasusnya yang terus meningkat setiap harinya. Sebagian masyarakat sudah memiliki pengetahuan yang baik tentang pencegahan Covid-19. Sayangnya hal ini belum diikuti dengan penerapan disiplin perilakunya atau mengadaptasi kebiasaan baru (AKB) seperti disiplin pakai masker, sering cuci tangan serta jaga jarak yang harus dilakukan dimana saja kita berada, baik di rumah, sekolah, kantor, jalanan dan tempat-tempat lainnya. 

Pada hari Sabtu, 12 Desember 2020, Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan melaksanakan acara “Penggerakan Masyarakat Pencegahan Covid-19 Tahun 2020” yang bertempat di Yayasan Bangun Kecerdasan Bangsa (YBKB), Pasar Rebo, Jakarta Timur. Fokus acara dan kegiatan ini adalah pentingnya penerapan 3M agar masyarakat lebih disiplin dalam menghadapi pandemi.

Dalam salah satu pemaparannya, dr. Nurwirah Verliyanti, MKM selaku Kepala Seksi Promosi Kesehatan Sudinkes Jakarta Timur menyampaikan bahwa situasi kasus Covid-19 di Jakarta Timur sudah sangat memprihatinkan dimana pasien Covid-19 semakin bertambah. Dari data DKI Jakarta, kluster keluarga menjadi paling banyak dari Jakarta Timur. Beliau menghimbau peserta dari Yayasan dan komunitas blogger terus membantu dalam penyebarluasan informasi pencegahan Covid-19 di lingkungannya dan masyarakat yang lebih luas.


Hal senada juga diungkapkan oleh dr. Marlina Ginting, M.Kes selaku Kepala Subdit Komunikasi, Informasi dan Edukasi Kesehatan yang menyampaikan penguatan pesan edukasi untuk tetap laksanakan protokol kesehatan secara baik dan benar. Slogan “Jangan Kendor, Disiplin 3M” juga digaungkan yang salah satu artinya adalah jangan kendor masker karetnya agar tetap efektif cegah Covid-19.

Beliau juga menekankan pentingnya menjaga imunitas tubuh, salah satunya dengan konsumsi gizi seimbang. Agar masyarakat dapat lebih memahami tentang gizi seimbang, Kementerian Kesehatan sudah memiliki Kotak Nasi (box) Isi Piringku yang menunjukkan panduan porsi nasi, sayur mayur, lauk pauk, dan buah-buahan.


Sebagai penutup dr. Imran Agus Nurali, Sp.KO selaku Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat juga menyampaikan pentingnya masyarakat untuk memahami bahwa jika sudah menerima vaksin Covid-19, protokol kesehatan 3M masih perlu terus dilakukan karena vaksin tidak 100% melindungi masyarakat, namun dapat meningkatkan kekebalan tubuh masyarakat atau disebut dengan herd immunity. 

Semoga ke depannya masyarakat semakin berdaya dalam menerima dan memahami informasi yang benar akan pencegahan Covid-19 dan mendukung hal tersebut dalam hal pelaksanaannya, bukan hanya bagi diri sendiri namun juga bagi orang di sekitarnya. Jangan kendor, disiplin terapkan 3M!


 

Komentar

Postingan Populer