Imunisasi Kejar: Langkah Jitu Untuk Lindungi Anak



Pekan Imunisasi Dunia atau World Immunization Week diperingati tiap minggu ke--4 bulan April. Di tengah situasi pandemi Covid-19, layanan kesehatan seperti imunisasi pun jadi terhambat. Imbasnya, anak tidak mendapat imunisasi dan rentan sakit. Ditambah lagi, bukan hanya anak yang butuh imunisasi tetapi orang dewasa kini butuh imunisasi vaksin Covid-19.

Sekedar informasi, baik vaksin, vaksinasi dan imunisasi memiliki pengertian yang berbeda meski merupakan satu kesatuan. Vaksin adalah produk biologis yang dapat menghasilkan imunitas spesifik untuk penyakit tertentu, sementara vaksinasi adalah pemberian vaksin ke dalam tubuh untuk menghasilkan imunitas spesifik untuk penyakit tertentu, dan imunisasi adalah proses yang menyebabkan seseorang menjadi imun sehingga tercegah dari penyakit melalui vaksinasi.

Selama pandemi Covid-19, pelayanan imunisasi harus tetap dilaksanakan meski mengalami disrupsi akibat instruksi stay-at-home sehingga pelayanan imunisasi menurun. Vaksinasi rutin juga harus tetap dijalankan atau di re-inisiasi selama pandemi COVID-19 untuk melindungi individu dan komunitas dari KLB PD3I. Vaksinasi rutin mencegah penyakit yang dapat mengakibatkan kunjungan medis dan perawatan di Rumah Sakit yang tidak perlu. Salah satu langkah vaksinasi yang digalakkan di pekan imunisasi dunia adalah Imunisasi Kejar (Catch-up Immunization).

Tujuan dari imunisasi kejar atau imunisasi susulan adalah untuk menyusulkan segera imunisasi yang tertunda. Idealnya, rencana imunisasi kejar harus berdasarkan catatan riwayat imunisasi anak. Bila catatan tidak ada, sesuaikan dengan usia anak dimana setiap kunjungan vaksinasi harus dinilai status imunisasi anak, untuk mengurangi kemungkinan missed opportunities for vaccination. Jadwal pemberian vaksin dapat dipersingkat dengan memilih vaksin yang sesuai dengan kebutuhan.

Untuk mengejarnya, dapat diberikan imunisasi ganda, yatu pemberian lebih dari satu jenis imunisasi dalam satu kali kunjungan yang bermanfaat untuk mempercepat perlindungan kepada anak, meningkatkan efisiensi pelayanan dan orang tua tidak perlu datang ke fasilitas kesehatan berulang kali. Pemberian imunisasi ganda sudah terbukti aman, efektif dan tidak meningkatkan risiko KIPI pada anak. Sebagai catatan, pemberian imunisasi pada bulan atau waktu kunjungan yang berbeda akan memberikan ketidaknyamanan dua kali kepada bayi atau anak. 

Program ini harus dilaksanakan secepatnya, karena jika imunisasi tidak dilaksanakan kita akan menghadapi masalah baru yaitu KLB Campak, Difteri, Polio, yang akan memperberat masalah pandemi COVID-19 yang masih harus ditanggulangi yang akan memperberat biaya ekonomi yang sudah menuju resesi. Imunisasi kejar harus segera dilakukan bagi anak yang belum lengkap mendapatkan atau tertinggal mendapat imunisasi dan imunisasi ganda sendiri sangat dianjurkan, aman dan mengurangi kunjungan.

Komentar

  1. Anakku yg masih kurang vaksin lanjutan influnza nya nih. Sejak ppkm ga berani kluar apalagi ke RS. Makanya masih blm vaksin. Tp juga terhalang Ama stok vaksin influenza anak sdg kosong di RS nya :(. Tapi begitu ppkm selesai, stok ada, pasi lgs aku bawa utk vaksin lanjutan

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer